Prilly menatap sendu kepada Alvin sahabatnya sejak kecil, terlihat Alvin yang turun dari tangga didampingi Tante Ririn sang Mama, Prilly berusaha sekuat mungkin menahan air matanya yang sudah berada di sudut mata, sesekali ia mengusap dada yang terasa semakin sesak seiiring dengan suara penghulu yang menuntun ijab kabul yang di lakukan Alvin.
SAH.
Suara itu kembali membawa Prilly kealam nyata, ternyata ia tidak mimpi, suara para saksi kian menggema diiringi dengan gemuruh para keluarga Alvin yang mengucapkan syukur yang mampu menulikan telinga bagi Gadis malang itu, jadi memang benar kisah cintanya sudah berakhir, hatinya bagai diremas ketika dilihatnya Alvin mencium kening mempelai Wanita, Nadia nama gadis itu yang beberapa bulan ini sering mengisi obrolan Dara dan Alvin, Prilly tidak menyangka bahwa cintanya senaas ini bahkan ia belum sempat menyatakan cintanya, sungguh malang bukan?
Tangan mungil Prilly menggemgam erat tas yang ia bawa, matanya menatap Alvin dan mempelai Wanita yang berdiri menyambut tamu, senyum Alvin tercetak indah begitu pula dengan Nadia sang mempelai Wanita. Ah, sungguh beruntung Wanita yang bernama Nadia itu pikir Prilly, bahkan ia yang sejak umur lima tahun bersam Alvin tak mampu mencuri hatinya, bagaimana mungkin Nadia bisa?
Prilly berjalan lurus, rasanya begitu menyakitkn ia terluka begitu dalam tentu saja, ia seakan-akan tak menginjak bumi lagi sekarang, kenangan masa lalunya bersama Alvin silih berganti mengikuti ketukan jejak langkah kaki Prilly, mulai saat mereka Sekolah Dasar hingga Wisuda meraka sekolah disekolah yang sama, menyukai makanan yang sama memiliki Fhobia yang sama menyukai warna yang sama. Kengangan itu kian memudar ketika ia hampir sampai didepan pelaminan, Prilly dapat melihat dengan jelas bagaimana Alvin dengan antusias melambaikan tangan padanya.
"Selamat ya, Al!" ucap Prilly sedikit parau, ia sebisa mungkin menahan agar tidak menangis saat ini, lebih tepatnya tidak untuk saat ini.
"Hei,Prill kamu pasti senang banget ya, sampe-sampe hampir nangis gitu, makasih ya Prill udah datang, Aku pikir kamu ngak bakalan datang" Alvin dengan panjang lebar berujar
Prilly hanya mampu tersenyum tak tau harus bagaimana menaggapi
Prilly tersenyum manis pada Nadia, dan mengucapkan selamat setelah memeluknya, tak ada tangis yang ia tahan lagi, ia sudah tegar sekarang pikirnya, ia bersumpah tidak akan menangis, tidak didepan Nadia.
"Aku pulang ya" pamit Prilly
"Loh kok pulang sih, ngak seru banget sih Prill, seharusnya kamu tu nginap disi aja, gimana sih kitakan sahabat Prill tega banget sih"tanya Alvin sedikit merajuk
"Aku ngak bisa Al, Aku mau pulang" ucapnya lagi
"Prilly pamit pulang tante" ucap Prilly kepada Tante Ririn Mama Alvin, Tante Ririn memeluk Prilly sembari tersenyum
"Hati-hati dijalan sayang"ucap Beliau sembari mengusap rambut Prilly sayang
Prilly melangkahkan kaki menjauhi acara tersebut, tangisnya yang sudah sejak tadi ditahan akhirnya pecah ,ia terisak dalam diam, Prilly menoleh ketika ada yang menarik tangannya
"Tante" lirihnya
Ririn mama Alvin memeluk erat Prilly , ia sama terisaknya dengan Prilly, Prilly tidak mampu lagi menahan isakan akhirnya menagis sejadinya dipelukan Ririn yang sudah seperti Ibunya itu.
"Maafin Tante Prilly, Tante tau kamu sangat terluka, tapi Tante ngak bisa berbuat apa-apa"ucapnya disela isakan yang memilukan itu
"Tante, Prilly ngak papa kok, Prilly hanya terharu aja" Gadis itu berkilah. Ririn memeluk Prilly semakin erat
YOU ARE READING
Bronizz, I Love You!
FanfictionPunya Suami Bronizz + Ganteng MaU??? ....Mauuu,,,, Banget!!! Tapi kalau itu Prilly, Cewek galau yang gagal Move On ,,mau ngak ya???
