summary

112 1 1
                                        


pernahkah kau membayangkan, bagaimana jika kau hidup, tanpa cinta? Cinta dari kekasih maksudku. Kau terlalu takut dia terluka. Apakah itu wajar? Aku mencintainya. Dan dia. . Sudah aku peringatkan! Dia adalah cintaku. Jadi. . . Cinta, jangan mencintaiku!
***

pemandangannya masih sama. Tidak ada yang menarik. Selain daripada sepasang insan, yang tengah beradu argumen. Lebih tepatnya, satu di antara mereka.

"ayolah zacky! Ini hanya basket. Lo gak akan dimarahi cuma gara gara ini!" pinta seorang gadis, pada pemuda yang tengah tidur di atas pohon, di belakang sekolahnya.

"gue gak mau" tolak pemuda itu mentah mentah. Gadis itu merengut.

Hey! Bukannya orang di atas pohon itu laki laki? "ayolah zaky. Lo kan ketos. Masa ditantang basket gak berani.

" pemuda itu mendelik kesal. Secara tidak langsung, gadis itu sudah mengejeknya pengecut.

". . Lo tahu gue kayak gimana"

"tapi gue gak mau punya kakak pengecut

"deg~ pengecut? Kata tertabu baginya. Segera, ia turun dari pohon yang tidak terlalu tinggi namun kuat itu.

"tenang aja kak. Papa lagi ke Jepang. Dan mama, ke Singapore.

" ucap gadis itu, dengan senyuman manisnya. Dia memang tahu, kakaknya tidak akan menolak permintaannya

"

"go zaky go zaky !"

"come on rafif, yeay!"

sorak sorai penonton bergema di seluruh ruang basket indoor, SMA Pertiwi. Meneriakan nama yang mereka dukung , 2 orang yang akan bertanding basket. One on one. Si bundar oranye mulai memantul. Keduanya saling memperebutkan bola itu.Mendrible. Mengecoh lawan. Dan men-shoot. Sudah setengah jam permainan berlangsung. Tidak ada yang menyadari, ada yang berbeda disana. Kecuali, seorang gadis, yang terus berdo'a. Berharap harap cemas. Menatap salah satu dari keduanya.

"gue bakalan ngalahin lo. Dan buktiin, kalau adik lo, harusnya malu punya kakak kayak lo" ucap rafif ketika mereka berhadapan.

" zacky tersenyum miring. Meremehkan.

"buat apa malu? Harusnya dia yang malu, pernah. .hh. . Punya pacar payah kayak lo!"

-shit-

g

abriel mengumpat. zaky berhasil merebut bola dari tangannya.

Dan langsung saja.

Shut~ masuk! 'three point' kedudukan akhir 40-37. zackymenang.

" Beberapa menit kemudian, ruangan sudah kosong.

Usai seorang gadis berteriak, akan mentraktir mereka, karena kakaknya menang.

Hh. . Tak tahukah gadis itu, kakaknya kepayahan sekarang? Di sana, hanya tersisa zacky, rafif, dan 2 orang lainnya.

"selamat. Lo menang" ucap rafif seraya mengulurkan tangannya ke arah zacky.

"hh. . . . Thanks" balas zacky singkat.

Rafif mengernyit heran. Ada apa dengan orang di hadapannya? Nafasnya terlihat menderu, dan dangkal. Tangan kanannya, terus mencengkram dada kirinya kuat kuat. Wajahnya yang putih, memucat.

"Lo. . . . .hh emang bener hh. . . Harusnya. . . . . Hh, dia malu. .. . Hh. . . . Punya kakak kayak. . . .Hh gue" ucap zacky dengan terbata bata. Terpotong deru nafasnya. Detik selanjutnya, tubuh pemuda bermata sipit itu oleng. Hampir ambruk.

"zacky!!"

pekik 2 orang yang ada di pinggir lapangan tadi, dan segera menghampiri keduanya ke tengah lapangan. Gadis yang berlari bersama pemuda tadi, langsung mengambil alih tubuh zacky dari rafif. Memangku kepala pemuda berparas chinese itu.

"ini vin. Telen"

ucap gadis itu diiringi derai air mata. Tangannya mulai memberikan beberapa pil, memasukannya ke dalam mulut zacky. Agak sulit. Karena pemuda itu hanya sedikit membuka mulutnya.

"lo gapapa kan, ky!"

tanya pemuda yang berlari bersama gadis tadi. "hh. . Mel. . .kan Gue masih. . Hh. . Bisa ngerasain detakannya. Jantung gue. . Hh. . Masih berdetak. . Hh. . Masih bisa. . .Hh"

"

gadis bernama amel , itu semakin terisak, ketika mata sipit itu menutup. Hanya lelah, dan pengaruh obat yang baru saja ditelannya. Pemuda tadi, Arkan, langsung sigap berjongkok, dan mela dengan bantuan gabriel, mengangkat tubuh zacky ke punggung arkan , agar arkan, bisa membawanya ke uks.

***

gabriel terdiam membisu,
menatap dengan penuh rasa bersala kepada pemuda yang tengah terbaring di tempat tidur, dengan peralatan medis cukup lengkap terpasang di tubuhnya.

"dia sakit apa?"

"dari kecil, zaky menderita lemah jantung. Dia berbeda dari kita yang normal. Dia sering pingsan. Dan dia bilang, dia iri, kalau ngelihat kita olahraga. Dia jago basket. Tapi kondisinya gak ngedukung.
Lo tahu zura kan? Dia yang selalu maksa zaky main basket. Dan bikin azaky drop kayak gini, cuma gara gara dia mau balikan sama lo.

Please raf. Bantu zacky. Dia temen kita" sivia menatap gabriel penuh harap. Sementara gabriel. Dia bingung.

' Tuhan. . Apa yang harus aku lakukan?' batinnya.

"please raf" kali ini, arkan yang meminta.

Love Don't Love Me La tua prossima ossessione. Scoprilo ora