one

1.8K 69 3
                                        

Beijing, China

Terlihat pria tampan namun juga bisa terlihat sangat cantik dalam satu waktu kini sedang meringkuh di dalam kasur ukuran king size nya dengan nyaman dengan dibalut selimut sehalus sutra yang sangat nyaman dan tentunya akan membuat siapa saja akan tertidur pulas.

Wajah seputih susu dan lekuk wajah yang sempurna membuat siapa saja tak menyangka jika sebentar lagi pria tampan ini akan segera berumur 21 tahun, ya Luhan sebentar lagi akan berulang tahun yang ke 21 umur yang dirasa sudah sangat tepat untuk bisa menjalin tali asmara namun tentunya pria yang bisa terlihat tampan dan cantik dalam satu waktu ini tak mau dikekang untuk hal hal yang bersifat sangat pribadi seperti itu bahkan orang tua luhan pun tak ingin mencampuri urusan anak tertua dikeluarga Xi itu.

Dan satu hal yang harus diterima luhan jika ia ingin orang tuanya tidak mencampuri urusan pribadinya terlalu dalam yaitu luhan harus pindah dari China ke Korea untuk meneruskan perusahaan keluarganya yang sedang berkembang di sana dan itu adalah hal yang membuat luhan frustasi karena satu sisi ia tak ingin meninggalkan tempat kelahirannya namun satu sisi lagi ia tak ingin kehidupan pribadinya di ganggu oleh kedua orang tuanya. Karena menurutnya hati bukanlah hal yang bisa dipaksakan begitu saja.

Dan terik matahari membuat si pria bermata rusa ini menggeliat mencari posisi yang nyaman dalam tidurnya dan sedikit membuka mata dan beberapa kali mengerjapkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya yang begitu terang hingga...
Tok.. tok.. tok

'Tuan muda luhan bangunlah, telah ditunggu oleh tuan besar di meja makan untuk sarapan bersama' ujar wanita paruh baya yang telah menjadi asisten rumah tangga keluarga Xi yang telah mengabdi pada keluarganya bahkan sejak luhan masi dalam kandungan ibunya

'Emmhh, baik aku turun sebentar lagi bi' ujar luhan yang kini menggeliat bak ulat di dalam kasurnya sendiri. 'Hahh masih ngantuk sekali' ujarnya yang terdengar seperti menggumam

.
.
.
.

'Bagaimana? Apa dia sudah bangun bi?' Ujar joongki yakni ayah kandung luhan yang sepintas terlihat bak kakak bagi luhan karna walaupun dengan umur yang tak muda lagi kharisma seorang Xi joongki tak akan pernah padam dan terlihat seperti ayah muda yang baru memiliki anak usia 10 tahun walau pada kenyataanya umur anaknya kini akan segera menginjak umur 21 tahun dan tentu saja untuk merayakan hari yang setiap tahunya akan menjadi hari yang sangat bersejarah di hidup joongki karena putra pertama nya akan bertambah usia dan setiap tahunnya pula joongki akan merasa bahwa ia telah menjadi seorang kakek kakek tua yang harus segera menimang cucu dan tentu saja hal itu takkan segera terkabulkan mengingat bagaimana sifat putra nya itu.

'Sayang jangan melamun, ayo makan sarapanmu dan aku yang akan membangunkan rusa bodoh itu' ujar wanita yang kini tengah menyiapkan masakan utama untuk sarapan hari ini, jihyo adalah ibu muda yang bisa dibilang sukses membuat semua orang tak percaya bahwa kini ia telah memiliki 2 orang putra dan wajah cantik alami nya terkadang membuat joongki memiliki banyak pesaing yang walaupun jihyo mengatakan telah memiliki suami para lelaki yang menganggunya takkan percaya akan hal itu dan malah menantang jihyo untuk menunjukan suami nya saat itu juga seperti saat jihyo pergi ke reuni sekolah menengah atas nya.

jihyo hanya mengenakan kemeja putih tulang dipadu bawahan rok panjang yang sedikit membelah hingga lututnya dengan tambahan kaca mata hitam dan jam tangan favoritnya membuat seluruh mata kawan kawan lamanya melihat nya tak berkedip dan menanyakan apa jihyo sudah menikah atau belum dan setiap jihyo ingat pertanyaan konyol itu ingin rasanya ia selalu membawa suami serta kedua putranya untuk ikut kemana pun ia pergi sehingga tak perlu lagi ia menjelaskan hal yang benar benar menggelikan menurutnya.

Tuk..tukk...tukk..

Terdengar langkah kaki yang terburu buru menuruni tangga kediaman keluarga Xi itu dan..

HeartbeatWhere stories live. Discover now