'jadilah pendampingku, ku mohon'
'woi, bangun'
'mauya, maukan?'
Sambil menarik-narik tangan fitri, rani terus saja memaksa untuk mau jadi pendampingnya, fitri yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap temannya yang sengkle ini, dia pun menutup muka rani dengan bantal, sampai rani mulai mau kehabisan napas.
'hmmm, mmm, mmm'
Teriak rani dari balik bantal yang ngebuat napasnya tersengal-sengal. Setelah puas dengan tindakkanya, fitri pun mulai mengangkat batal itu.
'huff,huff, huff, gila lo ya, mau bunuh gue ya'?
'tadi itu ada kecoa di muka elo, niat gue sih mau nangkep itu kecoa makanya gue tindih pake bantal biar tu kecoa langsung mati' sambil memasang wajah tak berdosanya di hadapan rani.
'bukan kecoanya yang mati yang ada malah guenya yang akan mati duluan, jadi kawan ko tega banget' sambil memasang wajah kesalnya.
'lagian elo, udah gue banguni baek-baek, ee malah tangan gue di tarik-tarik, terus pake acara ngomong"jadilah pendampingku, ku mohon, mauya, maukan" dasar somplak'.
'gue tadi itu mimpi ketemu cowok cakep, senyumnya itu manis banget, serasa ngajak berumah tangga dengan ngelihat senyumnya, pandangan pertama aja gue udah jatuh hati, apa lagi padangan kedua'.
'langsung jatuh miskin lo di buatnya'.
'iya miskin, miskin cinta, karna udah di kasih semua ke dia' sambil senyum-senyum orang gila.
'hadeh, buruan mandi sana, udah siang nih'sambil melempar handuk ke rani, dan rani pun sontak kagek dan hanya dapat mengelus dada karna ulah sahabatnya itu.
'tuhan ampunilah dosa-dosanya, dan lekas terimahlah dia di sisi mu, aamiin'
Fitri pun langsung memancarakan cahaya ultraviolet dari matanya, dan rani pun segera belari ke kamar mandi sambil ketawa mbak kunti.
KAMU SEDANG MEMBACA
My life
HumorTakkan lari gunung di kejar, begitu pun dengan dirimu. selagi janur kuning belum melengkung maka gue takkan berhenti mengejar elo, kalau pun sudah melengkung maka akan gue setrika biar lurus lagi.
