[Daehan] You are Still My Superman

399 33 3
                                        


"Eomma."

"Eomma~"

"Eomma!"

Suara tiga panggilan itu mengganggu waktuku untuk melanjutkan tidur. Hidup dengan ketiga laki-laki lain membuatku harus selalu terbiasa dengan kehadiran mereka. Kami, para laki-laki, memang lebih suka diperhatian dan diurusi oleh wanita, termasuk aku.

Aku mengusap pelan kedua mata, mencoba membiasakan diri pada cahaya sinar matahari yang menerobos masuk lewat kaca-kaca jendela unit apartemen yang kutinggali. Mataku memang sejak dulu sedikit sensitif dengan cahaya terang, apalagi daya penglihatanku juga buruk.

Saat mataku sudah dapat melihat jelas, aku menyadari bahwa aku satu-satunya laki-laki yang masih dalam keadaan kusut. Mereka, tiga orang itu, duduk di meja panjang yang berada di dekat dapur, menunggu makanan dengan sabar. Senyum mereka terpancar, terlihat sangat menikmati kebersamaan yang ada.

"Daehan hyung!" Namaku disebut. Aku menoleh pada sosok berwajah bundar di meja makan. Adik keduaku, Manse, tersenyum saat aku memandang wajahnya. Kedua laki-laki lain langsung menyadari diriku yang sudah bangun tidur.

"Daehan-a, kau pasti terlalu lelah kemarin malam. Ayo mandi, lalu makan. Kita akan pergi piknik hari ini." Abeojiku selalu seperti itu, wajah tenang dan tampannya selalu memiliki efek hipnotis, dimana pada akhirnya, aku selalu menuruti perkataannya.

Matanya terkadang membentuk senyuman. Namun, figure tegas pada dirinya tampak sangat yakin serta membuat diriku nyaman. Setiap jengkal tubuhnya seolah-olah berkata bahwa aku akan baik-baik saja, selama ada Abeoji di sampingku.

"Hyung, ayo cepat ke sini. Ada Bakpau daging kesukaanmu. Ada acar lobak kuning juga, khusus untuk Hyung." Minguk menimpali perkataan Abeoji. Ah, ya. Acar lobak kuning dan bakpau, kombinasi makanan yang sanggup membuat seluruh anggota rumah ini berdecak heran, namun toh eomma dan Abeoji selalu menyiapkan pesanan khusus ini juga setiap ada kesempatan untuk mencicipi bakpau.

"Iya, aku mandi dulu, Abeoji, Minguk-ah." Aku memasuki kamar pribadi, membasuh tubuhku kilat meskipun sebelum itu aku lebih memilih bermain air di wastafel sambil menyikat gigi. Aku sangat suka air. Dinginnya air mengalir mampu membuat diriku terjaga di sisa-sisa rasa kantuk yang masih belum hilang.

Sesudah membersihkan diri dan berpakaian, aku bergabung dengan mereka. Eomma sudah selesai memasak hidangan sarapan kami. Dia tampak sama, begitu berkharisma namun sangat cantik, di usianya kini. Senyum tipisnya sangat manis. Pantas saja Abeoji begitu mencintai Eomma.

"Daehan-a, eomma sudah bilang kan, jangan memaksakan diri belajar sampai dini hari. Tubuhmu butuh istirahat, sayang." Meskipun penampilannya sangat intelek, aku sangat menyukai Eomma yang tidak pernah memaksakan sesuatu pada anak-anaknya jika berkaitan dengan pendidikan dan hobi aku, Minguk, dan Manse. Eomma malah mengkhawatirkanku yang sering begadang hanya untuk mencoba eksperimen baru. Hmmm, dasar Eomma. Padahal aku ingin bisa menjadi seperti Eomma.

"Kabel-kabel listrik dan semua peralatan sudah Abeoji taruh di lemarimu. Kau mencoba eksperimen apa lagi kali ini, Daehan-a?" Abeoji bertanya padaku. Sumpit masih menggantung di udara. Ah, ya, Abeoji harus tahu apa yang aku lakukan semalam.

"Gomawo, Abeoji. Jadi begini, Abeoji kemarin perhatikan tidak dua lempeng kecil yang berlainan warna? Yang putih adalah lempeng aluminium dan yang keemasan namanya plat tembaga. Aku mencoba menyalakan lampu dengan menggunakan hukum elektrolisis pada cairan, namun ternyata PH cairan yang dituang dalam gelas belum cukup baik untuk menghasilkan cahaya lampu yang terang." Abeoji mengangguk pelan sambil terus memperhatikanku. "Aku juga mencoba membuat jam air menggunakan energy potensial. Abeoji tahu kan, seperti drama yang waktu itu Abeoji perankan?"

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 10, 2016 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

[Song Triplets Fanfiction] After TROSHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora