Awal Kita Bertemu

48 1 2
                                        

Aku berbaring di rerumputan yang damai ini, ya di sinilah aku, berada di tempat yang paling kusenangi. Hembusan angin yang damai, suara burung yang berkicauan menyambut pergantian sore ke malam dan pemandangan kota yang dihiasi dengan hamparan selimut awan yang berwarna oranye menandakan matahari akan pulang dan istirahat dari lamanya ia menyinari bumi.

Tempat ini sudah kuanggap sebagai tempat spesialku, tepatnya bukit ini terletak di ujung kota tempat aku tinggal. Bukit ini tidak terlalu tinggi namun tidak terlalu rendah juga, alhasil aku bisa memperhatikan pemandangan kota secara penuh beserta orang-orang dan hal-hal mencolok lainnya seperti gedung-gedung tinggi dan sebuah lapangan bola yang terletak tepat di tengah kota. Karena tempat ini sangat sulit untuk didatangi, sepertinya baru aku yang pertama kali menginjakkan kaki di bukit yang indah ini.

Aku sudah sering menghabiskan waktu luang ku disini, ya bila kuingat-ingat sudah 3 bulan aku menghabiskan waktu ku disini. Entah mengapa, berada di tempat ini membuatku terasa lebih damai dan hidup dibandingkan tempat-tempat lainnya seperti taman kota dan mall. Dengan suasana yang tenang dan angin yang berhembus dengan gemulai, aku lebih senang berada disini daripada berada di tempat lainnya untuk sekedar menghabiskan waktu ku.

Tak terasa bulan sudah menampakkan dirinya, suasana yang begitu tenang dan damai disini mebuat waktu yang berjalan tidak berkuasa disini, rasanya baru 15 menit aku bersantai disini, ya aku pikir begitu. Ditambah lagi aroma rerumputan yang menemani keberadaan bukit ini membuat diriku betah berlama-lama disini sampai-sampai tak terasa malam sudah tiba.

***

Momen yang kutunggu-tunggu hari ini pun tiba, waktunya menikmati indahnya pemandangan dan suasana sore hari di tempat spesialku ini. Seperti biasanya, aku bersandar di sebuah pohon yang tidak jauh dari bibir bukit itu dengan beralaskan rerumputan hijau yang ada.

Namun kali ini ada yang berbeda, aku pun heran dengan hal ini. Kulihat sesosok perempuan yang sedang duduk di bukit yang sama denganku. Aku sadar ketika aku mendengar suara seorang yang langkah kakinya seperti terpeleset dengan batuan yang ada di bukit ini. Kalau aku jelaskan secara rinci dia berada di sebelah kanan ku namun dengan jarak yang agak jauh dariku, mungkin sekitar beberapa meter dariku. Sepertinya wanita itu sedang berbaring menikmati pemandangan sore di bukit ini sama sepertiku.

"Hah gimana dia bisa tau tentang tempat ini?" ucapku sedikit terusik.

Ya akhir-akhir ini aku memang sedang tidak ingin diganggu oleh orang lain, dalam berinteraksi dengan orang lain pun kadang aku berusaha untuk menghindar. Entah mengapa beberapa bulan terakhir ini sikapku berubah menjadi seorang yang introvert dan senang menyendiri dan asik dalam kesibukan ku sendiri.

Aku pun memutuskan untuk beranjak dari tempat ini, kurasa sudah cukup puas hari ini aku bersantai di tempat kesayanganku ini. Aku pun berdiri dan beranjak dari pohon yang menjadi tempatku bersandar. Baru menapakkan beberapa langkah menjauhi pohon itu, wanita yang mengusikku itu ternyata memanggilku.

"Hei kamu yang barusan berdiri!" teriak wanita yang identitas nya belum kuketahu itu.

Aku pun menengok seperti yang akan dilakukan oleh orang-orang normal lainnya sebagai refleks bahwa mungkin diriku yang dipanggil. Kulihat senyumnya yang sedikit samar dikarenakan jarak antara aku dan wanita itu. Aku pun hanya diam melihat wanita itu melemparkan senyum tersebut kepadaku. Dia pun melambaikan tangannya kepadaku. Aku pun meyakinkan diriku dengan melihat ke sekelilingku bahwa aku lah yang dia maksud dengan lambaian tangan tersebut. Nyatanya memang hanya diriku dan wanita itu yang ada di tempat ini.

Karena sudah terlanjur ketahuan, dengan perasaan malas aku pun menghampiri tempat dimana wanita itu sedang duduk.

"Eh, kamu mau kemana?" tanya gadis itu dengan dibarengi senyuman tipis.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 26, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ULTIMATE DELUSIONAL PROJECT JKT48Where stories live. Discover now