Wooseok mencintai Yeeun, tapi Wooseok tau jika rasa cinta saja tak cukup untuk mempertahankan hubungan mereka. Entahlah, entah ini hanya perasaan Wooseok saja atau Yeeun memang sudah merasa bosan padanya. Semakin hari, hubungan mereka terasa semakin dingin. Yeeun tak salah, dia hanya bosan. Wooseok tau itu dengan sangat jelas.
Sampai sekarang, Wooseok tak tau akan dibawa kemana hubungan antara dirinya dan Jang Yeeun. Disatu sisi, Wooseok tak ingin jika hubungan yang telah mereka jalani selama lebih dari dua tahun ini hancur begitu saja. Namun disisi lain, Wooseok juga tak ingin melanjutkan hubungan yang sudah terlampau dingin ini. Apalagi ketika Hwang Eunbi mulai masuk kedalam hubungan mereka.
Pernahkah kalian berada di titik terendah dalam sebuah hubungan? Itulah apa yang Yeeun rasakan saat ini. Menjenuhkan. Hanya kata itu yang bisa Yeeun katakan untuk mendeskripsikan hubungannya dengan Jung Wooseok. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, dan Yeeun mengerti itu dengan sangat jelas.
Tak bisa Yeeun pungkiri jika dia hanya melihat Wooseok selama dua tahun terakhir ini. Wooseok adalah sosok yang sempurna, sehingga Yeeun tak memiliki alasan untuk melihat orang lain selain dirinya. Setidaknya itu yang Yeeun pikirkan sebelum dia bertemu Moonbin, partnernya selama pelatihan untuk olimpiade.
Moonbin menyukai Yeeun. Entahlah, Moonbin tak ingat kapan tepatnya dia jatuh dalam pesona gadis bermarga Jang itu. Bagi Moonbin, Yeeun adalah sebuah bintang yang terlampau sulit untuk diraih. Yeeun itu cantik, pintar, dan baik. Andaikan dia tidak segalak macam hamil maka sempurna adalah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan dirinya.
Berada dalam tim yang sama dengan Yeeun adalah sesuatu yang tak pernah Moonbin bayangkan sebelumnya. Senang? Tentu saja. Terlebih ketika Moonbin mendengar kabar mengenai hubungan Yeeun dan kekasihnya yang sedang memburuk. Anggap saja ini kesempatan Moobin untuk mendapatkan hati Yeeun. Terdengar jahat memang, tapi apa daya ketika Moonbin juga menginginkan Yeeun.
Hwang Eunbi, seorang gadis yang tidak seperti gadis pada umumnya. Eunbi tak pernah menyukai hal-hal berbau girly, jadi tak aneh ketika semua temannya terkena serangan jantung begitu mengetahui gadis paling tomboy di sekolah mereka memutuskan untuk masuk dalam tim cheers.
Jung Wooseok. Semua itu Eunbi lakukan hanya untuk Jung Wooseok, si kapten tim basket yang kadar ketampanannya sudah melewati batas normal. Meskipun dalam kenyataannya Eunbi sudah dijodohkan dengan teman masa kecilnya, Moonbin, tapi Eunbi memilih untuk tidak peduli. Anggap saja Eunbi egois, tapi bukankah cinta memang egois?
Wooseok mencintai Yeeun, tapi dia tak bisa menghindari kehadiran Eunbi yang terlampau menenangkan. Yeeun menyukai Moonbin, tapi dia tak bisa melepaskan Wooseok begitu saja. Moonbin sudah dijodohkan dengan Eunbi, tapi dia tak bisa menghapus perasaannya pada Yeeun yang sudah tak terkendali. Eunbi mengagumi Wooseok, namun dia tak bisa memutuskan perjodohannya dengan Moonbin semudah itu.
Cinta memang tak bisa memilih, tapi mau tak mau mereka harus memilih. Hanya satu. Tak ada yang bisa mencintai lebih dari satu orang dalam satu waktu, dan mereka percaya akan hal itu.
Hello Reader-nim ^^
Aku penulis baru dalam dunia perpentagonan (?) jadi mohon bimbingannya *bow
Ini adalah ff pertamaku dengan cast 98liner semoga ceritanya tidak aneh yaa
Bagaimana menurut kalian? Aku masih baru jadi masih butuh kritik dan saran dari kalian semua, jadi ditunggu ya kritik sarannyaaaa :)
Enjoy~
YOU ARE READING
Lukewarm
FanfictionBosan dalam sebuah hubungan, itu adalah sebuah hal yang sangat manusiawi. Rasa itu tak bisa dihindari sekeras apapun mereka mencoba untuk menghindarinya. Meskipun mereka berusaha keras untuk mempertahankan hubungan mereka, tak bisa dipungkiri jika h...
