First Meeting

1.5K 35 5
                                        

Ken pov

Disinilah aku saat ini,direstoran yang bisa kubilang adalah restoran maut. Ya karena mulai hari ini dan seterusnya aku harus mulai berurusan dengan wanita. Aku tidak tahu apa ini yang namanya perjodohan,yang pasti saat ini aku sedang menunggu seorang gadis yang akan menjadi pasanganku.

Setelah aku menunggu selama 20 menit,akhirnya ada seorang gadis yang menghampiri mejaku. Saat kudongakkan kepalaku dari laptop yang ada dimejaku,aku melihat seorang gadis cantik yang sedang berdiri didepanku.

Ken pov end

"apa kamu masih sibuk? Kalau gitu mari kita selesaikan secepatnya dan aku juga tidak bisa membuang-buang waktuku" ucap startas gadis itu sambil duduk didepan Ken.

Melihat Ken hanya diam saja,gadis tersebut langsung menjentikkan jarinya didepan wajah Ken. Dan seketika Ken langsung tersadar dari lamunannya.

"kita bukan anak-anak lagi,dan usiaku juga tidak memungkinkan kita untuk melakukan pendekatan juga waktuku bukan saatnya lagi untuk berpacaran,jadi intinya apakah kau menyukaiku saat ini?" tanya gadis itu panjang lebar yang sukses membuat Ken menyunggingkan senyumnya.

"apakah kau belum pernah pacaran sebelumnya?" tanya Ken sambil mencondongkan wajahnya kedekat gadis itu.

"maaf?" tanya gadis itu sambil mengerutkan keningnya.

"meskipun aku gak punya waktu lebih untuk mengenal wanita,tapi aku sangat paham dengan hati wanita. Dan juga aku bisa membaca wanita. Kita bahkan belum berkenalan dan kamu langsung to the point,jujur aku kecewa. Tapi aku juga suka dengan sikap mu,karena aku belum pernah bertemu gadis seperti ini sebelumnya" jawab Ken sambil meminum kopi yang dari tadi dia biarkan sampai dingin.

Terlihat gadis itu seperti menahan amarah,tapi dia berhasil memendamnya.

"ok. Ayo kita berkenalan. AKu Aira,memang aku wanita yang kuno,tapi aku pernah pacaran sebelumnya. Jadi sepertinya penilaianmu salah besar" jawab Aira sambil membetulkan blazernya.

"ah,ok. Aku Kendra. Ok apa sekarang kita berkencan?" ucap Ken sambil menyunggingkan senyum liciknya.

"apa kamu playboy? Ah lupakan,ayo kita berkencan. Tapi aku tidak punya waktu untuk berkencan seperti anak abg lainnya,jadi jangan merengek untuk bertemu" kata Aira sambil meminum minuman Ken.

"ah aku suka gadis sepertimu. Aku juga tidak punya waktu. 24 jam waktuku hanya ada di Rumah Sakit,jadi aku tidak punya waktu untuk berkencan" jawab Ken sambil mengambil minumannya dari tangan Aira.

Seketika mata mereka saling bertatapan. Tidak ada yang saling berbicara.

"ok baiklah,apa kita bisa bertukar nomor telepon?" kata Aira membuyarkan semuanya sambil mengambil kartu namanya dan menyerahkannya kepada Ken.

Ken juga melakukan yang sama dan menyimpan kartu nama Aira didalam dompetnya.

"aku kira sudah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi aku harus segera balik ke kantor,jam makan siangku sudah habis" ucap Aira sambil memasukkan kartu namanya didalam dompetnya.

"tapi kamu bahkan belum makan sedikitpun,apa kamu tidak mau aku temani makan?" tanya Ken dengan tatapan menggoda.

"terima kasih,tapi aku tidak terbiasa makan dengan orang asing,aku bisa memesan makanan dan kumakan di Kantor. Kalau begitu aku permisi dulu." ucap Aira sambil berdiri dari tempat duduknya.

Aira pun beranjak dari tempatnya. Tapi dia berhenti sejenak.

"aku tidak tahu kenapa aku bisa sebodoh itu percaya dengan Tanteku. Tapi dialah keluargaku satu-satunya. Aku yakin kamu adalah orang yang terbaik yang Tanteku kirimkan untukku. Aku bukan orang yang mudah percaya dengan orang lain,tapi aku akan berusaha untuk mempercayaimu,jadi jangan buat aku kecewa" tutup Aira tanpa menengok kebelakang. Aira langsung keluar dari restoran itu.

