Tetes embun terakhit jatuh perlahan seiring fajar menyapa dedaunan, sisa purnama telah tenggelam membawa bayangan malam. Udara yang diam begitu indah menghindari bola matahari dengan kemuningan sinarnya.
Tetes embun jatuh perlahan seiring fajar menyapa dedaunan, sisa purnama telah tenggelam membawa bayangan malam. Udara yang diam begitu indah menghindari bola matahari dengan kemuningan sinarnya. Hari ini, hari pertama jingga masuk sekolah. Setelah beberapa minggu ia selesai berlibur, Anggie meminta jingga untuk datang ke stadion lapangan basket. Sebelumnya jingga memang tidak pernah berminat dengan basket, walaupun sekedar menonton Anggie latihan. Di sekeliling lapangan terdapat tempat duduk penonton sehingga jingga bisa leluasa memotret foto Anggie berbagai sudut. Selesai memotret, jingga mencari-cari toilet. Meskipun belum terlalu mengenal tempat ini, mau tidak mau jingga memberanikan diri untuk menjelejahinya. Untung ada penanda di dinding sehingga jingga tinggal mengikuti penunjuk itu. Setelah melewati belokan, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak jingga. Jingga terlonjak kaget dan refleks membalikkan badan, membuat rambut shaggy sebahu dan poni miringnya ikut melambai searah gerakanya. Di hadapanya berdiri seorang cowok yang sepertinya seumuran denganya. Cowok itulah yang mengagetkanya. Diam-diam jingga meneliti cowok itu. Hidungnya mancung, dengan rambut di potong pendek, alis mata yang tebal, postur tinggi sekitar seratus delapan puluhan dan badan proposional. Dia memakai kemeja biru yang dibiarkanya keluar dari celana jin yang juga berwarna biru dan sneakers biru. Bagi jingga cowok itu keren. "Kamu jingga kan?" tanya cowok itu, sok akrab. Mereka berdiri bersisian, membuat jingga terlihat pendek di sisi cowok itu. Jingga hanya membalas dengan anggukan. Tidak ada yang salah, namaku Jingga Angelina Azahra dan memang biasa di panggil Jingga, batinya.Jingga memberikan cowok itu senyuman, lalu jingga pergi meninggalkanya. Karna sifat jingga yang sekejam itu membuat cowok itu spontan mencekal lengan jingga ketika mereka sudah bersisihan,"Jingga?" jeritnya. "Sorry?" jingga menghentikan langkahnya, membalikkan badan menghadap pada cowok itu dan bertanya dengan kening berkerut. "Kamu jingga kan?" tanya cowok itu lagi. "Hmm, nggak usah sok kenal, deh," balas jingga dingin, menepis tangan cowok yang memegangnya. Jingga melengkungkan bibirnya sebal, dengan cowok itu. "Denger ya, aku enggak kenal kamu!" geram jingga penuh penekanan. Tanpa diduga, cowok itu merespons perkataan jingga dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi cowok itu kembali seperti semula, walaupun dia terlihat keras berusaha mengendalikan keterkejutanya. Jingga pergi begitu saja, wajahnya memanas karena emosi. Sambil menahan kesal, Jingga berjalan menuju toilet. Jingga terus memikirkan cowok itu, entah kenapa ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Tapi ya sudah lah, abaikan apa yang terjadi hari ini. Batinya. Sekembalinya dari toilet, Jingga duduk di salah satu kursi penonton. Meskipun matanya tertuju pada Anggie yang asyik berlatih, tatapanya terlihat kosong. Saat ia melihat latihan tempat putra, matanya bertabrakan dengan seorang cowok yang tadi mengagetkanya. Loitukancowoktadikokadadisinijugasih?. Batinya lagi. Kali ini bukan karena sebal, tetapi malah seperti tersengat aliran listrik. Hanya beberapa detik, tetapi mampu membuat wajah Jingga memanas. ⭐⭐⭐ Sore itu, selesai mengantarkan anggie Jingga langsung pergi ke danau yang menurutnya sudah jadi base camp-Nya. Pikiran Jingga semu dan tak tentu arah, hingga ia dudukpun menjadi tak tenang. Matanya perlahan terpejam, tanganya lamban menahan angin sejuk yang terasa terhembus di raut wajahnya. Jingga, sangat merasakan aroma kehidupan yang begitu damai. Jingga termenung, saat termenung ada suara yang sepertinya jatuh ke danau. Ceeplungg... Mata jingga terbelalak kaget, melihat seorang cowok yang sudah berkelipungan mencari barangnya di danau yang cukup dangkal itu, mungkin itu barang yang sangat penting baginya sehingga wajahnya tampak putus asa seperti kekurangan semangat. Lelaki itu terlihat basah kuyub di sekujur tubuhnya, sehingga terlihat sangat memprihatinkan. "Eheemm.." Jingga melontarkan suara agar cowok itu tadi tau kalau jingga sangat terganggu dengan kehadiranya. Langkah cowok itu berhenti dengan posisi membelakangi Jingga, yang duduk manis di bawah pohon. Langkah kaki itu mendekati Jingga, lalu mereka duduk bersebelahan. Tatapan jingga sudah tidak asing, ia hanya terkejut ketika melihat seorang pria yang sama saat mereka bertemu di toilet. "Kamu sudah dari tadi disini?" Tanya cowok itu sambil menyodorkan minuman coca-cola kepada Jingga. Jingga mengeluarkan sebuah sapu tangan di tas ranselnya, sapu tangan itu terukir nama latin yang mungkin susah untuk di baca. Sapu tangan itu adalah sapu tangan kesayangan Jingga, saat kecil dia selalu membawanya kesana kemari. Jingga menyodorkan sebuah sapu tangan itu kepada cowok yang tepat berada di sisinya. "Jingga..Aanngeliinaa..Aazzaahhra" ejanya. "Namamu Angelina Azahra?" tanyanya kepad Jingga. Jingga hanya menganggukkan kepala dan lantas pergi meninggalkanya. "Hey tunggu" teriaknya pada Jingga, namun Jingga enggan berbalik arah, "aku pasti akan menemukanmu kembali, aku janji itu". Ungkapnya pada Jingga yang semakin jauh meninggalkanya. ⭐⭐⭐ Kriiinngg...kriiinngg.. suara bel sekolah berdering kencang. Langkah Jingga bersempoyongan memasuki kelasnya. "Bruuaakk", tak sengaja Jingga menabrak seorang entah itu siapa, dengan itu ia langsung menolongnya. "Maaf", senyum manis tersinggung di bibir Jingga. Namun ia terkejut, melihat sosok lelaki yang berhidung mancung itu. "Sudah ku bilang, aku pasti akan menemukanmu kembali, dan sekarang tuhan mengabulkanya kan?" Sapanya penuh senyum. Lelaki itu melemparkan sebuah surat kepada Jingga, yang berisi biodata.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Ayo cabut guys!!" Ajak Jingga kepada Anggie dan Marshanda yang sedang bengong melihat mereka debat. Hari ini, cukup membosankan. Ingin rasanya aku pergi dari dunia ini tanpa berdebat dengan siapapun😓. Batinya sambil mengeluh. ⭐⭐⭐ Hay.. Guys !! Tunggu cerita dari ku lagi ya .dan jangan lupa kasih kritik dan pesan #thanks #selamat membaca