RETURN A MILLION PIECES
Part 1
Ada empat sahabat yang selalu bersama sama. Walaupun berbeda status sosial tapi tak menghalangi persahabatan mereka. Tapi semua berubah setelah mereka semua dewasa .Berawal dari keinginan mereka untuk mewujudkan cita cita mereka, Rafi dan Wisnu adalah anak orang kaya sedangkan Teuku dan Panji adalah anak orang miskin . Rafi memutuskan untuk menjadi seorang polisi begitu pula dengan panji, keputusan Rafi ini disebabkan oleh kebangkrutan yang menipa keluarganya yang mengakibatkan kematian kedua orangtuanya. Membutnya menjadi orang yang perkerja keras dan jujur dalam setiap usahanya. Teunku menjadi anggota dewan dari partai yang terkemuka. Wisnu menghilang beberapa waktu karena tak bisa menyelesaikan kuliahnya akibat depresi dari orangtuanya yang masuk penjara karena tuduhan pencucian uang dan pengguanaan obat terlarang. Rafi telah menikah dengan teman masa SMA nya bernama Anggie wanita yang baik dan lembut, wanita ini dulu pernah disukai oleh empat sahabat ini tapi hanya rafi yang bisa menyentuh hatinya. Rafi ditugaskan untuk menyelidiki kasus penggelapan perdagangan dan penyelundupan TKI ilegal,’’ ini kasus yang berbahaya , sebaiknya kamu jangan terlibat lagi pula istrimu akan segera melahirkan, kata Panji kepada rafi. ‘’ aku tidak apa apa , lagi pula istriku mengijinkan jadi jangan terlalu hawatir. Mereka pun pergi bersama beberapa rekan mereka yang lain untuk menangkap pelakunya tapi nasib buruk sedang menimpa mereka semua , pasukan mereka kalah banyak Rafi tewas demi menyelamatkan rekan-rekannya. Panji yang juga dapat selamat berhasil membawa beberapa barang bukti dan bertapa kagetnya dia setelah menemukan ternyata dalang dari semuanya adalah teman baik mereka sendiri yaitu Wisnu . Kenyataan yang menyedihkan yang iya ketahui membuat panji begitu terpukul terlebih karena anggie sadang melahirkan dan itu membuatnya semakin sakit karena orang orang yang iya sayangi menderita dan telah pergi . Panji pergi mencari wisnu untuk mengetahui kebenaranya karena iya masih tak percaya akan kenyataa yang dihadapinya. Membuatnya semakin terkejut karena semua itu ternyata benar dan bertambah buruk lagi setelah dia mengetahui bahwa ini telah direncanakannya untuk menutupi kejahatanya, dan dia juga sangat marah saat mendengar bahwa semua uang itu akan digunakan untuk kepentingan politik Teunku, mulai saat itu Panji bertekat untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah terlibat didalamnya. Beberapa hari setelah anggie melahirkan Panjipun menemui anggie untuk memberitahukan kematian Rafi ’’ anggie bagaimana keaadaan mu? . ‘’ aku baik baik saja, kemana suamiku kenapa sampai sekarang belum dating dan menengok anak kami? Apa dia sangat sibuk hingga tidak sempat datang kemari?. Sejumlah pertanyaan anggie itu membuatnya sedih, Panji hanya bisa terdiam sambil menyembunyikan kesedihannya. Anggie ‘’ kenapa tak dijawab, apa dia benar benar sibuk?. Panji menarik dalam napasnya dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan anggie kepadanya anggie langsung menangis sejadi jadinya , berita yang disampaikan Panji membuatnya terpukul. Pagi sekali anggie bangun untuk memasak dan bertapa kagetnya dia tak menemukan lagi bayinya dan Panji, dia hanya menemukan pesan darinya bahwa dia akan menjaga anaknya dengan baik dan menyuruh anggie untuk hidup lebih baik , dia juga mengatakan akan membalaskan kematian Rafi . Panji membesarkannya dengan keras dan penuh kedisiplinan, bayi itu iya beri nama Rafi . Rafi kecil tumbuh menjadi pria yang tampan , kuat , dan pintar, tapi itu semua membuat dia menjadi memiliki sifat