Jakarta Town Square mendadak lebih ramai pada hari itu. Mal elite yang terletak di jalur emas Jakarta Pusat tersebut sedang mengadakan acara pemutaran perdana film yang diangkat dari novel bestseller karya William Liem yang berjudul 'Terdalam'.
William Liem sendiri mulai dikenal sejak tiga tahun yang lalu. Novel pertamanya yang berjudul 'Terindah' telah menjadi recommended book di beberapa toko buku besar di Indonesia. Novel itu sukses membuat air mata keluar saat membacanya, dan filmnya mendapat predikat film paling banyak ditonton pada masanya.
Kini kesuksesan itu dia ulang kembali dengan lebih meriah dan hebat. Novel keduanya yang diberi judul 'Terdalam' telah terjual lebih dari 40.000 eksemplar dalam kurun waktu kurang dari dua hari di awal peluncurannya. Dan film yang ditunggu-tunggu kini sudah siap tayang di seluruh bioskop se-Indonesia.
Begitu banyak tokoh-tokoh besar seperti sutradara, penulis, beberapa pihak PH dan artis-artis ibu kota yang sudah tidak usah diragukan lagi dalam hal berakting datang ke acara tersebut. Suasana di sana terlihat begitu ramai dan meriah.
***
Setelah pemutaran film selesai, William duduk di tengah-tengah para pemain film. Di belakang mereka terpampang poster cover film 'Terdalam' berukuran besar sebagai background acara wawancara dengan para wartawan. Beberapa cahaya kamera pun mulai menyilaukan mata para pemain film, produser, sutradara dan sang penulis.
"Bagaimana perasaan anda sekarang?" salah satu wartawan membuka pertanyaan dengan cepat kepada William.
"Jawaban itu sudah jelas terpancar pada muka saya bukan? Kami telah berhasil membuat film yang berkualitas." Jawab William dengan nada senang. Kepalanya menoleh ke samping kanan-kiri agar lebih menegaskan kata kami pada kalimat tersebut.
"Bisa ceritakan inti cerita film ini?" kini suara perempuan yang terdengar, pandangan mereka sedikit kabur karena cahaya kamera yang terus-menerus mencoba mengabadikan gambar terbaik untuk majalah atau tabloidnya masing-masing. Beberapa kamera dari berbagai stasiun televisi pun dengan tegak berdiri dan merekam setiap gerak-gerik mereka.
"Seperti pada novelnya. Film ini menceritakan tentang seorang perempuan yang jatuh cinta pada seorang pria yang berparas tampan dan ternyata Si Pria ini memiliki nama yang sama persis dengan nama mantannya, mantan terindahnya. Dia dan mantannya itu berpisah begitu aja tanpa ada kejelasan apa pun. Nah, nama tersebut sontak membuka kenangan manis sekaligus pahit itu terlintas kembali. Lalu Si Perempuan terjebak dengan bayang-bayang Sang Mantan."
"Ketika Si Perempuan ini sedang memadu kasih dengan pria yang baru tersebut, tiba-tiba mantan yang dimaksud itu muncul kembali ke dalam kehidupan Si Perempuan. Kejadian itu membuat bimbang hati perempuan tersebut. Tentang siapa yang kemudian akan dipilih oleh Si Perempuan ini, kalian harus menontonnya sendiri atau baca bukunya."
William tersenyum menggoda ketika menggantungkan ceritanya sehingga membuat siapa saja yang belum membaca novel atau menyaksikan filmnya penasaran dengan siapa yang akan dipilih oleh Si Tokoh Perempuan tersebut. Pacar yang sekarang atau Sang Mantan? Segala kemungkinan bisa saja terjadi.
"Bagaimana anda bisa membuat sebuah cerita yang menarik? Bisa tolong bagikan tipsnya?" wartawan lain bertanya cepat.
"Saya suka mengibaratkan sedang memasak pada saat menulis. Bermula dari mencari bahan yang berkualitas bagus, segar dan enak. Kemudian setelah semua bahan sudah terkumpul barulah kita bisa mulai memasak bukan? Kita tidak bisa memasak bila bahan yang kita butuhkan belum lengkap. Ketika semua sudah terjadi dan menghasilkan masakan yang lezat, maka akan banyak pujian yang datang dengan kelezatan masakan tersebut. Sama halnya dalam menulis, Saya tidak bisa menulis kalau bahan untuk tulisan itu belum lengkap. Begitulah." Jawabnya dengan sangat pintar. Sesaat para warta berita berbisik memuji kepintaran William dalam kalimat pengibaratan tersebut.
YOU ARE READING
Tersimpan
RomanceBuku ini tidak mengajarkan untuk selingkuh, Tidak pula menyalahkan orang kedua. Valentina, William, Tommy dan Azetta akan membawa kita menjelajahi sejarah terbentuknya gaya passe pada balet, tentu menurut versi mereka, terutama Valentina. Diilhami...
