lima tahun sudah

4.1K 216 6
                                        

"Hyung hari ini aku ingin pulang cepat, akun ingin menemuinya."

"Dia adikku juga, tak bisa kah kau pergi bersama ku ?"

"Kurasa kau harus meeting bersama Tn. Eric siang ini."

"Biarlah, aku bisa menundanya."

" menyusul lah kalau begitu, aku hanya ingin lebih lama disana."

"Duduk lah dulu, aku hanya perlu menghubungi sekretarisku sebentar."

"Baiklah, aku ingin mengambil kunci mobil ku dulu."

Selalu saja seperti ini, 28 oktober adalah tanggal yang tak pernah bisa sehun lewatkan, hari dimana menjadikannya sosok yang begitu dingin dan pendiam, hari dimana yang menjadikannya tampak rapuh, hari dimana yang akan mengingatkan dia pada seseorang dan peristiwa itu . . .

" hyung kajja,kau sudah siap ?"

Kini sehun sudah diruangan sang kakak lagi, dia nampak tak sabar untuk melepas rasa rindunya, rasa rindu pada seseorang yang mungkin sekarang sudah hidup bahagia..
Sang kakak hanya membalasnya dengan senyuman, dan segera beranjak dari kursi kerjanya , dia berjalan dengan merangkul sang adik sambil berbisik di telinga sehun " kali ini lebih tegarlah !"

"Aku tak janji," sehun hanya merespon nya dengan senyum yang nampak penuh kepedihan.




Sehun pov

Cuaca hari ini seakan mengerti suasana hatiku , tampak mendung serta enggan menurunkan hujan , angin bertiup begitu kencang, aku menyesal kenapa tadi tidak membawa jas ku yg tersampir dikursi kerja, padahal aku sudah tau cuaca hari ini cukup dingin, tapi sudahlah aku hanya berharap segera sampai disana.

"Mampirlah sebentar ke toko yonhe noona, kita perlu membeli bunga dan pasti kau juga ingin bertemu dengan nya kan ?"

Kulirik haejin hyung yang duduk dikursi kemudi , dia tersenyum tipis dan menatapku.

"Kukira dengan suasana hati mu seperti sekarang,  kau tidak peka dengan perasaan hyung mu ini," ujarnya

"Aku selalu tau apa yang kau mau hyung, lain kali sempatkan lah waktu untuk berkencan dengan nya, dan lupakan sebentar tentang kertas- kertas itu, aku yakin appa akan mengerti."

"Bukannya tidak punya waktu, aku hanya mencemaskan mu, jika aku berkencan aku takut kau kesepian,"
dia terkikik geli sambil tetap fokus mengemudi.

"Omong kosong apa itu, aku sudah dewasa hyung dan aku juga punya yeoja chingu !"

"Benarkah ? Kenapa aku merasa kau sedang membual yah ?"
Jawabnya tak percaya

"Terserah hyung saja , kalau tidak percaya ya sudah,"
aku sedikit kesal dengan nya

"Ne,,,ne,,,ne,,, hyung percaya kalau adik hyung ini memang laku hahha"

"Hyuuunggg,,,"

Sehun pov end





Haejin pov
Lima tahun sudah saudara kesayangannya pergi,
Dia adik kesayangan ku juga, tapi sehun lah yang paling tersiksa dengan kepergiannya, bahkan setiap memperingati hari kematiannya, dia sangat terpuruk, rasa bersalahnya kembali muncul meski kami sekeluarga tidak menganggap itu adalah salahnya, tidak jarang dia selalu jatuh sakit karna saking merindukannya, sehun-na hyung mohon ikhlaskan dia, lebih tegarlah.

Sebelum kepemakaman, sehun mengajakku ke toko bunga milik yonhe. Yonhe adalah yeoja chinguku, dulu kita satu kampus hingga akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran empat tahun yang lalu. Setiap ziarah sehun tidak pernah membeli bunga di tok o lain, dia selalu ingin membeli bunga di toko yonhe, dan bunga lily menjadi pilihannya.

Author pov

Kedua kakak beradik itu kini telah sampai di sebuah tempat, dimana mungkin seseorang telah hidup bahagia, keduanya memberikan hormat kemudian sehun meletakkan bunga lily putih yang dibawanya,,

"Annyeong ,,hyungi,,apa kabarmu ? Apa kau bahagia, ah kenapa aku bertanya begitu ? Tentu saja kau sudah bahagia kan ?" Kini sehun terduduk dan menunduk air matanya sudah tak dapat di bendung lagi, sehun berusaha melepaskan rasa rindunya pada saudara yang sangat dia sayangi yg kini sudah tiada

"Maaf kan aku hyung, aku belum bisa tegar dan rela melepas kepergian mu, semuanya masih terasa mimpi,,andai saja ,,andai saja waktu itu aku tidak meminta mu menjemputku, aku yakin kau tetap masih,,,"

"Cukup sehuna, cukup hyung mohon kau harus kuat dan berhenti menyalahkan dirimu,,ini semua sudah takdir."

"Hyung aku tidak ingin ini, aku ingin dirinya" tangan sehun mengusap dadanya, ketika haejin berusaha merangkul tubuhnya

"Ayo kita pulang, angin disini sangat kencang , aku tidak mau kau sakit.." ucap haejin berusaha membujuk sehun

"Hyung tinggalkan aku sendiri, aku berjanji akan segera menyusul, aku hanya ingin disini sejenak,,,bersamanya"

. . . . .

Sehun pov

"Luhan Hyung ,,,bogoshipo,,jeongmal bogoshipoyo,,"

(Flashback on)




Tbc

Homesick (Slow Update)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora