Late Love

249 17 6
                                        

Nadya meminta izin kepada guru mata pelajaran saat itu untuk pergi ke toilet. Guru itu mengizinkannya, Nadya pun berlari keluar kelas tetapi Nadya berlari bukan mengarah ke toilet melainkan dia menaiki tangga dan menuju ke lantai 3, lebih tepatnya lapangan olahraga indoor. Sebenarnya sejak didalam kelas ia menahan tangisnya, maka dari itu ia meminta izin untuk keluar kelas dan menangis. Ia menangis karena kekasihnya semalam baru saja memutuskan hubungan dengannya, setelah satu tahun terjalin. Lantaran kekasihnya itu menyukai wanita lain. Nadya sudah terlalu menaruh hati pada laki-laki itu. Waktu satu tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalin sebuah hubungan yang baik, maka dari itu Nadya sangat amat menyayangi laki-laki itu.

Setelah lama menangis, lama kelamaan Nadya tertidur di sebelah tiang ring basket dengan posisi wajahnya berada di antara lututnya.
Saat ia membuka matanya, yang ia lihat bukanlah lapangan indoor sekolahnya, melainkan atap UKS.
"kenapa tiba-tiba bisa ada disini?" Nadya bertanya pada dirinya sendiri.

Ada seseorang wanita yang menghampiri Nadya, Nadya mengenali wanita itu. Dia adalah Clara. Kaka kelas yang terbilang cukup dekat dengannya. Dia juga bagian dari anggota UKS dan mungkin hari ini adalah jadwalnya berada di UKS.

"sudah bangun?" tanya Clara pada Nadya

"Sudah. Tapi, kenapa aku bisa ada disini? Seingatku tadi aku berada di lapangan indoor?"

"kau tertidur disana, dan ada seseorang yang melihatmu. Dia mengira bahwa kau pingsan, karena melihat bibirmu sangat pucat. Jadi dia menggendongmu sampai ke sini." Clara menjelaskan.

"Dia? Dia siapa?" Nadya memasang ekspresi bingung.

"Dia menyuruhmu untuk menemuinya di lapangan indoor. Pada jam istirahat."

"aku saja tidak tau siapa orangnya. Bagaimana bisa nanti aku temui dia? Siapa sih dia?" Nadya sedikit memohon untuk di beritau siapa orang itu, tapi nampaknya Clara tidak akan menjawabnya.

"Dia menyuruhku untuk tidak memberitahumu siapa dia." jelas Clara. "Ah iya, satu lagi. Dia sudah mengizinkanmu kepada guru bahwa kau sakit dan dia sudah meminta surat UKS untuk diberikan kepada guru."

"Mata pelajaran sekarang itu sampai jam istirahat. Yasudah aku akan tetap disini sampai jam istirahat tiba." Nadya memanfaatkan ruang UKS yang berAC itu untuk istirahat.

"Oh iya. Aku ingin bertanya. Kenapa kau bisa tertidur di lapangan?" tanya Clara sambil mengerjakan tugasnya.

"Aku menangis. Dan lama-lama aku tertidur."

"menangis karena?"

"Richard."

"Ada apa dengannya?"

"Dia bilang sudah bosan denganku. Lalu dia minta putus dariku. Dan berpacaran dengan anak kelas sebelah." Jawab Nadya dengan nada yang terdengar sangat sakit. Dan Clara bisa merasakan bagaimana yang Nadya rasakan saat itu.

"ohh jadi sedang patah hati rupanya."

"Begitulah."

"Tapi kurasa jam istirahat nanti, patah hatimu akan terobati."

"Semoga saja." Nadya menghela nafas.

Bel istirahat sudah dibunyikan, Clara menyuruh Nadya cepat-cepat pergi ke lapangan indoor sekolah.

"Cepatlah, kurasa dia sudah menunggumu disana." Clara mendorong Nadya keluar dari UKS.

"Iyaaa." Nadya berjalan keluar UKS dan menaiki tangga untuk sampai ke lapangan Indoor sekolah ini.
Nadya membuka pintu lalu ia masuk dengan santai. Setelah masuk Nadya mendengar ada suara sebuah bola basket yang sedang dimainkan oleh seseorang. Nadya lebih mendekat kepada orang itu. Sepertinya Nadya mengenali siapa laki-laki yang sedang memaikan bola basket tersebut.

Late LoveWhere stories live. Discover now