- Part 1 -

183 3 4
                                        

"Riko kecelakaan" ujar Dandi pelan sambil terisak,tubuhnya gemetar

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Riko kecelakaan" ujar Dandi pelan sambil terisak,tubuhnya gemetar.

"Ya tuhan!! Kecelakaan dimana? Kita susul dia sekarag Dandi!" Ekspresi panik tergambar jelas di raut wajah wanita itu.

"Terlambat, Kak Riko udah nggak ada" Tangis Dandi pecah saat mengucapkan kalimat terakhir tadi.

"..... Sebenarnya bukan tangis ini yang diharapkan, bukan pula perpisahan yang terjadi secara tiba-tiba seperti sekarang"

Aku masih ingat kalimat penutup barusan diucapkan oleh narator sebagai salam penghujung drama perpisahan kelas XII. Tepat setahun yang lalu, di alula SMA Nusa Bangsa, klub seni drama tampil untuk mengisi pertunjukan. Sudah tradisi dan dilakukan setiap tahun di sekolah kami untuk melepas putra putri terbaiknya. Waktu itu aku masih kelas X, tingkat pertama di SMA. Waktu itu juga, kali pertama aku menonton drama. Drama yang mampu membiusku hanya dalam hitunghan menit. Pesona akting para pemainnya begitu memukau dan sanggup membuat mayoritas penonton di aula menangis, tak terkecuali aku. Deru air mata penonton pecah saat closing, disusul tepuk tangan riuh, semakin meramaikan aula siang itu. Aku yang duduk disisi tengah baris ketiga dari kursi penonton bahkan sampai standing applause. Kagum, haru, dan bangga. Amazing!!

Tidak menyangka bahwa penampilan drama yang dibawakan begitu menggugah. Terutama lelaki yang memerankan tokoh Dandi, lelaki berkemeja biru itu. Biru yang selalu mengingatkanku akan keteduhan langit. Demikian pula dengan dirinya. Pandangan matanya dari kejauhan pun sanggup menerjemahkan setiap gerakan diatas panggung. Rambutnya yang sedikit ikal, potongannya cepak tipis, tetapi tetap indah. Kacamata yang dikenakannya tak melunturkan pesonanya sebagai seorang lelaki, tidak juga seperti nerdy. Malah terlihat cerdas dan cool. Alisnya yang tipis, hidungnya yang mancung, dan senyumnya yang ramah semakin terlihat meneduhkan. Ditambah aktingnya yang ekspresif, tapi tak berlebihan membuatnya semakin sempurna.

Sejak saat itu aku percaya bahwa untuk mengagumi seseorang kita tidak membutuhkan waktu lama. Hanya dalam 40 menit, lelaki itu meluluhkanku dengan aksi dramanya dipanggung.

******

Siang itu bel sekolah baru saja berbunyi. It's time to go home!! Senin yang begitu cukup melelahkan mengingat tugas yang berderet tertulis di notes. Siap untuk diberikan checklist satu per satu. Belum selesai aku mencatat tugas yang tertera dipapan tulis , tiba-tiba ada yang mengalihkanku.

"Syaz, udah selesai? Pulang yuk!" Cowok yang ada disebrang meja menghampiri, memanggilku sambil menepuk bahuku.

"Manggil kalo gak pake nepuk bisa kan?" Dengan tatapan rada sebal aku membalas panggilannya. "Bentar lagi nih, tanggung banget, kenapa emangnya? kayak buru buru gitu?" tanyaku sambil tetap fokus memandang papan tulis dan menyalinnya di notes kecilku.

"Aduh nengg!! Juteknya minta ampun" sambil tertawa kecil cowok itu terus menggodaku.

"Lagian deket gini. Manggil aja udah denger kok. Nggak usah pake ngagetin nepuk bahu" ujarku masih setengah kesal.

"Udah ke -----" belum selesai aku bicara, dia udah mencecarku dengan beberapa pertanyaan lain.

"Shyaza habis ini mau ngapain? Ada acar gak? Pulang bareng yuk, sekalian ngerjain PR dari Bu Indi. Mau kan?" sambil nyengir lebar, beberapa pertanyaan lancar mengalir dari mulutnya, menandakan keisengannya yang semakin menjadi.

"Duh, sorry banget. Aku habis ini ada rapat club" ujarku singkat.

"Yaaah... bolos sekali aja deh rapatnya!! bisa kan?" tanyanya sedikit memaksa. "Udah mau ujian semester, masih aja ada kegiatan jurnalistik ya! Miss Sibuk!!!" dia menggerakkan kepalanya berulang-ulang ke kanan dan ke kiri.Aku paham banget apa artinya ini, dia sedang mengejekku.

"No excuse, nih kata kepala divisi. Lagian bentar doang kok. Paling sejam" jawabku sambil mengernyitkan dahi, mengingat agenda rapat hari ini yang kurang lebih tidak akan terlalu banyak menyita waktu.

*******

HAYY SEMUAA... SAMPE SINI DULU PART 1 NYA YA :)

TUNGGU PART 2 NYA YA GUYSS..

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 07, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Jatuh Cinta Diam Diam - DramaStories to obsess over. Discover now