Terapung

155 2 2
                                        

Sebelumnya ini cerita bersetingan jaman penjelajahan dunia dengan semangat 3G hayo siapa yang masih inget pelajaran IPSnya? Tokoh utama yang terlibat dalam cerita ini sekitar 4 orang, dan tokoh utamanya yaitu Jenifer (5) dan Levi (7), ada Arthur (30) dan captain Boston (60).
Happy reading^^

Jenifer prov

"Hei lihat aku menemukan setumpukan foto" berbisik dan menepuk pundak Levi.

Segera aku menarik tangan Levi menuju salah satu ruang kapal.

"Apa yang kau lakukan? Ini ruangan captain ayahku" kata Levi sambil menahan badannya agar tidak tertarik olehku.

"Sudah tidak apa apa, sini liat lah" aku mengambil setumpukan foto di bawah tempat tidur kayu dan meletakannya diatas meja, dengan bantuan pelita aku membuka foto itu satu persatu.

Aku melihat setumpukan foto hitam putih dengan cahaya remang dari pelita, dan terlihat jelas oleh ku itu foto keluarga Levi di New york, aku melihat ada foto ketika paman Arthur dan bibi Anne menikah, bibi Anne mengendong bayi yang aku yakin sekali itu Levi, tiba-tiba ketika sedang melihat foto itu satu persatu aku melihat beberapa foto wanita tampa busana dengan berbagai foto.
"Bukankah ini ibumu?"

"Mana.?" tiba-tiba Levi sudah berada berdiri di belakangku.

"Ini, dan hei kenapa ia tidak mengenakan baju?"

"Entah lah yang jelas itu bukan ibuku"

Braaaakkkk tiba-tiba pintu kamar ini terbuka dan captain Boston datang

Author prov

"Apa yang kalian lakukan disini?" Boston tiba-tiba datang dan menghapiri Jenifer dan Levi.

Boston melihat beberapa foto berserakan diatas meja dan salah satunya terdapat foto yang tidak pantas untuk di lihat anak kecil. Boston segera mengambil rotan dan memukul Levi.

"Pasti kau yang mengajari Jenifer untuk melihat ini kan mentang mentang ini kamar ayah mu?" Boston terus memukuli bokong Levi dengan rotan.

"Aaaarrrgghhh ampun paman ampun, aku tidak melakukannya" kata Levi sambil meringis kesakitan.

"Hiiiikksss iya paman bukan Levi yang mengajak ku tapi aku yang mengajaknya" isak Jenifer karena tidak tega melihat Levi terus di pukuli rotan oleh Boston.

"Api.,, ada api... Kebakaran..." tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar ruangan itu.

"Ayo ikut aku" kata Boston sambil menarik kedua anak itu.

Levi prov

Kami keluar dari kamar ayah, dan seluruh kapal sudah di penuhi asap yang sangat tebal, aku menghiraukan rasa sakitku dan berteriak untuk mecari ayah.
"Ayaaaaahhhhhh"

"Levii..., Jenifeeeerr,,, dimana kalian? Cepat selamatkan diri kalian" terdengar dengan jelas ayah berteriak memanggil namaku, tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena asap yang tebal.

Asap yang semakin menebal dan terasa sangat panas, paman Boston menarik aku dan Jenifer untuk naik ke skoci di sampinh kapal, aku melihat kedalamnya dan skoci itu kosong.

"Tapi dimana ayah?" kataku sambil menahan diri ketika paman Boston mendorong ku untuk masuk kedalam skoci.

"Ayahmu pasti selamat, ada satu skoci lagi di sisi lain kapal"

Mendengar kalimat itu aku menjadi tenang, dan akhirnya aku, Jenifer dan paman Boston menaiki skoci itu.

"Captain Boston dimana kau? Tolong jaga anak dan keponakan ku" aku masih mendengar suara teriakan ayah.

"Kau dimana Arthur? Saya tidak bisa melihat mu, asap terlalu tebal" kata paman Boston.

"Levi, Jenifer apaa kalian baik-baik saja?" teriak ayah.

"Ya ayah kami baik baik saja"

"Ayah aku tidak bisa melihat mu" aku berteriak sekali lagi.

"Percayalah nak kita akan selamat, dan selama kau bersama Paman Boston kau pasti akan terus hidup"

***

Perlahan tapi pasti skoci yang aku naiki menjauh dari kapal kami yang terbakar, kami terombang-ambing di atas lautan samudra pasifik yang sangat luas, hanya bulan bintang yang terlihat, dan kapal yang terbakar yang perlahan mulai menjauh.

"Tenang nak, kita akan selamat, sekarang tidurlah, berharap besok kita akan menemukan keajaiban" kata paman Arthur.

Aku hanya mengangguk pelan sambil menahan air mataku agar tidak terjatuh. Aku melihat ke arah Jenifer yang dari tadi hanya menangis ketakutan memeluk ku dengan sangat erat, aku kasihan sekali padanya, aku segera melepas jaket ku dan memakaikannya padanya.

Aku terus menatap langit dan perlahan ku mulai tertidur...

****

Hei gimana ceritanya? Duh absurd ya ? Banyak typonya ya? :( kasih komentar dong biar bisa bikin lanjutannya yang lebih baik hehehe. Jangan lupa vote ya, happy reading^^

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 18, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BERRYStories to obsess over. Discover now