yang dingin, keras dan agak pendendan terhadap orang lain walaupun seperti itu dia memiliki ketulusan hati terbukti dari saat iya menyelamatkan seorang anak jalanan yang hampir tertangkap oleh preman dan dibawa untuk tinggal bersamanya. Kerena anak itu pula nyawanya hampir melayang untung saja Panji datang dan menyelamatkannya. Membuatnya harus tertikam pisau dan hampir menghilangkan nyawanya. Tepat disaat itu iya menceritakan siapa dirinya dan memberitahukan rafi kalau alasanya pergi adalah untuk membalaskan kematian Rafi dan seluruh rekan-rekannya dan meminta Rafi untuk membantunya untuk balas dendam . Berbeda dengan laras anak terlantar yang dibesarkan anggie, Laras memilki sifat baik, periang dan tulus mungkin itu yang membuat anggie manjadi kuat dan mampu mengobati sedikit luka hatinya. Sudah 23 tahun telah berlalu semenjak kepergian Panji dan bayinya. Panji dan rafi berniat pulang untuk membalas dendam dan untuk memulihkan kembali nama baik ayahnya yang dituduh menerima suap dan menyembunyikan barang bukti. Rafi datang terlebih dahulu bersama dengan jery anak yang diselamatkanya itu . jery bisa menjadi teman yang sangat baik untuknya karena jery mengerti dan setia terhadap mereka. Rafi diterima disebuah kantor kejaksaan dan dingkat sebagai jaksa muda yang berbakat. Rafi berkeja disana untuk mempermudah mereka mencari informasi. Laras yang berkerja sebagai seorang reporter berita ditugaskan untuk meliput kedatangan aditya hermawan putra dari Teunku hermawan , laras pun pergi ketempat pertemuan jumpa persnya,karena terburu buru dia tak sengaja menabrak seseorang’’ hey kamu tidak punya mata ya” menatap laras tajam dan berlalu begitu saja. Saat pulang dari liputan dia bertemu dengan orang yang iya tabrak tadi, laras bergegas mengejarnya untuk meminta maaf dan menyelesaikan kesalah pahaman barusan tapi tepat saat itu laki-laki tersebut sedang mengakat sebuah telpon terlihat buru-buru menuju sebuah mobil. Rafi datang dengan senyuman yang bahagia melihat ayahnya sudah menunggunya,’’ bagaimana keadaan mu? . ‘’ baik ayah’’. ‘’ ada yang ingin kuberitahukan padamu. ‘’ apa yah?’’ .’’ aku tidak ingin hubungan kita diketahui oleh orang lain. Tidak boleh satu orang pun yang tahu mengenai rahasia kita, bila ada yang mengetahuinya kamu dan semua orang disekeliling mu akan dalam bahaya. ‘’ iya ayah . laras ditugaskan untuk meliput kasus penggelapan dana. Saat iya mencoba untuk mengambil gambar dan terjatuh karena berebut dengan reporter yang lain . Tak disadarinya ada yang mengulurkan tangan padanya laras pun menerimanya tanpa pikir panjang ‘’ kau baik baik saja , kata orang yang menolong laras . laras sangat terkejut ternyata orang yang menolongnya adalah aditya, laras pun menjawab’’ ya, aku baik baik saja, terima kasih pak’’ dengan nada sedikit terkejut. aditya hanya membalas dengan senyuman ‘’ oh apa kamu seorang reporter?.’’ Iya pak saya seorang reporter’’ jangan panggil aku pak, terdengar aku seperti orangtua untuk mu’’. ‘’ emmh iya’’. Aku aditya , nama kamu siapa ?. ‘’ aku larasati. ‘’ jawab laras . setelah itu aditya pun pergi ,’’ laras kamu kemana saja? Masa aku meliput sendiri saja sih’’.kata seorang yang tiba tiba datang.’’ maaf nadia , aku tadi terjatuh makanya aku tak mengikutimu’’ jawab laras menyesal.’’ Iya laras tidak apa apa, apa kamu baik baik saja’’ kata nadia hawatir. ‘’ aku baik baik saja, nadia kita makan yu’’ ajak laras pada nadia. ‘’ oke, kita makan dikedai kopi ceria ya’’. ‘’ oke , baiklah’’. Sesampai dikedai kopi ‘’ laras besok aku tidak bisa masuk , aku ada sedikit urusan, apa kamu mau menolongku? Kata nadia pada laras. ‘’ iya, apa yang bisa ku bantu untukmu,jawab laras. ‘’ gantikan aku untuk mewancarai seorang jaksa muda, ini alamat kantornya, kamu maukan laras’’ kata nadia memohon. keesok harinya laras langsung ketempat jaksa muda itu dan menemuinya. Laras berjalan menuju ruangan jaksa muda itu setelah membuat janji ’’permisi, aku reporter yang ingin mewancarai anda’’kata laras. Jaksa muda itu menyuruh laras masuk, dan bertapa kagetnya mereka dengan pertemuan ini’’ kamu’’ kata mereka bersamaan dengan nada begitu kagetnya. Rafi ‘’ kamu yang menabrakku kemarinkan ? jadi kamu yang ingin mewawancaraiku”. Laras hanya bisa diam, rafi “kenapa diam tidak mau minta maaf’’ tanyanya. Laras “ eemh iya maafkan saya pak’’ kata laras. Rafi hanya mengangguk pelan mereka pun melakukan wawancara tapi karena rafi begitu sebal dengan laras rafi tidak mau banyak bicara hasil kerjaan laraspun berantakan karenanya . esok harinya laras kembali berkeja saaat menuju kantor iya melihat melihat seorang anak jadi korban tabrak lari diapun mencoba menolong ‘’ tolong tolong’’ teriak laras mencari bantuan tapi tak seorang pun menolong hingga tiba tiba ada mobil yang berhenti didepannya dan hampir menabraknya.’’ Hey apa kamu ingin mati berteriak ditengah jalan seperti itu? Bentak laki laki itu. Laras kaget dan lansung menghampiri laki laki itu’’ harusnya anda yang minya maaf dengan saya, anda hampir menabrak saya ‘’ kata laras membentak. Laki laki itupun turun dari mobilnya . mereka berdua sama sama kaget” kamu’’. Rafi ‘’ kamu lagi? Ada apa sih jadi berdiri ditengah jalan seperti orang gila saja’’ tanyanya . laras hanya diam, rafi begitu kaget setelah melihat anak yang sedang direbahkan laras itu. ‘’ apa kamu menabraknya? Kata rafi kaget. Laras ‘’ aku tidak menabraknya , dia korban tabrak lari’’ kata laras marah. Rafi melihatnya begitu kasian dan menolong anak itu’’ ayo cepat masuk bawa kemobilku’’ kata rafi. Mereka pun pergi kerumah sakit untuk menolong anak itu. Laras ‘’ oh iya, maafkan aku karena kejadian kemarin dan terimakasih mau menolong anak ini. Rafi hanya diam dan menatap laras tiba ada dokter datang yang memberitahukan bahwa anak itu harus dirawat, merekapun mencari orangtua anak itu bersama sama . setelah menemukan orangtua anak itu mereka pamitan untuk pulang. Rafi ‘’ maaf’’ katanya ragu, laras pun tersenyam dan menjawab’’ tidak apa apa, kita belum kenalan namuku larasati,nama kamu siapa?. Rafi ‘’ aku rafi gunawan’’ . laras ‘’ terimakasih mau membantu anak itu dan membayarkan biayanya, aku permisi dulu ya’’ kata laras ramah. Rafi tertegun melihatnya, rafi mengejar laras dan mengantarkanya pulang. Nadia ‘’ laras kenapa kemarin tidak ada dikantor apa kamu dapat tugas baru? . laras ‘’ tidak’’. Terus apa kamu sakit ‘’ Tanya nadia hawatir. Laras pun menjelaskan kejadian yang dialaminya kemarin. Ditengah perbincangan yang berlansung datang kepala redaktur memanggil mereka dan member sebuah tugas baru untuk meliput rajia yang berlangsung diklap malam setelah selesai meliput mereka memutuskan untuk tinggal dan bersantai diklap itu. Laras ‘’ nad aku ketoilet sebentar ya’’. Nadia ‘’ iya, jangan lama lama’’. Laras pergi ketoilet setelah selesai dia langsung kembali menemui nadia tapi ada tangan yang menariknya’’ hay mau senang senang sama kita?’’ kata segerombol laki laki. Laras ‘’ tidak, lepaskan aku’’ jawab laras tegas tapi laki laki itu tak mau melepaskannya iya berteriak minta tolong, dan tiba tiba ada yang melepaskan tangannya dari para laki laki tadi, ‘’ bukankah dia bilang lepaskan, jadi jangan ganggu dia’’ kata orang itu . laras dan gerombolan laki laki itu kaget.” kamu