Istikhoroh Cinta
"Tidak,tidak... kenapa aku seperti ini? Tuhanku Maha Pengasih yang tidak pernah pilih kasih. Dia selalu menghadirkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita inginkan di tengah tengah kesulitan yang Dia berikan pada hambaNya." Meyakinkan diri sendiri saat keputusasaan melanda.
"Fat, masuk sebentar ibu mau bicara" panggil ibu padaku . Aku pun yang sedari tadi duduk di teras rumah dengan segera memenuhi panggilan ibu.
"Iya bu, ada apa?" jawabku
"Kau masih ingat Fat dengan Rahmat? Ibu mendengar dari tetangganya di kampung sebelah kalau Rahmat sudah lama tinggal di Bekasi. Bukankah kau pernah ke sana bersama temanmu?" Tanya ibu yang sedikit membingungkan.
"Kak Rahmat? Ada apa dengan dia bu? iyaa aku masih ingat sekali denganya, dan apa hubungannya dengan aku pernah ke Bekasi?" Jawabku penasaran
"Ibu ingin berterus terang denganmu Fat, sebenarnya ibu tidak rela kau menikah dengan si kaya angkuh itu. Selama ini ibu diam karna ibu sedang memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa menjauh dari keluarga mereka. Tiba-tiba tanpa sengaja ibu mendengar kalau Rahmat sudah lama tinggal di Bekasi. Ibu langsung berfikir untuk menitipkanmu pada nya. karna ibu sangat yakin dia akan menjagamu seperti adiknya sendiri. Dia laki-laki yang sangat taat pada agama, ibu juga ingin kau belajar darinya Fat. Apa kau mau ke sana nak?" Jawab ibu berterus terang.
Aku sangat menyetujuinya, bahkan aku pun sempat berfikir untuk pergi ke Bekasi karna disana aku punya teman dekat. Setelah seminggu akhirnya aku tiba di bekasi dengan bermodalan secarik kertas berisikan alamat temanku dan Kak Rahmat. Tujuan utamaku hari ini adalah kerumah temanku, sesampainya disana aku di sambut dengan baik oleh keluarganya. Dan mereka pun membantuku untuk mencari pekerjaan.
Setelah 3 bulan aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu rumah orang Madura juga, sama seperti asalku. Aku baru ingin mencari alamat Kak Rahmat. Betapa terkejutnya aku setelah menemukan tempat tinggal kak Rahmat, ternyata dia bekerja di toko Mebel dekat dengan kontrakanku. Mengapa aku tidak menyadarinya?
"Kak Rahmat, Ini aku Fat? kakak masih ingatkan denganku?" tanyaku padanya yang sedang mengukir kursi yang sudah terlihat cantik
"Fat? Maaf yaa mungkin saya belum ingat" jawabnya singkat tapi sopan
"Fat, anak alm. pak Soleh kak? tetangga kampung sebelah yang kakak ikut bantu saat proses pemakaman alm bapak" jelasku dengan harap langsung di ingatnya
"Masyaa Allah, Fat? maaf saya baru ingat. kamu sudah sebesar ini Fat? " tanyanya ketika ingat
"Hehehe.. iyaa kak". Jawabku.
Setelah lama berbicara denganya, dia pun menanyakan kenapa aku bisa kesini.
"Sofyan, sepupu kepala desa di kampungku memaksaku agar mau di nikahinya kak, aku dan ibu sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi. Aku sempat berputus asa, kemana aku harus pergi? Mungkin sampai ke Cina pun aku pergi dia akan menemukanku. karna aku yakin mereka tidak akan tinggal diam saat mengetahui kalau aku tidak lagi tinggal di kampung itu. "Jelasku panjang lebar
Setelah mendengar penjelasanku, kak Rahmat langsung mengerti mengapa aku sampai ke sini. Dan dia pun dengan sangat sopan menawarkan akanmenjadi ayah bagiku.
Kak Rahmat sudah seperti kakak dan ayah bagiku, dia benar benar menjagaku. Walaupun sebenarnya kita hanya mengenal saat di pemakaman bapak.
Dia juga dengan sangat sabar menghadapi berbagai teror yang di kirimkan Sofyan kepadanya. Sofyan si kaya sombong itu sudah tahu dimana aku tinggal dan dengan siapa aku berlindung. Dia mengira kak Rahmat adalah kekasihku, yang membuatnya semkin tidak segan untuk terus meneror kami .
Kak Rahmat mengajarkanku cara menghilangkan teror itu, dia menyuruhku sholat hajat dan membaca amalan yang sering dia amalkan juga. Setrlah 3 minggu aku di ganggu, akhirnya hilang juga teror itu. Tapi tidak dengan kak Rahmat. Dia terus di teror sampai dia tidak tidur untuk tetap berdzikir kepada Allah agar di berikan perlindungan dan kekuatan untuk melawan semua teror yang di berikan Sofyan.
"Bola-bola api itu terus menurus mengelilingi tubuhk ini. Jika saya lengah sedikitpun bola api itu akan mengenai butuhku. Teruslah memohon pada Allah untuk keselamatanmu. Langgengkan Tahajut dan Hajatmu Fat, saya akan membantumu sekuat dan semampu saya. Bersabarlah " Pesan singkat yang kak Rahmat kirimkan padaku
Alhamdulillah setelah 5 bulan kami melawan teror itu, setiap pagi dan malam sudah tidak ada lagi teror yang mendatangi kami. Lebih tepatnya mendatangi kak Rahmat, katna aku tidak selama itu mendapatkan terornya..
