Organisasi pertama di Sumatra barat, lebih tepatnya di Padang.
Organisasi pertamaku di kampus itu membuatku semangat kekampus, karena memang ingin rasanya berorganisasi dengan senior. Pertama kali aku dengar organisasi dari teman, ya teman seperjuangan dia menginginkan aku untuk ikut. Tapi waktu itu juga aku seperti ada rasa takut untuk memulainya.
Waktu itu si Mila mulai membujukku "Gak papa kok aku juga baru pertama kalinya ikut organisasi seperti ini". Lumayan kaget sih dengar Mila baru pertama juga.
"Gimana? Mau ikut gak? Aul, Sinta, Nanda dan Rahma ikut kok. Juga masih ada yang lainnya. Ya, ikut ya" Mila mempersatukan kedua telapak tangan di depan dagunya bertanda kalau dia memang sedang memohon padaku.
"Iya memang sih kita semua ikut, tapi gak di panitia yang sama. Aul di perlengkapan" sahut sinta di sampingku. " Eh anak itu memang gitu mah orangnya. Dia sukanya kerja di belakang layar dan tanpa mikir panjang" potong mila yang agak nyrocos dikit di depan sinta.
"Mm.. ya ok.." ucapanku belum selesai udah di potong aja langsung sama tu mila.
"Yeeeyy!!! Akhirnya Ika ikut juga kan." Spontan aku kaget karena belum apa apa sudah di bilang ikut.
"Eh.. tunggu tunggu aku belum selesai bicara. Bukan itu maksudku" Mila mendadak diam, dan keduanya menoleh dan menatap ke arahku secara bersamaan seakan akan mengancamku dengan sesuatu jika aku tidak mengikuti organisasi ini.
"Eh! apa maksud dari tatapan kalian? Kalian ingin makan aku? Sorry dagingku gak enak rasanya, pahit kayak ubi gosong."mohonku dengan mengangkat dua jari tangan di sebelah mukaku dan agak nyengir garing. "Maksud aku aku akan memikirkannya lagi dan akan masuk di panitia yang mana ok!".
"Bener ya?" sinta yang menginginkan kepastian dariku
. "Iya iya." Yang tadinya aku melihat ekspresi yang mengerikan dari wajah mereka kini sudah ceria seperti biasanya. Hadeeh.. aku menggelengkan kepala.
"Ok sekarang waktunya pulangkan? Ika, aku nebeng." Sinta memegang lengan tanganku selayaknya anak kecil yang minta coklat ke mamanya dengan logat yang manja. Eeh.. ampuun deh nih anak gak bosen bosennya.
"Ok deh. Aku duluan ya Mila". Aku menoleh kearah mila, mengangkat tangan dan melambaikan tangku pertanda dari perpisahan diantara kami hari ini.
"Ika, aku berenti di simpang aja deh. Arah rumah kitakan berlawanan, atau kamu mau anterin aku pulang?"
"eh enakan kamunya sin. Makanya rumah itu jangan jauh jauh. Ngekost aja, lagian kamu sering telatkan. Mana naik dua angkot lagi. Kalau pulang organisasikan malam gimana mau dapat angkot". Sambil menjulurkan lidahku ke sinta.
" Isss.. jahat banget lo.. teman apa itu doain kek gitu". Sinta lalu mengerucutkan bibirnya lima senti kedepan.
"Hahaha.. iya iya maaf deh. Sin kayaknya aku lebih cocok masuk ke panitia promosi deh. Soalnya sambil cari pengalaman nanti waktu kerja" Sinta langsung terbelalak matanya ketika mendengarkanku akan masuk panitia promosi.
"Iyakah?!! Benerkah itu?". sontak aku langsung kaget dan agak menghindar berapa senti dari jarak sinta yang memekakkan telingaku.
"IYAA!!".
"Ha-ha-ye-ye kita sama." Sinta melambaikan tangannya seraya anak kecil yang sedang memenangkan gamenya.
"Eh iya aku baru tahu ni. Ketua promosi tahu gak namanya? Dia terkenal ganteng, tinggi perfect deh pokoknya. Aku dengar dia anak dari direktur perusahaan YK. Dia jomblo lo, tapi aku jarang denger dia dekat sama cewek, dia gak terlalu tertarik dengan cewek. Susah juga ya mau deketin kalau seperti itu. Mana orangnya jarang bicara dia bicara kalau ada pentingnya aja. Eh, atau jangan jangan dia gay?!!". Sinta terbelalak sambil menutup mulutnya dan tidak menyangka itu akan terjadi.
DU LIEST GERADE
Hi Devan
Romantikcerita ini di awali dengan bertemunya ketua panitia organisasi yang super populer di kampus dan karena Ika terburu buru untuk menghadiri rapat tapi malah di tengah jalan mendapat sial karena bajunya basah kuyup gara-gara mobil yang melintas di depa...
