Masihkah disana?

157 5 0
                                        

Hallo rindu, masihkah disana? Tak terasa sudah 1 tahun lebih kita berperan layaknya orang asing, dan tak terasa juga kamu hampir berhasil melupakan memori lama dan menggantinya dengan cerita baru. Saya turut senang melihat kamu menuliskan cerita baru yang menyenangkan dan menggantikan cerita buram yang telah saya tulis. Saya harap kamu bisa menuliskan semua cerita yang menyenangkan tanpa adanya cerita sedih yang mengiringi. Jika semua cerita itu sudah terkumpul, maka saya rela untuk menjadi orang pertama yang membacanya, saya akan membacanya dengan lantang dan perlahan, memastikan agar tak ada cerita sedih yang terselip diantara ratusan, bahkan ribuan cerita menyenangkan yang telah kamu tuliskan. Sudah terlalu banyak noda tangis dan unsur haru yang telah saya tulis dulu, semoga peran utama yang baru bisa menjadi kertas putih yang bersih, tempat untuk menampung dan menuliskan cerita baru yang menyenangkan. Karena pada dasarnya sebuah noda tidak bisa dihapus, apalagi jika noda tersebut tercecer diatas kertas kusam yang kotor dan penuh debu. Ya saya adalah kertas kusam yang kotor dan penuh debu, saya tak tahu apa rasanya menulis cerita diatas kertas seperti saya. Mungkin tetesan tinta nya terbuang sia-sia, saya hanyalah sebuah kertas daur ulang yang berwarna buram, bahkan jika kamu menggambar sebuah pelangi diatasnya, pelangi tersebut akan terlihat gelap seperti memori dan cerita lampau yang tersisa. Pelangi pun mungkin akan menangis karena ketujuh warna indahnya takkan terlihat indah lagi. kini pelangi dengan tujuh komposisi warna yang sempurna telah terlukis di selembar kertas putih yang baru, hujan serta petir sudah terhenti karena mentari sudah mulai menyinari, serta kutub negatif sudah berubah menjadi positif. Lampu sudah menyala dan kegelapan pun sirna, serta api yang berkobar pun sudah membeku. Saya harap sajak yang saya buat hari ini dapat melontarkan isi hati saya, dan saya harap kamu bisa menyalin semua cerita menyenangkan yang telah kamu tulis di kertas buram ke kertas putih, agar kamu tak perlu menyimpan kertas buram hanya untuk sekedar membaca ulang sebuah kenangan

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Aug 16, 2016 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

BuramOnde histórias criam vida. Descubra agora