Bagian 1

155 11 5
                                        

Bukanya aku tak percaya.
Atas semua yang kau berikan padaku.

Aku cuma ingin bertanya.
Do You Really love me.
Aku hanya ingin tau.

Seberapa kau mencintaiku.
Apa kau serius padaku.
Please katakan aku ingin tau kejujuran hatimu.

---**---**---

Seorang gadis tengah duduk santai sambil melihat dua insan yang sedang bahagia di acara pernikahnya, rasa iri mulai mengerayapi hatinya.

Lagi dan lagi teman-temanya telah melangkahinya, hidup mereka beruntung hingga membuatnya terikat dalam sebuah pernikahan.

Tapi tidak dengan gadis bernama Annesa Angelia Arsenia ia belum juga menikah karena sang kekasih yang tak pernah peka. Hampir 4 tahun ia menjalin sebuah hubungan bersama Reyhan  Anandika seorang Dokter yang tentunya sangat hebat tapi tampaknya pria itu masih belum melamarnya.

"Bisakah aku seberuntung mereka, kapan aku bisa berada disana? Tentunya menikah bersama orang yang paling ku cinta." batinya.

"Nesa?" ucap Seseorang membuyarkan lamunannya.

"Oh yah kenapa?" ucapnya lalu matanya beralih pada sosok pria di hadapanya ini.

"Hah, sampai kapan kita disini, aku lelah bukanya acara pernikahanya sudah selesai." ucapnya tampak terlihat di wajahnya menunjukan kekesalan.

"Baiklah kita pulang sekarang." ucapnya lalu berjalan menuju pengantin wanita.

"Ran, kami pamit pulang dulu yah soalnya sudah cukup malam juga."

"Oh iya gpp ko, oh yah Thanks yah udah mau datang ke acara pernikahan aku, jangan lupa cepet nyusul yah." ucap Rana tersenyum ke arah Annesa, lalu hanya di balas sebuah anggukan dan senyum, beda dengan Reyhan  ia hanya diam tanpa kata setelahnya ia langsung pergi menuju mobil.

*****

"Mereka pasangan yang serasi yah, aku jadi iri melihatnya." ucap Nesa lalu menatap ke arah Reyhan.

"Hmmm." ucapnya tanpa menatap Nesa.

"Kapan kita akan menyusul mereka?" Rayhan hanya diam. "Ray, bisakah kau jawab pertanyaanku." lanjutnya.

CKIIIIT

Mobil terhenti saat Rem itu mendadak di hentikan, sontak membuat tubuh Annesa sedikit terdorong kedepan.

"Astaga Rey, kenapa ngerem mendadak?" ucap Nesa sedikit kesal.

"Bisakah, sekali saja kau tidak membicarakan soal pernikahan padaku hah." Ucapnya dengan nada sedikit membentak.
Nesa membuang nafas nya dengan kasar.

"Kenapa? salahkah, aku hanya sekedar bertanya, Oh astaga Rey bisakah sedikit saja kau yakin kan aku, kau lihat kan hampir semua teman-temanku sudah menikah lalu kapan aku menikah Rey aku malu dengan temanku mereka selalu meledekku, apa kau tidak kasihan padaku? tidak  pernahkah  sedikitpun terlintas di pikiranmu untuk segera menikahiku apa..."

"Jika kau ingin cepat menikah, kenapa tidak menikah saja dengan pria lain? bereskan jadi kau tidak akan malu lagi." ucapnya dengan nada dingin lalu menatap ke arah Nesa.
Mata Nesa mulai memanas.

"Tega yah kamu Rey, jahat tau gak." ucapnya dengan mata berkaca-kaca lalu keluar dari mobil dan sedikit berlari untuk masuk kedalam rumahnya.
Sementara Reyhan hanya diam tanpa mengejar ataupun memanggilnya, ia masih sibuk dengan pemikiranya.

Reyhan pov

Aku memang pria yang sulit jika di tanyakan tentang keseriusan.
menjalin komitmen bersama seseorang.
Sedikit benci jika mendengar pernikahan, Aku memang mencintainya bahkan melebihi cintanya dariku.

Do You Really Love Me Where stories live. Discover now