Sementara Ken dia tersenyum mendengar kata-kata Aira. Dia lalu teringat dengan tante Aira yang tidak lain adalah senior yang sangat dia hormati.

"ayolah,aku yakin kamu adalah orang yang bisa mengubah ponakanku yang gila kerja. Dia bahkan tidak tahu waktu" ucap Kak Riana yang juga tante senior Ken di Rumah sakit.

"kak,kamu tahu sendiri,aku juga tidak punya waktu untuk berkencan. Aku pasti mengecawakannya" jawab Ken sambil menyendokkan makannya kedalam mulutnya. Maklum saat ini mereka sedang makan siang.

Diletakkannya foto keponakannya didepan Ken

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Diletakkannya foto keponakannya didepan Ken. Ken hanya tersenyum sambil melihat foto itu.

"dia cantikkan? Kamu tidak tertarik? Ayolah piikirkan lagi"desak Riana.

"kak,kan kakak tahu sendiri,kalau aku menerima blind date ini,aku takut menyakiti hati ponakan kakak. Cari yang lain saja ya" ucap Ken sambil tersenyum kearah Riana.

"sekali saja,aku tidak bisa menyerahkan keponakanku yang cantik ini pada sembarang orang. Aku percaya padamu" kata Riana sambil menggenggam tangan Ken.

Ken pun hanya menghela nafas,tidak ada gunanya dia membantah seniornya itu. Dia juga sepertinya sedikit tertarik dengan keponakan nya itu. Apalagi melihat wajah memelas yang dipasang Riana membuat dinding pembatas itu runtuh.

"ok. Baiklah,baiklah. Tapi aku tidak berjanji bisa membuat ponakan kakak suka denganku. Dan ingat setelah ini jangan minta aku lagi untuk mendekaefi wanita lain lagi" ancam Ken ke Riana.

"tenang saja,aku kan sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri,gak mungkin aku mengobralmu." canda Riana yang sukses membuat Ken tersenyum.

Itulah bagaimana Ken bisa sampai direstoran ini. Tapi sepertinya Ken tidak menyesal menjalani blind date ini.

Sementara di rumah Aira,terlihat Aira,Riana dan suami Riana Joe sedang bersama menonton tv. Sikap sok tahu dari Riana muncul.

"bagaimana tadi ketemuannya sama Ken? Cocokkan?" tanya Riana semangat.

"sayang,jangan bicarakan itu dulu,kasihan Aira sepertinya kurang nyaman" ucap Joe melihat Aira langsung canggung.

"ehm enggak kok. Nggak apa-apa. Tadi berjalan lancar,aku juga sudah bertukar kontak dengannya" jawab Aira sambil tetap melihat ke laptopnya.

"wah benarkan sayang,mereka pasti cocok. Huah aku sudah tidak sabar melihat mereka bersama" ucap Riana sambil memeluk Joe.

Terlihat bagaimana Riana sangat bahagia mendengarnya. Aira pun terlihat ikut tersenyum. Aira langsung beranjak untuk masuk ke kamar untuk istirahat.

Baru saja mau tarik selimut, ponsel Aira berdering tanda ada pesan masuk. Diraihnya ponselnya dan dilihatnya pesannya.

From: +62810xxxxxx
Hai,ini aku Ken. Aku berpikir sebagai laki-laki aku harus mulai terlebih dahulu. Tapi aku hanya mau bilang selamat malam dan selamat beristirahar.

Aira terlihat tersenyum kecil membacanya dan kemudian membalasnya.

To: Ken.
Iya,terima kasih. Kamu juga selamat malam dan selamat beristirahat.

Setelah itu,diletakkannya ponselnya dan segera dia memejamkan matanya.

Sementara itu, Ken saat ini masih di Rumah Sakit lengkap dengan jas dokternya. Ken memang selalu pulang telat,bahkan sampai tidur di Rumah Sakit....

Huah part I akhirnya kelar. Maaf typho dimana-mana....
Jujur saya tidak tahu ini akhirnya kemana,karena sesungguhnya ini cerita yang langsung muncul di otak saya hhhh.. Enjoyed

Please.. Wait For MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang