Kali Pertama yang Tak Mungkin

106 2 2
                                        


Orang bilang menyukai atau mencintai seseorang itu butuh proses, apalagi menuju suatu ikatan 'Pacaran' atau 'Pernikahan' mulai dari pengenalan, saling memahami karakter, bertanya tentang Hobi, sampai pada tahap kencan dan sebagainya. Itu benar. Dan aku tidak memungkiri hal itu karna aku pernah mengalami hal tersebut. Aku pernah berada pada masa-masa itu. Masa dimana aku memilih seseorang berdasarkan tampilannya, sifat, karakter, bahkan wajahnya dan berubah dari proses pengenalan menjadi tau kemudian berganti status menjadi 'Pacar' hahaha aku tau betul akan hal seperti itu. Berpacaran sudah tak lazim lagi dengan anak muda jaman sekarang seperti ku.

Aku pernah menjalin suatu hubungan dengan beberapa pria tapi semuanya kandas ditengah jalan. Alasannya, karna aku merasa semuanya terlalu datar. Aku ingin yang lebih berbeda. Aku menginginkan sesuatu yang baik merubahku lebih baik lagi. Aku terus mencari dan mencari Cinta yang layak dikatakan cinta.
Sampai suatu ketika aku menemukan pemuda ini.

Pemuda ini, Ia berbeda.
Aku menyukainya saat kali pertama aku melihat, bahkan mendengar suaranya. Lantunan Ayat Suci Al-Quran nan indah keluar dari mulutnya. Hati ku bergetar, gema suaranya memasuki telinga ku dan tembus ke hatiku. Aku tersentuh. Cara nya melafal kan bahkan suara merdunya berhasil membawaku pada kenyataan tentang Kodrat Seorang Manusia. Aku hampir menangis mendengarnya. Suaranya damai, sedamai wajahnya.

Pemuda ini berbeda, pembawaannya sederhana. Saking sederhananya Ia terlihat Istimewa dari kesederhanaannya. Wanita mana yang tidak takjub pada suara merdunya. Ditambah dengan wajah teduh dan kalem nya.

Pemuda ini, aku melihatnya di Siaran Televisi swasta yang kala itu memutar Video nya saat menjadi Imam di salah satu Mesjid kawasan Bandung. Aku jatuh hati saat pertama kali melihatnya, bahkan saat mendengar suaranya. Tuhan menciptakan kesempurnaan luar dalam padanya. Dan pertama kalinya, proses tak lagi penting soal menyukai. Proses tak lagi menjadi penentu saat hati terlebih dahulu memilih. Karna bagaimana kau memerlukan proses jika dihadapanmu ada makhluk yang tuhan Ciptakan dengan kesempurnaan seperti itu? Wanita manapun tidak akan menolak bila dipersunting olehnya. Termasuk aku.

Tapi Tuhan menciptakan dua hal, kesadaran dan kenyataan. Dan bagi ku saat ini dua hal itu sulit dan sedikit menyakitkan. Dimana aku menyadari kenyataan bahwa semuanya tidak mungkin. Aku bisa saja menyukai tapi tidak lebih. Fikiranku mendikte bahwa rasa ini hanya obsesi semata atau hanya mengagumi sosok sepertinya, tapi hati ku berkata ini berbeda dari sebelumnya, ini berbeda dari rasa manapun yang pernah ku rasa. Terdengar gila, bagaimana kau menyukai seseorang hanya dengan melihat nya dari layar 41 inch? Tapi itu benar adanya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 28, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Pemuda Kemeja Berkalung SorbanStories to obsess over. Discover now