PROLOG

93 13 6
                                        

Ketika cahaya di kalahkan oleh kegelapan yang  melanda bumi. Ketika langit mulai menangis dan meneteskan air matanya dan Ketika langit mulai murka. Saat itu pun  aku terbangun dari tidurku.

Bunga tidur apa yang menghampiri diriku sehingga pikiran ku terpikir olehnya selalu. Siapa kah Dia yang menghampiri diriku?
Aku tidak mengenalnya dan aku tidak pernah berjumpa dengannya sekali pun.

Tapi anehnya wajahnya seakan ku kenal dengan jelas. Rambutnya yang berwarna coklat, bola matanya yang berwarna biru, hidungnya yang mancung, dan lesung pipinya yang sangat menarik selalu terbanyang oleh ku.  Kemanapun mata ini memandang selalu terbayang olehnya.

Entah apa dan bagaimana pikiran ku selalu terpokus pada Dia, sehingga aku tak berdaya bangun dari kasur ku. Aku termenung memikirkannya sehingga waktu berlalu begitu cepat dan jam sudah menunjukkan pukul 06.30.

Aku lupa bahwa hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah di sekolah baru ku. Aku sesegera mungkin bersiap untuk pergi ke sekolah. Untung saja sekolah ku dekat dengan tempat tinggal ku. Aku bersekolah di patas internasional school. Sekolah ku adalah sekolah terpopuler di kabupaten tempat aku tinggal. Bisa dibilang tervavorit.

***
Ketika aku menelusuri lorong sekolah dan berjalan diantara orang orang yang tidak ku kenal untuk mencari kelas baru ku tiba tiba aku melihat Dia. Dia yang ada dalam mimpiku, tiba tiba hatiku pun mulai berdetak kencang dan seperti ada yang menyetrum diri ku. Aku bingung perasaan apakah ini? Bagaimana ini terjadi? Dan siapakah Dia?

Sekian dari saya
Mohon maaf apabila kurang menarik dan bagus. Mohon di maklumi karna pegalaman pertama dan cerita pertama.

Cerita ini adalah cerita nyata. Tapi ada beberapa bagian yang di lebih lebih kan agar dramatis.

Terima kasi

RATUDove le storie prendono vita. Scoprilo ora