Perkenalan, Yuk!

162 16 2
                                        

Jeng.

Lampu sorot pun diarahkan kepada seorang pria jangkung berambut indigo hingga seleher, menggunakan kemeja putih agak lusuh plus suspender yang mengait celana kepanjangannya. Mengenakan mic, ia tampak berjalan mendekati para fans yang terduduk dengan anteng di depannya.

Narrator : Tes, satu dua. Halooo! Saya selaku pembawa acara suatu talkshow yang Author jadwalkan tayang hari ini, senang sekali bisa mengenal kalian! Hari ini saya membawa acara ini, terkhusus mengenai ide untuk mewawancari sejumlah aktor—ahem, mata-mata kawakan sebuah agensi bernama D-Agency! Wooohoooo, siapa sih yang tidak luluh melihat ketampanan delapan pria tampan versi jadul ini?!

(Terdengar suara fans yang jejeritan bahagia. Ada kali yang nekat lompat dari barisan supporter. Untung saja dihalang-halangi tukang jaga dari fandom sebelah.)

Narrator : Baik, baik. Mari kita sambut delapan pria terganteng versi Forb—lupakan! Satu, dua...!

(Dan tirai panggung pun disingkap. Muncul delapan pria yang berdiri dengan muka super bingung—tidak usah ditanya bagaimana mereka bisa berdiri seperti orang bego di panggung.)

A (sebut saja demikian) : Woi, ada apaan ini?! Aku kok masih hidup—.

Narrator : Tidak, kamu tidak mati kok, A-san. Duduk, duduklaaah!

Narrator lantas menggiring delapan anak gug—oke, pria kebingungan tadi menuju tiga sofa yang sudah disediakan di sana. Fans seketika membludak, ada yang menangis lebai saking bahagianya, ada pula yang pingsan, ada yang bahkan bawa-bawa pisau dan meneriakkan kalimat ajakan menikah. Oh, para fans rupanya sudah sedemikian horor, sampai-sampai ada yang melambaikan foto terlarangnya mereka—tunggu, darimana mereka mendapatkannya?!

Narrator : Mari kita perkenalkan dulu. Biar nggak canggung, ya kaan?

(Fans : Iyaaaa!)

Narrator : Baiklah. Sebelum memulai acara perkenalan, ada baiknya saya menjelaskan sedikit dari acara talkshow ini. Talkshow ini mempersilakankan para Reader/Fans untuk bertanya kepada delapan pria tampan aduhai ini. Pertama-tama, Miyoshi!

Miyoshi : A-Ah... Halo! *senyum pepsodent* Lalu, Narrator, tadi barusan... Aku nggak mati 'kan?! *menatap berbelas kasihan ke Narrator*

Narrator : Tidak kok, tidak sama sekali! *senyum* Hanya saja, aku menggali kuburanmu dan membawa kamu untuk dihidupkan kembali. Lihatlah, para fans yang rela menangisi nisanmu, lho! *lalu mengarahkan Miyoshi ke kumpulan fans-nya*

(Fans : MIYOSSSSSSSSSHHHIII! KENAPA KAU MATIIIII TADI ITUUU—.)

Miyoshi : Oke, oke, aku mengerti. Aku sudah sedemikian fabulous ya... *lalu kibasin poni*

B : Dih, narsis! Gila memuji diri, diiih!

Narrator : Oh, lalu perkenalkan ke B-san, alias Kaminaga! Silakan sapa mereka~

(Fans : KAMINAGAAAA~~~)

Kaminaga : Woi—eh... Um, hai! Nice to meet you, Ladies!

(Fans seketika pingsan, tersepona oleh kegantengan + muka bling-bling Kaminaga)

Narrator : Lalu Hatano, Fukumoto, Odagiri—.

D-Agency Talkshow!Where stories live. Discover now