siapa? Kenapa ikut campur’’ kata laki laki itu. Orang itu hanya tersenyum dan menjawab’’ mau pergi dengan baik baik atau aku panggilkan petugas’’. Gerombolan laki laki itu pun langsung pergi. Laras terkejut ketika iya sadari orang yang menolongnya adalah rafi, laras ‘’ terima kasih ya’’. Rafi ‘’ kamu seharusnya jangan kesini dan berpakaian seperti ini, kalau kamu tidak terbiasa disini’’ katanya menjawab. Laras hanya diam , rafi langsung menarik tangan laras dan membawanya pergi. ‘’ laras, kemana saja aku mencari mu kemana mana? Tanya nadia yang tiba tiba datang . mereka berdua kaget dan langsung berpaling menghadap nadia. Laras’’ maaf nadia, tadi ada sedikit masalah’’. Nadia ‘’ masalah apa? Apa ada yang mengganggu mu? hawatir . laras “ iya tadi, untung ada yang menolongku. Nadia menarik napas lega’’ syukurlah, oh iya pria ini siapa?.. laras” ini rafi orang yang menolongku. Jery pun datang dan langsung menanyakan dua gadis yang sedang bersama Rafi” Mereka siapa?. Rafi hanya diam dan mengajak mereka untuk bersantai saja . ‘’ Apa mereka kekasihmu? Tanya jery lagi. Pertanyaan jery tadi langsung membuat mereka kaget’’ apa? Tidak” mereka serentak menjawab. Laras ‘’ aku tadi diselamatkan olehnya dan dia adalah temanku’’ jawab laras menerangkan. Jery ‘’ oh begitu. Setelah selesai bersantai rafi dan jery mengantarkan mereka pulang. Rafi pun langsung merebahkan badanya ditempat tidur, tiba tiba jery datang mengejutkannya’’ hey,sedang memikirkan apa lo? Katanya. Rafi ‘’ tidak memikirkan apapun’’. Mereka pun akhirnya tertidur bersama karena kelelahan. Esok paginya tiba tiba ada telpon yang membangunkan rafi ‘’ hallo, siapa ini? Tanyanya dengan suara yang berat . ‘’ ini aku’’ kata orang dalam telpon itu. Lantas rafi langsung bangun ternyata itu adalah ayahnya. Rafi ‘’ ada apa ayah?’’ . ayah “ sudah saatnya kita bergerak’’. Rafi ‘’ baiklah ayah’’ . Rafi pun menutup telponyanya. Jery memberitahukan orang yang pertama harus mereka selidiki adalah parhan agung seorang penjabat Negara yang terlibat dalam kasus pembantaian itu. Rafi menyelidikinya dengan sangat keras dan berhasil menemukan bukti keterlibatannya dan yang lebih mengerikan lagi dia terlibat dalam kasus penggelapan uang rakyat miskin. Rafi segera memberikan bukti kepada kepala jaksa untuk mengeluarkan surat penagkapan tapi sayang ditolak karena tak cukup bukti. Rafi berusaha lebih keras lagi dan berhasil masuk kedalam rumah parhan agung untuk mencari bukti dan iya menemukan banyak bukti, setelah menemukan dia bergeges pergi tapi aksinya ketahuan pengawal parhan, rafi berhasilkan mengalahkan pengawal. Dijalan sudah ada jery yang menunggunya, jery’’ kau baik baik saja ? Tanya jery. Rafi’’ seperti yang kau lihat aku berhasil’’. Mereka tersenyum. Paginya dikantor jery berpura pura dikagetkan dengan kiriman paket bukti kejahatan parhan agung, walaupun kepala jaksa ragu dengan bukti itu tapi itu cukup untuk menjebloskan parhan dalam penjara, berita parhan menjadi headline diberbagai pemberitaan. Laras ditugaskan untuk meliput lagi , rafi melihat laras yang begitu serius meliput rafi hanya tersenyum dan pergi begitu saja, selesai meliput laras ingin beristirahat dan melihat rafi sedang duduk disebuah bangku, laras menghampirinya’’ sedang apa?’’ Tanya laras. Rafi yang terkejut hanya diam. Laras “ aku Tanya kamu sedang apa?’’ katanya lagi. Rafi ‘’ aku sedang beristirahat sebentar’’ merekapun duduk bersama sambil bercengkrama. Tak terasa hari sudah sore laras bergegas pulang kerumahnya, karena tergesa gesa laras menyeberang sembarangan karenanya ada mobil yang menabraknya, orang yang menabraknya keluar dan membawa masuk laras kedalam mobilnya. ‘’ kamu sudah sadar’’ kata orang yang menabraknya. Laras kaget melihat orang yang bertanya itu’’ iya, kamu rafi kan . kenapa kamu ada disini aku dimana? Tanya laras heran. Rafi menjawab’’ tadi kamu menyeberang jalan tidak hati hati , aku tidak sengaja menabrakmu,kamu dirumah sakit tadi kamu pingsan’’. Laras ‘’ apa’’ sambil menahan sakit. Rapi ‘’ jangan banyak bergerak, kata dokter kamu baik baik saja hanya perlu istirahat karena kakimu terluka’’ menjelaskan laras hanya mengangguk pelan. Semalaman rafi terus menunggui laras , ibu laras hawatir karena laras belum pulang dan tidak bisa dihubungi, ibu mencoba mehubungi nadia tapi laras juga tak bersamanya. Pagi harinya ada mobil yang datang kerumah, ibu begitu kaget yang keluar dari mobil adalah laras yang turun dibantu oleh seorang laki laki. Ibu ‘’ kamu kenapa laras? Bertanya sambil menghampirinya. Laras ‘’ aku tidak apa apa hanya ‘’ sedikit terluka’’. Ibu ‘’ bagaimana tidak apa apa ? kamu sakit seperti itu’’ tambahnya lagi, laras hanya diam. Mereka pun masuk kedalam rumah laras menjelaskan kejadian sebenarnya dan mengenalkan rafi pada ibunya. Saat melihat rafi tiba tiba ibunya menangis. Laras ‘’ ibu kenapa? Apa ibu sakit? Tanyanya khawatir. ibu ‘’ aku baik baik saja, hanya teringat seseorang ‘’ jawabnya sedih . setelah tinggal sebentar rafi pamit untuk pulang, sepulangnya rafi, ibu terus memikirkan mendiang suaminya. Dikantor rafi terus teringat ibunya yang tak pernah iya ketahui sosoknya , ayah menelpon rafi kalau menangkap parhan hanya menemukan sedikit bukti kalau orangtuanya tak bersalah jadi rafi harus dapat menangkap dalannya . Dikantor nadia sangat khawarir pada laras, setelah mendengar kabar dari beberapa teman dikantornya bahwa laras sakit, sepulangnya dari kantor nadia langsung kerumah laras untuk menengoknya. Rapi yang masih hawatir pada keadaan laras berniat ingin melihatnya lagi tapi niatnya dihalangi oleh telpon dari ayahnya yang menyuruhnya untuk kerumah. Dia pun bergegas untuk kerumah, dirumah ayahnya sudah ada wanita yang ingin dikenalkan padanya. Ayah ‘’ kamu sudah datang, kenalkan ini natali anak teman bisnisku yang tertarik dengan biro perjalanan kita ‘’. Rafi ‘’ emmh, iya, aku rafi ‘’. Merekapun berbincang bincang lama , ayah berniat menjodohkan rafi . agar lebih mudah dalam penyelidikannya karena dia adalah anak seorang mentri Negara ini, rafi mengerti maksud ayahnya. Tapi dia menolak untuk menikah dengan natali, ayahnya tidak setuju dengan berbagai alasan akhirnya ayahnya setuju kalau rafi hanya berteman dekat saja dengan natali. Laras yang sudah sembuh siap kembali berkerja . rafi yang mencoba mencari informasi dari natali datang kepesta yang diaadakan oleh natali, laras ditugaskan untuk meliput pesta yang diadakan anak petinggi Negara tersebut, laras pun diberikan undangan, nadia’’ bukannya kau akan meliput acara resmi, kenapa tidak berpakaian yang sesuai? Seharusnya kamu mengganti pakaian mu’’ kata nadya memberi saran. Laras ‘’ yah mana sempat, aku buru buru’’ laras member alasan. Nadia ‘’ ku dengar acaranya jam 8 malam ini baru jam 5 kan masih sempat aku bantu kamu siap siap, oke’’ kata nadia bersemangat. Laras pun setuju, setelah selesai bersiap siap laras menuju pesta tersebut berlangsung disana nadia sibuk mengambil gambar ssetelah selesai mengambil gambar diapun menikmati pestanya, rafi yang sedari tadi bersantai dikagetkan dengan kedatangan orang yang duduk disebelahnya, rafi menengok dan memperhatikan orang itu. Rafi’’ laras, kenapa kamu ada disini’’ dengan nada yang sedikit kaget. Laras berpaling