Part 1

311 5 0
                                        

Pagi hari yang cerah, terlibat gaduh didalam rumah sederhana yg berisi satu perempun berumur 15 tahun dan seorang wanita lansia berusia 65 tahun. "Aduuuh apalagi ya?? Buku? Udah. Pena? Udah. Semua udh, trus apalagi yaa??" Bingung permpuan itu. "Pakaian sekolah udh?" Tanya tiba2 seorang wanita paruh baya yg sekrang berada diambang pintu kamar perempuan itu. "Udh!" Pekiknya.
Wanita paruh baya itu menghela nafas lembut. "Yaudah mending sekrang kamu shalat, trus sarapan dan berangkat ke sekolah" saran wanita tersebut. "Mmmm iya nek" jawabnya lalu menarik handuk dan berlalu begitu saja didepan sang nenek.

😝😜

"Amel kita sekelass!!!!!" Terial mamas kaget saat melihat daftar kelas dimading sekolah barunya.
"Iya dih?? Yeayyy!" Seru amel.
"Uuh aku kelas B" tunduk ayu.
"Ayu jangan cemungut gtu napa? Walau kita gak skelas tpi kan kita masih bisa bareng2 yakan mel?" Tanya mamas.
"Iya ayu" tambah amel
Ayu mengembangkan senyumnya lalu berkata.
"Makasih yaa" sahut ayu.
Mamas dan amel tersenyum lalu "samasama ayuu" jawab mereka.

Taklama bell berbunyi, semua siswa/siswi baru memasuki kelas mereka masingmasing terutama mamas dan amel.

"Dew, gue takut banget osisnya pda galak" bisik mamas seraya melirik ke arah dua osis laki2 yg kini berada didepan kelas mereka.
"Tenang aja mas, mereka pasti baik ko" balas dewi.
"Kita kan blm kenal mereka, ya kali mereka pada baik ke kita" celetuk mamas.
"Gue kenal sama osis yg itu tuh (menunjuk osis laki2 yg sedang duduk) dia namanya Ade Sutisna dia sekampung sama gue" tutur dewi.
"Ooh terus yg satu lgi lo kenal gak?" Tanya mamas.
"Nggak kenal" jawab dewi.

Satu orang osis itu maju kedepan lalu memperkenalkan dirinya didepan siswa/siswi yg berada du dalam kelas itu tepatnya kelas A.

😜😝

Keesokan harinya mamas trlah berada disekolah baru, ia memakai baju putih biru dgn sepatu ventofel dan ia kini sedang duduk dikoridor sekolah dgn membaca satu buah novel. Tanpa ia ketahui ada seorang pria yg berda didalam kelas tepatnya kelas B mengintip mamas dijendela, senyum manis ia ukirkan tanpa mamas tau.
Taklam bell pulang untuk kelas XI dan XII bubar sementara mamas masih setia dgn membaca novel yg beberapa waktu lalu ia beli.

Pria tanpa memakai name tag itu kembali melihat mamas didepannya secara langsung, namun karna mamas masih terfukos ke bukunya ia tak menggubris orang2 yg berlalu lalang didepannya tepatnya satu pria berprawakan tinggi yg sedari tadi mengembangkan senyum termanis yg ia punya untuk mamas

Cinta Dalam DiamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang