satu

169 7 4
                                        

seorang laki-laki tengah sibuk mencari sesuatu, sampai saat ini ia belum juga menemukan apa yang ia cari. Tangannya mencoba memindahkan satu demi satu buku yang berjejer rapih di rak buku.

"Dimana sih bukunya" gerutu rio.

Sekian lama mencari akhirnya rio menemukannya. Buku yang rio cari berada  diposisi ke tiga dari baris paling ujung. bibir rio tersenyum ketika sudah menemukan comic one piece itu, segera Rio mengambil buku itu.

"Ini comicnya! Yeaay dapet juga" seorang wanita mengambil buku yang Rio cari dengan susah payah, tidak terima buku favoritenya di ambil, Rio mencoba merebut comic dari cewek itu.

"Rio?!" cewek yang bernama Rayna cantika itu menyadari bahwa ia sedang merebutkan comic dengan Rio.

"Eiitss mau ngapain? Ini punya gue" rayna menjauhkan buku saat tangan Rio ingin mengambilnya kembali. Tapi sial. Ia menjauhkannya.

"Tapi ini gue duluan yang nemuin!" Rio tak mau kalah. rio berhasil mengambil comic dari rayna, rayna pun segera merebutnya kembali, Mereka saling tarik menarik sampai akhirnya.

Breeeekkk buku itu kini terbelah menjadi dua. Rayna dan Rio terdiam kaku, melihat sobekan buku ditangannya masing-masing.

Rio berdecak "ini semua gara-gara lo" ucap Rio menyalahkan rayna.

"Hallooo yang narik siapa? Lo!" Rayna tidak mau kalah.

keributan Rio dan Rayna mengundang petugas mendatangi mereka. "Hei ada apa ini?!" Tanya petugas kepada Rio dan Rayna.

"Buku ini, saya duluan pak yang ambil, eh direbut sama dia" Rayna mengadu kepada petugas yang mempunyai kumis panjangnya tak terhingga itu.

"Boong tuh pak, udah hampir satu jam saya cari buku ini eh dia ngambil dengan gampangnya." ucap Rio tak mau kalah.

"Udah-udah pokoknya saya ga mau tau, kalian harus membayar buku ini" ucap petugas itu.

Mereka terdiam sejenak, lalu Rayna membuka pembicaraan.

"Oiya! tadi kan lo pengen banget nih, sama buku ini. yaudah gue ngalah, ini buku buat lo aja. untung gue baik." Ucap Rayna lalu memberi sebagian buku yang sudah robek kepada Rio lalu melenggang pergi sambil memberi senyum menang ke arah rio saat mulai menjauh.

"Awas ya lo!" Ancam Rio sambil mengangkat kepalan tangannya. Dan akhirnya Rio yang membayarnya.

Setelah dari toko buku ia sudah mempunyai janji kepada dua sahabatnya yang tidak jelas itu, siapa lagi kalo bukan Dino dan Angga. mereka berkumpul di sebuah cafe mini yang sering mereka datangi. letaknya tidak jauh dari toko buku masih dalam kawasan mall.

"Yo, lama amad lu? Terus kenapa tuh muka kaya belom disetrika" tanya doni ketika melihat wajah sahabatnya kusut.

"Emang muka lo udah disetrika no?" Tanya angga sambil melihat wajah doni dengan dekat.

"itu cuma perumpamaan dodol garuutt" ucap dino sambil menoyor kepala Angga.

"Jangan-jangan dia mau traktir kita, tapi lupa bawa money,  iya ga yo?" Ucap Angga yang sok tau itu.

"Apaan si lo berdua, gue abis ketemu cewek gila" jelas Rio.

"Siapa??" Tanya Angga.

"Rayna" ucap datar Rio.

"Whaaaatttss ada bebep tadi disini??? Mpph" Mulut dino dibekap oleh Angga karena teriakan dino yang membuat seisi cafe melihat mereka.

"Woy liat noh didepan lo ada cewek cantik, jaga image dong" bisik Angga pelan dikuping dino. lalu Dino melihat apa yang dibilang Angga, benar ada 2 wanita cantik disana. wanita cantik itu sedang  melihat kearah meja cowok bertiga ini dengan melemparkan senyumnya. Dino memasang wajah coolnya merapihkan kerah bajunya, sedangkan Angga melambaikan tangan ke wanita itu dan lambaiannya dibalas oleh wanita cantik itu.

Secret AdmirerHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora