"Riana,turun de. Makan malam dulu sini"
Riana terkejut dengan suara tante nya. Riana gak menjawab, ia masih pengen tidur. Tapi ya gitu, tantenya sangat brisik untuk membangunkannya. Kalau dilihat-lihat, sikap Riana ini dibilang sangat jutek. Ia gak pernah menjawab panggilan tantenya. Tapi Riana ini, anaknya manja abis. Terus kalau udah dapet masalah aja,baru deket sama tantenya.
Riana adalah seorang siswi kelas 3 SMA, lebih tepatnya dia udah lulus sih. Dia dulu sekolah di SMA yang cukup terkenal di Jakarta. Riana juga punya kakak, yang namanya gak beda jauh sama Riana. Raina. Ya, nama kakaknya Riana itu Raina. Semoga kalian gak bingung untuk membedakan nama kakak beradik ini.
Dengan semangat yang minim, Riana mencoba melawan rasa ngantuknya. Ia mulai berdiri dan berusaha untuk mengumpulkan tenaga. Matanya masih terpenjam, ia belom bisa buka mata. Perlahan ia mencoba buka mata dan melihat jam dinding, yang tergantung di kamarnya. Tidak! Ini sudah pukul 8 malam, ia berarti tertidur selama 4 jam! Matanya langsung melongo, ia mulai bingung kenapa ia bisa tidur selama ini.
Akhirnya Riana mulai berjalan keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan. Ditatapnya keluarganya itu dengan wajah masih mengantuk. Walaupun sebenarnya ia ngantuk, tapi ia tetap memaksa untuk turun dan ikut makan malam bersama. Perutnya sih daritadi gak bisa diem untuk minta makan.
"kamu kenapa de? Sini duduk makan, udah jam 8 lo," ucap tante Misya dengan lembut.
Riana tidak menjawab nya dan langsung duduk di sebelah Wina. Anak dari tante Misya. Wina memang lebih tua daripada Riana, namun apapun masalah yang di hadapi Wina dalam rumah itu, pasti keluarga nya selalu menyalahkan Riana yang jelas-jelas bukan akar dari masalah itu. Awal nya Riana sempat kesal dengan saudari sepupunya itu, namun mau bagaimana lagi, ia hanya menumpang dan bukan keluarga kandung di sana.
Riana memandang makanan yang terdapat di meja makan, ia sama sekali tidak srek dengan makanan itu. Dengan raut muka yang tidak nyaman, Riana beranjak pergi dari ruang makan dan pergi menuju kamarnya.
"de mau kemana? Makan dulu kamu ah" suruh tante Misya sambil menaruh sesendok nasi putih ke piring suaminya.
"nggak tante, aku delivery aja. Lagi gak pengen makan nasi" ucapnya bohong.
Tante Misya hanya tersenyum dan menyusul Riana menuju kamarnya. Walaupun tante Misya baik pada hari ini, tapi hal itu tidak membuat Riana bisa mulai menyukai tante ini. Riana kaget saat mengetahui tante Misya mengikutinya naik ke atas kamarnya.Yaelah nih tante, ngapain pake ikutan naik sih, kepo banget, keluhnya dalam hati.
Tiba-tiba langkah Riana terhenti di ambang pintu kamarnya.
"tante ngapain?"
Tante Misya terdiam sejenak, ia bingung mencari alasan apa yang cocok untuk menipu keponakannya ini. Keponakannya ini memang selalu jago untuk mengetahui seseorang yang sedang berbohong atau tidak.
"tante mau kepoin aku ya tan? Atau tante mau nyoba ngehibur aku? Sory tan, aku cuma bisa di hibur sama kakak aku sendiri. Dan bukan tante sekeluarga!" ucapnya lantang. Riana mulai berjalan memasuki kamarnya.
Tante Misya kaget mendengar ucapan keponakannya itu. Ia memang tau keponakannya itu memang susah untuk menyukai orang. Namun ia yakin bahwa Riana akan berubah secepatnya. Tante Misya duduk di atas ranjang Riana.
"de, TanMi tau kalau kamu pasti punya alasan mengapa kamu bersikap seperti ini, tanMi hargai itu".
Riana masih tidak menggubris ucapan tante nya itu, dan ia mulai berjalan mendekati jendela.
"minggu depan kamu liburan kan? Kamu mau jenguk kakakmu? Tanmi bahkal tanggung semuanya"tawar tante Misya. Riana terdiam sejenak, ia mulai menyukai dengan tawaran tantenya itu. Inilah saat-saat yang sudah lama ia inginkan. Sudah sembilan bulan Riana tidak bertemu kakaknya yang sedang kuliah dan berkerja di Roma.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
PERGI DAN KEMBALI
Fantastik"Kamu pergi dengan rasa bersalah mu, dan kamu kembali dengan rasa cinta yang baru"