Saat aku sedang main ke rumah kak Rahmat, aku menanyakan amalan untuk melihat jodohku. Karna amalan amalan yang di berikan kak Rahmat selama ini sangat membuat aku semakin dekat denganNya. Sudah saatnya sekarang aku memikirkan tentang jodoh. Dan kak Rahmat pun memberikan amalan itu padaku.
"Kalo bisa puasa dulu Fat, malamnya kamu hajatin. Setelah itu baru di langgengin. sholawat yang kemarin tetep di baca yaa Fat" Kata Kak Rahmat saat memberikan amalan itu.
"Oiya, nanti jodoh kamu bakal muncul di mimpi kamu" Lanjutnya
Selah sebulan aku mengamalkannya, tepat di hari lahir ku. aku bermimpi kak Rahmat datang ke mimpiku. Sebelumnya tidak pernah ada laki-laki yang muncul di mimpiku. Aku terbangun dan langsung menelpon kak Rahmat
"Assalamu'alaikum kak," Lidahku seperti susah mengucap apapun karna tidak percaya
"Wa'alaikumsalam, ada apa fat malem malem nelpon?"
" Yang hadir di mimpiku itu kamu kak"
"Saya? coba di langgengin terus yaa Fat amalannya. Tunggu sampai 3 kali "
Aneeehhhhh. Apa ini ???? aku ga percaya. 3 kali kak Rahmat muncul di mimpiku. Apa mungkin dia jodohku? Rasanya sangat tidak mungkin, aku yang masih sangat hina ini tidaklah pantas untuk di sandingkan dengan dia yang sangat taat pada agama. Aku malu mengatakan ini padanya. Aku takut dia mengiraku bohong, aku takut dia tidak percaya dan tidak ingin menikahiku.
Tiba-tiba dia datang ke kontrakanku , aku pun segera menelpin temanku untuk menemaniku agar tidak ada fitnah. Setelah tibanya kak Rahmat di kontrakanku kami bertiga berbicara panjang lebar tentang perjalanan masing-masing bisa sampai ke Bekasi. Setelah itu dia menanyakan hal yang terbilang bisa membuatku mati seribu bahasa.
"Fat, tanpa bilang padamu saya pun ikut mengamalkan amalan itu. Dan saya pun merasa heran, 3 kali kamu yang dateng di mimpi saya Fat. Setelah saya beristikhoroh ternyata memang kamu Fat."
Akuu diam seribu bahasa sambil merasa jantung ini seperti mau copot.
"Apa kamu mau menikah dengan saya Fat? "
Saat kata itu terucap aku langsung menunduka. kepala ku karna aku merasa sangat tidak pantas untuknya
"Fat? apa kamu mau menikah dengan saya?"
lagi lagi aku diam tak bisa berucap apapun walaun dalam hati sangat ingin tetapi merasa tidak pantas juga.
"Ini yang terakhir ya Fat, apa kamu mau menikah dengan saya?"
"Saya merasa tidak pantas untuk kakak, lihatlah penampilan saya kak. Saya masih menggunakan celana jeans ketat dengan ramput terurai. Pahamku tentang agama pun tidaklah banyak. Saya sangat ingin menerima kakak. tapi apa kaka nerima saya yang hina ini?"
"Terimakasih Fat, bukan cinta yang memilihmu tapi Allah yang memilihmu untuk saya cintai. Saya ingin membangun surga bersamamu tak peduli sehina apapun dirimu dan diriku."
Aku sangat yakin denganNya, tidak ada yang kebetulan. Semua tlah Dia gariskan untuk seluruh hambaNya. Termasuk perkara jodoh.
Setelah kak Rahmat kembali ke rumahnya, aku langsung menelpon ibu ku untuk menyampaikan kabar gembira ini dan menyampaikan pesan dari kak Rahmat yang ingin pulang ke Madura untuk menemui ibu untuk meminta izin padanya.
Ternyata ibu sangat gembira mendengar kabar ini, sampai dia menangis karna terharu anak nya ini telah menemukan teman hidup yang insyaAllah dapat membimbing ku dan kekuargaku untuk membangun syurga.
2 bulan kemudian aku menemuinya,
" Kak, aku udah merencanakan semuanya. Mulai dari tenda , undangan dan lain lain. Kaka sejutu kan kalau aku banyak mengundang temanku?"
"Fat, untuk apa itu semua? Kita menikah untuk mencari Ridho Allah. Apa kamu mau denga. kedatangan teman temanmu, pernikahan kita tidak akan mendapat ridho Allah?
"Kenapa bisa begitu kak? Dimana letak kesalahannya?" jawabku sedikit kecewa
" Jika teman temanmu atau yang lainnya datang bersama yang bukan mahromnya semua dosa yang mereka lakukan itu kita yang nanggung. Mungkin akan banyak mudhorotnya bila kita terlalu berlebih lebihan. Cukup kita undang keluatga kita saja Fat. Maaf bukan aku tidak menghargaimu. Tapi aku ingin mengingkatkanmu untuk apa kita menikah"
"Iya kak Fat setuju, maaf ya kak" jawabku
Tepat setelah sholat Maghrib, kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Yang di saksikan oleh para keluarga.
Selesaiii.....
Okee terimakasih yang sudah membaca, maaf yaa masih amatiran baru pertama bikin cerpen hehehe..
