Bagian 1

5 2 0
                                        

When i was younger i saw my daddy cry and curse at the wind

He broke his own heart and I was as he tried to reassemble it

And my momma swore that she would never let herself forget

And that was the day that I promise I'd never sing of love ...

"Eeeemmhh.."
Seorang gadis terpaksa bangun dengan alarm -neraka- nya

Lirik lagu itu adalah mimpi buruk dan juga penyemangat nya seumur hidup

Tapi hanya lirik awalnya -tentu- saja

'Raindya S.O'
Nama itu tertulis dengan indah di dinding kamar bergaya victoria itu

Setelah Raindya selesai dengan kegiatan rutin pagi nya ia bergegas mengambil tas di meja rias kemudian melenggang keluar kamar kemudian turun menuju dapur

Saat melewati kulkas di ruang makan dia melihat catatan kecil berbahasa denmark yang tidak di pedulikannya dan acuh terus fokus pada bau crocket potato

Saat sampai di dapur dilihatnya seorang gadis berkulit kuning langsat khas indonesia menyapa nya riang

"Kak Rain udah bangun? Mau makan ?"
Tawar gadis itu riang

"Iya laper nih"
Jawab Rain sambil mengeluarkan handphone nya dan memeriksa beberapa pesan penting

"Tuh kak ! Liat dulu ih kak ?! Ayu masak apa coba liat.."
Kata ayu bersemangat

Mata Rain berbinar melihat makan yang sedang dibuat di dapur itu..
Bukan hanya crocket tapi banyak makanan favorite nya yang lain

Dipikiran Rain ingin sekali menghabiskan seluruh makanan disana berhubung dia melewatkan sarapan dan kini sudah masuk waktu makan siang

Baru saja Rain ingin memasukkan sepotong daging vegetarian ke mulutnya, pesan di ponsel nya menghentikannya usahanya untuk makan

"Aku mau pergi dulu yu.. Aku akan pulang telat, jangan tunggu aku"

Rain terburu-buru hingga tanpa sengaja menjatuhkan ponsel nya

Saat itulah seorang nenek -yang tidak terlalu tua- sedang memperhatikannya dari pintu dapur

Saat Rain benar-benar sadar, ia terdiam. beberapa saat kemudian berubahlah mimik muka nya

"Woww !! Granny.."
Seru nya kemudian cepat-cepat memeluk wanita itu

Kærei Dvendra Odense.. Hanya pasrah dan balas memeluk cucu angkat kesayangannya itu

" Kære? Tidak merindukan granny kah? Uhh granny patah hati"

Pelukan Kærei melonggar dan pura-pura menghapus air mata

Rain tergelak

"Ohh nej granny.. Nej.. Sungguh aku sangat merindukan mu"

Lalu ia menciumi pipi Kærei hingga wanita itu tertawa dan balik memeluknya dengan lebih erat

Bagi nya, Kærei adalah orang terpenting dihidupnya -setelah nenek kandung nya- ia rela melakukan apapun untuk Kærei.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 22, 2022 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

a RAINbowDonde viven las historias. Descúbrelo ahora