We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

takdir

113 7 3
                                        

Matahari seperti biasa muncul dari timur dengan sinarnya yang silau dan menggantikan gelapnya malam.
"Dea,udah siap-siap belum?"ucap ibuku.
"bentar lagi juga selesai ko bu"ucap dea sambil merapihkan dirinya di depan cermin.

"Ibu,hari ini kan hari pertama aku masuk sekolah"
"Iyaa terus"
"Anterin dong bu"
"Maaf ngak bisa de,kamu tau sendirikan ibu harus beres-beres rumah"
"Terus dea sama siapa sih berangkatnya"ucap dea sedih.
"Cari aja temen kamu,siapa tau di depan ada temen kamu yang lewat"ucap ibuku.

Sambil melahap nasi goreng dea hanya diam dan menahan rasa kesal nya karena sikap ibunya tadi,dia berandaikan agar ayah nya cepat pulang dan bisa mengantarnya berangkat sekolah setiap hari,tapi itu tidak mungkin karena ayahnya ada tugas di luar kota dan pulangnya pun sering 1 bulan sekali.

"Masa pake kerudungnya kaya gini sih de"ucap ibuku sambil merapihkan kerudungku.
"Nah,sekarangkan udah cantik"ucap ibuku.
"Mah,dea berangkat dulu, Assalamu'alaikum"sambil mencium tangan ibunya dea langsung bergegas berangkat sekolah.
"Wa'alaikum salam , hati-hati di jalannya".

"Sekarang harus gimana?mana ngak ada mobil angkot"gerutu dea dalam hatinya.

Sambil menunggu sebuah angkot lewat dea tiba-tiba di kejutkan oleh sebuah mobil yang berwarna putih dan sepertinya dia kenal orang yang berada di mobil itu.

"Fajar"ucap dea pelan

Fajar adalah teman dea,mereka tak sengaja bertemu saat mos,fajar orangnya baik dan banyak di sukai oleh semua perempuan yang mengenalnya,tapi tidak dengan dea.

Fajar turun dari mobil mewahnya dan melangkah ke arah dea.
"Dea,mau berangkat bareng"
"Maaf, aku mau jalan kaki aja"
"Emang kenapa"
"Hmtz,ngak ko"

Dea,langsung berjalan dan meninggalkan fajar,tapi fajar tidak membiarkan dea sendirian dia pun meminta pak supir untuk pulang dan fajar yang berusaha berjalan di belakang dea sambil mengendong tasnya fajar hanya diam dan mengikuti langkahan kaki dea.

Fajar pun bukan tanpa sebab bersikap seperti ini,dia merasa sejak bertemu dea saat mos. Dea itu berbeda,sulit tuk di pahami,baik,sering menggerutu,dan pokonya banyak hal lagi yang membuat fajar menjadi rela berjuang untuk dea.

Saat pertama kali bertemu dengan dea, fajar tak sengaja membuat dea kesal karena fajar menjatuhkan buku dea tanpa sengaja. Fajar langsung minta maaf, dea hanya mengucapkan kata iya dan langsung mengemasi barang-barangnya, Fajar melihat sikap dea dengan heran. Dan saat pulang sekolah ternyata dea tidak di tunggu oleh teman-temannya, dea hanya menunggu mobil angkot akan lewat tapi ternyata tak 1 pun mobil angkot yang lewat siang itu. Fajar yang memperhatikan dea dari tadi hanya heran melihat raut wajah dea yang tidak terlihat bingung tapi dia memang dalam kebingungan.

"Kamu dea kan"ucap fajar memastikan.
"Iya"ucap dea singkat.
"Kamu lagi nungguin angkot"
"Ngak"
"Terus"
"ikh,udah tau panas kaya gini nanya terus"ucap dea kesal.
"Maaf"
"Iya"

Dea langsung pergi melangkahkan kaki nya, dengan rasa bersalah fajar hanya memperhatikan dea dari kejauhan.
"Apakah aku salah yah"ucap fajar heran.

Memang lucu sih mengingat kejadian itu kembali,seketika fajar yang berada di belakang dea langsung tersenyum ketika mengingat kejadian itu.

Jarak rumah dea dengan sekolahnya memang agak jauh kurang dari 1 kilometer.

Tak berapa lama mereka berdua pun sampai di sekolah, dea menyapa temannya yang tengah membeli makanan di gerbang sekolah.

"Hay,devi boleh bareng"ucap dea.
"Hmtz, bareng"
"Iyaa devi,emang kenapa ngak boleh?"
"Boleh sih,tapi bukannya kamu udah punya temen di belakang kamu"sambil menunjuk ke arah fajar.

Dea menoleh ke belakang,ternyata dia melihat fajar yang tengah melangkah ke arahnya.

"Yaudah kamu bareng aja"ucap devi.
"Hmtz,apa? Kamu mau bareng"ucap fajar kepada dea.
"Ngak"

Dea langsung pergi dengan langkahan kaki yang sangat cepat,dea geram kenapa mesti fajar yang selalu ia temui saat dia dalam kesusahan.

"Dea !"teriak seorang perempuan.

Dea menoleh dan mencari dari mana asal suara itu.

"Di sini !" Ucap siska sambil melambaikan tangannya.

Dea langsung menghampiri siska.

"Ada apa sis?" Tanya dea.
"Kamu tuh, mau kemana sih? Kelas kamu tuh di sini"sambil menarik tangan dea.
"Emang di mana siska? Dari tadi aku nyari kelas aku ngak ketemu-ketemu"ucap dea sambil melangkahkan kakinya.
"Yah emang kamu nyari nya di mana?"tanya siska.
"Entah"
"-_-"

"Dea kamu dari mana aja kelas kamu tuh di sini tau"ucap deni.
"Iya,iya aku ngak tau"ucap dea kesal.
"Huhh makanya berangkatnya jangan kesiangan,tapi ke sorean aja"ucap deni bercanda.
"Adaan sih"jawab dea makin kesal.
"Ya udah aku mau masuk dulu"ucap dea yang langsung melangkahkan kakinya ke dalam kelas.

"Assalamu'alaikum,,?"ucap dea ketika memasuki kelas.
"Wa'alaikum salam"jawab fajar.
"Loh ko kamu"heran dea.
"Emang kenapa?"ucap fajar bingung.
"Ngak"ucap dea yang langsung pergi mencari tempat duduknya.

Mungkin ini semua memang telah di takdirkan Tuhan,siapa sangka dimana pun dea berada di situ tak sengaja juga ada fajar. Dea merasa kesal kenapa selalu ada fajar di setiap kesulitan maupun kesehariannya. Fajar pun tak sengaja sering berjumpa dengan dea malahan sekarang mereka 1 kelas.

siapa sangka kisah ini akan sampai di sini saja,kisah yang sulit di jelaskan,tapi tetap lah setia untuk membaca lanjutan kisah ini.

Tunggu lanjutan cerita ini oke jangan lupa vote and coment nya yah

Arti Dari Sebuah PerjuanganStories to obsess over. Discover now