Chapter 2

7 0 0
                                        

Melissa Morris and Michael Parker

     Melissa melihat-lihat dress yang terdapat disalah satu toko di mall. Bersama kedua sahabatnya, Claire dan Karen. Dia melihat long dress berwarna pink yang dihiasi butiran-butiran manik-manik berwarna perak. "Kau suka itu?" tanya Claire. "Yeah, bagus. Aku sangat suka." jawab Melissa sambil tersenyum manis kepada Claire. "Ambil saja!" seru Claire juga sambil tersenyum.

"Ahaha, baiklah. Kau sudah menemukan dress sesuai selera?" tanya Melissa.

"Sudah. Ini dia, bagaimana menurut mu? Bagus untukku?" balas Claire sambil menunjukkan mini dress berwarna krem indah yang dimana dibagian bawah ada hiasan manik-manik perak.

"Wah, bagus. Claire, kau memang bagus dalam selera fashion."

"Ahaha, bisa saja kau ini. Kau juga. Akukan belajar darimu Mel."

"Haha, ya ya. Bagaimana dengan Karen?"

"Jangan tanya soal dia. Dia malah berkenalan dengan seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri kita tadi dan malah mengiyakan ajakan dari pria itu."

"Hah? Karen biasanya tidak seperti itu. Kau tahu siapa pria itu?"

"Yap, dia Joey. Teman Hunter di klub football."

"Pantas saja. Karen sudah menyukai Joey dari kelas 3 SMP."

"Haha, iya kau benar."

"Bagaimana dengan Hunter? Jika Joey datang, berarti satu klub football biasanya juga ada disini."

"Jangan sembarangan bicara. Tidak mungkin Hunter disini."

"Apa kau yakin? Lihat dibutik seberang! Yang berjambul, mengalungkan earphone dilehernya, dan memakai baju T-shirt merah."

"Apa?"

          Claire memalingkan wajahnya menuju tempat yang dimaksud Melissa. "Kau benar Melissa. Sebaiknya kita bayar dress pilihan kita lalu pulang!" seru Claire sambil menarik tangan Melissa.menuju kasir. "Kau ini kenapa? Hunter itu kekasihmu. Mengapa kau begitu malas bertemu dengannya?" tanya Melissa heran.

"Ah, bukan urusanmu." jawab Claire sambil menaruh dress pilihannya dan pilihan Melissa. "Waw, sepertinya pangeranmu tahu kita berada disini?" ucap Melissa dengan nada yang setengah panik. "Apa?" tanya Claire kaget. Lalu datang seorang pria dan menyapa mereka. "Hei Melissa, hei Claire." sapa pria itu. "Hola Hunter." balas Melissa dengan penuh senyuman. "Kalian sedang memilih baju untuk prom besok?" tanya Hunter. "Ya tentu saja." jawab Melissa.

"Boleh aku lihat?"

"Tidak." sambung Claire tegas.

"Baby, why?" tanya Hunter dengan memohon.

"Ini rahasia. Kau boleh mengetahuinya besok malam."

"Ah, baiklah. Kalian udah selesaikan? Aku antar ya?"

"Tidak usah, kami ingin jalan-jalan dulu. Iyakan Melissa?"

        Saat ditanya, Melissa melihat Michael berjalan melewati toko tempat mereka berada. "Ah, kata siapa? Sudah sana! Kalian berdua pulang saja. Aku sedang ada urusan yang baru aku ingat." jawab Melissa dengan nada yang terburu-buru. "Urusan apa?" tanya Claire heran. "Ada deh. Pokoknya kalian pulang duluan saja! Aku pergi dulu. Bye!" ujar Melissa sambil mengambil dressnya dan berlari keluar meninggalkan Hunter dan Claire. Dia mencari-cari sosok seorang Michael ditengah keramaian. "Dimana orang itu?" tanya Melissa sambil terus mencari-cari Michael. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Melissa sontak kaget. Dia menoleh. Ternyata... Michael yang menepuknya. "Melissa?" tanya Michael. "Michael, sedang apa kau disini?" tanya Melissa. "Aku ingin keatas, membeli cd musik. Kau sendiri?" balas Michael.

Forever and AlwaysWhere stories live. Discover now