chapter 1

220 8 0
                                        

LOWONGAN PEKERJAAN.
DIBUTUHKAN KINERJA KARYAWAN LAKI LAKI.
SEBAGAI PELAYAN CAFE'93
TANPA PERANTARA.
HUB.08222185XXXX

Dio membaca perlahan dengan seksama lembaran kertas yang tertempel di dinding dekat dengan halte bus. Segera ia mengambil ponselnya untuk menghubungi no. yang tertera di lembaran itu.

"permisi" sopan Dio setelah panggilannya terangkat.

"...".

"saya membaca lowongan pekerjaan yang anda buat". Jelas Dio langsung.
"...".

"baiklah, saya akan segera kesana secepatnya pak." Seketika terukir kebahagian di wajah tampan Dio setelah mendapat respon baik dari orang yang membuat lowongan pekerjaan itu.

Sambungan telepon sudah terputus tetapi Dio masih terlihat bahagia dengan kabar gembira ini. Ia akan menceritakan ini pada ibu dan adiknya setelah ia pulang nanti dari Cafe'93.

'Yesss akhirnya gue dapet pekerjaan'. Batinnya senang seakan ia ingin berteriak sekeras mungkin, tapi ia sadar kalau posisinya saat ini sedang ditempat umum. Ia tidak mau mangambil resiko dicap orang tidak waras oleh orang yang tengah berlalu lalang saat ini.

...........

CA....FE...'93

Dio mengeja nama cafe itu dengan kepala sedikit terangkat dan jari telunjuk yang menunjuk pada papan besar didepannya saat ini.lebih tepatnya diatasnya. Berfikir sejenak 'kenapa ini cafe bertuliskan tahun '93 sama kaya tahun kelahiran gue '93.' Batinnya bertanya-tanya. Ia penasaran sekali dengan asal usul dinamakannya cafe ini.

"apakah kamu anak muda yang menelepon saya beberapa saat yang lalu ?" pertanyaan itu berhasil membuyarkan rasa penasaran Dio dengan asal usul dinamakannya cafe'93 yang berdiri kokoh didepannya saat ini. Dio segera berbalik dan mendapati seorang pria parubaya yang tengah tersenyum padanya. Lalu membungkukan setengah badan untuk memberi salam pada pria parubaya itu.

"oh iya, pak. Saya yang tadi menghubungi bapak." Jawab Dio dengan senyuman yang terukir diwajahnya. Senyuman itu sangat indah, seakan akan membentuk tanda cinta 'love'. Mirip sekali.

"senyuman mu unik sekali anak muda." Puji pria parubaya itu saat melihat senyuman milik Dio. Bahkan pria parubaya itu merasa takjub dengan senyuman Dio. Bagaimana dengan wanita yang melihatnya. Pasti akan merasa meleleh. Ditambah dengan mata Dio yang ikut tersenyum.

"ahh, terimakasih." Dio sedikit terkekeh saat mendengar pujian yang dilontarkan oleh pria parubaya yang ada didepannya.

"panggil saja saya pak Amir. Mari masuk saya akan menjelaskan beberapa peraturan yang ada dicafe ini." Jelas pak Amir sembari memperkenalkan diri pada Dio.pak Amir jalan mendahului Dio untuk masuk ke cafe'93 itu. Dio pun mengikuti langkah pak Amir dari belakang dengan wajah yang terlihat bahagia sekali.

...........

'Ruangan pak Amir.'

" Kemarin Cafe ini tutup selama tiga hari. Karena cafe ini hanya memiliki seorang pegawai tetapi pegawai itu telah mengundurkan diri entah kenapa dan apa sebabnya. Saya tidak tahu. Karena itu saya membuat lowongan pekerjaan secepat mungkin untuk mendapatkan karyawan sebagai pelayan cafe'93 ini. Saya bersyukur karena anak muda berminat dengan pekerjaan ini. Dan kamu bisa bekerja disini mulai besok. Cafe ini buka setiap hari dari pukul 14.00 siang s/d 20.30 malam. Dan ini seragam kerja kamu. oh iya apa anak muda masih bersekolah ?" jelas panjang lebar pak Amir dan bertanya diakhir kalimatnya sembari memberi seragam kerja untuk dikenakan Dio pada jam kerja. Pak Amir masih memanggil Dio dengan sebutan ' anak muda'.karena pak Amir belum mengetahui nama Dio. Dan mungkin saat ini menurut pak Amir memanggil Dio dengan sebutan 'anak muda' sangat cocok.

COUPLE'93Stories to obsess over. Discover now