Rei

5 1 0
                                        

~Sia POV~

"Selamat Pagi," aku membuka pintu kelas. "Pagi, Sia. Pinjam PR, dong. Boleh, ya?" Irene membalas sapaanku. "Jangan dibiasain!" Aku memberi bukuku kepada Irene. "Hehe, Sia memang yang terbaik! Nanti aku traktir di kantin, deh!" Irene tersenyum dengan ceria. Aku menghela napas dan ikut tersenyum.

"Ya Ampun, Irene! Kau tidak mengerjakan PR lagi?" Felicia tiba-tiba datang. "Felicia! Wew, kau membuatku terkejut! Darimana saja kau?" "Perpustakaan, ada buku yang harus kucari," Felicia menunjukkan sebuah buku yang terlihat tebal.

"Temanmu saja rajin, kenapa kau malas, huh?" Aku menoleh, terasa familiar suara ini.... sudah kuduga, Rei. "Apa maumu, sih? Aku sedang tidak ingin bertengkar!" Aku menatap tajam matanya. "Ho~ sekarang sok jadi anak baik, ya?" Rei mendekatkan wajahnya ke wajahku. "Jarakmu terlalu dekat! Singkirkan wajahmu itu dari hadapanku!" Aku refleks mendorong dadanya. "Kau kasar sekali, Sia!" Rei tersenyum jahat padaku, lalu pergi bersama geng-nya.

Huh.. apa-apaan dia, membuat jarak sedekat itu? Deg.. deg.. deg.. hah? Perasaan apa ini? Tidak mungkin aku suka dengan Rei! Aku menggelengkan kepalaku dengan kencang. "Sia, kau jadi gila sekarang?" Felicia menatapku heran. "Hh.. tidak apa-apa," Aku menunduk. "Jangan-jangan kau.." Irene tiba-tiba menatap mataku, mendongakkan kepalanya--yang tadinya terus menunduk karena menyalin PR--

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 24, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

You And IWhere stories live. Discover now