kehadapan arah suara itu. Laras ‘’ rafi, emmh aku disini karena ini’’ sambil memperlihatkan kameranya. Mereka pun menikmati pesta bersama sama sampai terdengar suara ada yang memanggilnya ‘’ rafi, ayo kesini’’ terdengar suara seorang wanita memanggilnya. Mereka pun bersama sama melihat kearah suara itu berada. Natali menghampiri mereka dan mengajak untuk makan bersama. Setelah acaranya berakhir laras pulang dengan berjalan kaki sambil memikirkan’’ apa mereka pacaran? Mereka terlihat serasi, dia cantik dan kaya sedangkan aku’’ dia pun tersadar dari lamunannya itu dan berkata’’ apa yang aku pikirkan’’ sambil menukul kepalanya. Tiba tiba ada preman datang yang ingin menggodanya laraspun mencoba melawan dan berlari tapi sayang karena preman itu sangat banyak hingga diapun tertangkap, tapi tiba tiba ada suara menyuruh untuk melepaskanya ternyata itu rafi. Rafi dapat mengalahkan semua preman itu. Rafi menghampiri laras yang ketakutan dan berkata’’ mereka telah pergi’’ sambil memegang tangan laras. Laras langsung memeluk rafi, rafi membalas pelukannya dan mencoba untuk menenangkan. Rafi mengantarkan laras pulang diperjalanan rafi terus memegang tagan laras dan berkata’’ seharusnya kamu jangan pulang sendirian jam segini’’. Laras hanya diam, sampai dirumah laras hanya mengucapkan terimakasih dan tidak banyak bicara. Karena hari libur kerja laras hanya menghabiskan waktunya untuk berdiam diri dirumah saja. Terdengar suara ibu yang memanggil laras dari ruang tengah, ibu’’laras ibu mau kepasar dulu, kalau ada pak jail berikan uang kebersihan ini ya. Laras’’ ibu tidak usah aku punya uang kok untuk membayar pak jail, simpan saja untuk ibu, siapa tahu ada yang ingin ibu beli. Ibu’’laras. Laras’’simpan saja bu, buat apa aku kerja uangnyakan untuk kita . ibu’’simpan untukmu saja nak untuk masa depanmu. Laras’’ibu aku sudah punya tabungan yang sudah kusisihkan, tidak apa-apabu. Ibu’’laras’’sambari memeluknya dengan hangat ‘’baiklah ibu kepasar dulu ya. Saat dijalan ibu dikagetkan dengan mobil yang tiba tiba berhenti didepannya dan oranng dalam mobil itupun keluar, ibu langsung mengenali orang itu dan lansung menghampirinya. Ibu ‘’ Panji ,kamu Panjikan? Mana anakku ’’ kata ibu menagis sambil memukul-mukul pundak Panji. Panji hanya diam dan membiarkan anggie memukulnya sampai puas, setelah anggie puas dan tenang wisnupun mulai bicara’’ bagaimana keadaanmu, aku selalu berharap kau baik baik saja anggie’’. Ibu’’seperi yang kamu lihat, mana anakku?, Panji hanya diam tak menjawab. Ibu ‘’ kenapa kamu diam , mana anakku’’tanyanya lagi.’’ dia baik baik saja, dia sekolah diluar negri , jadi kamu jangan khawatir’’ jawabnya. Ibu ‘’ bagaimana aku tidak hawatir, aku tidak tau bagaimana dia, tak pernah melihatnya bahkan tidak tahu namanya’’ jawab nya sedih dengan airmata yang terus mengalir. ’’ dia akan baik baik saja ‘’ jawabnya dan meninggalkan anggie, walaupun hati Panji sedih melihat angggie seperti itu tapi dia harus melakukanya. Ibu pulang dengan mata yang masih berkaca kaca laras hawatir dan menanyakan apa ada Sesutu, ibu hanya diam dan memeluk laras . Pagi hari saat laras ingin berpamitan untuk berkerja ibunya jatuh pingsan melihat keadaan itu membuat laras terkejut terlebih ketika iya memegang ibunya badanya terasa begitu panas. Laras membanya kerumah sakit kata dokter selama ini ibunya menyembunyikan penyakitnya dari laras. Mengetahui kenyataan ini laras menjadi sangat sedih. Dia hanya bisa menangis dan terus menggenggam tangan ibunya.
Bersambung….
Masih belajar untuk menulis dan berusaha untuk melekukan yang terbaik dan terus menjadi baik terimakasih
