golden eye's

711 53 5
                                        

Karma x reader

"Ohayou" aku merasakan selimutku seakan ditarik, aku mengenal suara itu yang berdiri menutupi cahaya dari jendela

"Ibuu...." gumamku pelan sambil mengucek mataku dan merenggangkan badanku

"Mau berapa lama lagi tidur? Kau harus kesekolah bukan?" ucap ibuku sambil berlalu keluar kamar

"Sekolah? Ummm" gumamku pelan "sekolahh!!" aku berteriak melihat jam yang menandakan jam 7.30

Aku segera bergegas mandi dan mengenakan pakaianku

"Aku pergi, daa" ucapku sambil berlari keluar dari rumah

"Sarapa..ahh sampai jumpa" teriak ibuku yang tak kugubris apa apa

Aku berlari menuju sekolah dengan kekuatan penuh. Aku tidak begitu melihat sekitar fikiran ku hanya tertuju ke gedung sekolah itu sampai aku merasakan aku menabrak sesuatu yg kuat

"Bruak!" aku jatuh karn benturan keras itu sambil merintih kesakitan

"Kau menyenggolku? Baiklah ini hal yang kecil. Berhati hatilah um..."

Aku melihat pria yang berdiri tanpa menolongku, aku langsung berdiri sambil merapikan rok ku yang berantakan

"Baiklah sampai jumpa" ucapnya sambil berlalu pergi. Surai merah dan mata emasnya begitu indah terkena matahari dan rambutnya yang diterpa angim serta harum maskulinnya

"Sepertinya tadi dia ingim bilang sesuatu tapi apa" gumamku pelan sambil melihat kearah jam

"Sudah telat 10 menit!! Gawat aku akam ditugaskan dikoridor!!" aku berlari dengan sekuat tenaga sampai ke gedung sekolah

~~~~~~~~~~SKIP~~~~~~~~~

Aku berjalan menuju kelasku begitu banyak kesialan kualami mulai menabrak seseorang dan membersihkan koridor karna terlambat

"Walaupun kau saudaraku, tapi tetap aku lah yang memegang kekuasaam penuh karma"
"Aku bukan saudaramu, hanya kau yang betah dengan ayah yang gila seperti itu"
"Kau selam ini hanya menutupi semuanya karma dan permainanmu bagus"
"Karna aku pintar tidak sepertimu asano, lagian aku hanya buang waktu dsini, bahas saja dirumah"

Aku tanpa sengaja menguping pembicaraan itu tanpa mengetahui kedua pria yang sedang berbincang itu mengetahui kehadiranku

"Kemarilah" ucap salah satu pria itu padaku

Aku merasa kesialanku bertambah, aku mencoba untuk lari namun sebelum itu terjadi pria bersurai merah itu menarik tanganku

"Hah~ wanita ceroboh ini lagi" ucapnya dengan tawanya yang tampak sadis bagiku
"Kau tau semuanya bagaimana caramu untuk diam" kini pria bersurai orange itu ikut bicara mata violetnya tampak begitu menghanyutkan dan kini ia tersenyuk dengan seringai disenyumnya.

"Hahh~ aku tau" ucap pria bersurai merah ini mengelus kepalaku

"Mulai kini kau menjadi boneka ku karna telah mendengar rahasia ini" ucap kedua pria ini secara serentak dengan seringai diwajah mereka .

Disinilah kehidupanku akan dimulai..

Red DevilWhere stories live. Discover now