MEMORIES OF YOU
Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Aku telah banyak belajar dari pengalaman dan kenanganku. Kenangan tentang seseorang yang pernah kusakiti perasaannya, hingga membawa perasaan bersalah pada diriku, yang tak terlupakan hingga sekarang.
Mungkin itu yang menyebabkan hubunganku dengan perempuan lain selalu berakhir di tengah jalan. Mungkin tersakiti dan disakiti itu adalah dua hal yang sama. Tetapi tersakiti dengan menyakiti, itu adalah dua hal yang sangat berbeda.
Aku teringat akan seseorang di masa lalu yang pernah menghiasi hari-hari dan mengisi ruang di hatiku. Seorang wanita yang kuat dan tegar.Mengingat sesuatu yang telah berlalu memang merupakan hal yang tidak ada gunanya karena, walau bagaimanapun, kita tidak dapat merubah sesuatu yang telah berlalu. Tapi setidaknya dengan mengingat dan belajar dari kesalahan di masalalu kita dapat menjadi lebih baik. Aku teringat pada kisah cinta di masa lalu yang pernah aku lewati.
Bab 1
Cinta SMA
Namaku Ridho. Aku merupakan sorang siswa SMA biasa, tapi kata orang aku anak yang populer di mata murid-murid cewek. Aku sendiri tidak tahu kenapa, mungkin karena aku seorang anak dari guru yang mengajar di SMA. Atau mungkin karena aku adalah juara umum di SMA.
Ketika itu aku duduk di kelas 2 SMA dan masih belum mengenal apa arti cinta itu sebenarnya. Maklumlah namanya juga ABG, hanya baru mengenal "cinta" yang orang bilang "cinta monyet" saja. Waktu itu aku mempunyai pacar yang kata orang cantik sekali. Namanya Arin. Kami telah menjalin hubungan sekitar 1 tahun . Sebenarnya aku tidak diizinkan berpacaran oleh orangtuaku, karena orang tuaku mengatakan bahwa aku harus fokus belajar. Tetapi, aku tetap saja membandel dan menjalin hubungan diam-diam dengan Arin tanpa sepengatahuan orang tuaku. Arin mempunyai sahabat baik bernama Viona. Mereka sudah berteman sangat lama, sejak dari SD.
Siang itu, setelah jam belajar di kelas selesai, aku berniat mengantar Arin pulang. Sesegera mungkin aku langkahkan kakiku menuju kelas Arin . Dengan wajah berseri-seri yang menghiasi setiap langkahku menuju ke kelasnya menandakan aku sangat senang akan mengantarnya pulang hari ini. Ketika sampai disana ternyata Arin sudah menungguku.
Terlihat dia berdiri di depan pintu luar kelas dengan wajah yang berseri-seri. Ketika melihatku, dia langsung memberikan senyuman dan lambaian tangan . Nampaknya dia sangat senang melihat kedatanganku. Sesegera mungkin aku langsung menghampirinya.
"Arin, hari ini mau pulang bareng ga?" tanyaku.
" Hmm.. Kayaknya aku mau pergi ke tempat teman dulu, sekalian mau ngerjain tugas kelompok. Aku takut kamu nunggu terlalu lama. Nanti ibumu marah lagi dan curiga karena kamu pulang telat," balas Arin.
" Ah, ga apa-apa Rin, santai aja! Nanti aku ngomong ada kerja kelompok juga ke ibu aku, jadi pulangnya telat."
"Gak baik kamu ngebohong Do, udah pulang duluan sana! aku ga apa-apa ko."
"Beneran nih ga apa-apa? Entar kalau ada rampok di jalan gimana hayo, kamu dirampok terus dibawa ke tempat yang antah berantah, ditinggalin disana dan gak bisa pulang ? Wuih serem," aku berkata, tersenyum kepadanya.
"Ih dasar! Ga mungkin lah Do . Udah ah jangan bercanda terus. Mendingan kamu cepet pulang sana! Nanti ibu kamu curiga dan nyariin kamu. Tapi awas, langsung pulang ya? Jangan nakal !" kata Arin lagi sambil tersenyum.
"Iya siap bu guru!"
" Kalau gitu ayo aku anter sampe gerbang sekolah Rin. Biasanya disana udah banyak ojek tuh."
" Boleh Do," kata Arin.
Kami pun berjalan bersama dari depan kelas Arin menuju ke gerbang sekolah. Sesampainya di sana terlihat tukang ojek yang sedang mangkal tidak jauh dari gerbang sekolah. Aku langsung memanggil tukang ojek itu dan dengan segera dia langsung menghapiri kami.
YOU ARE READING
Memories Of You
RomancePengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Aku telah banyak belajar dari pengalaman dan kenanganku. Kenangan tentang seseorang yang pernah kusakiti perasaannya, hingga membawa perasaan bersalah pada diriku, yang tak terlupakan hingga sekarang. M...
