Hidupku berubah seketika ketika kenyataan yang tidak ku ketahui harus aku terima.
Aku terjebak dengan nama dan kehidupan orang yang pling dekat denganku namun juga paling asing bagiku selama 2 tahun.
Bau aroma khas yang sangat familiar membangunkan sekaligus menyadarkanku di mana aku berada saat ini. Suara seseorang yang terdengar sangat tidak asing terkesan khawatir.
"hyerim-ah gwenchana? Apa kau kenal siapa aku?
Aku berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang ku miliki namun itu tidak bisa, "ahh kreom nega arayo eoma"
Orang yang berada di sampingku dengan cepat memeluk dan terlihat sangat khawatir " ahh syukurlah hyerim kau tidak apa"
Sesaat setelah ibu memeluku aku bertanya padanya " aku ada dimana eoma? Apa yang terjadi sebenarnya?"
Ibuku terlihat sangat sedih saat akan menjelaskan apa yang telah terjadi.
" hyerim-ah kau mengalami kecelakaan dua hari yang lalu dan kau coma selama dua hari juga, tp syukurlah kau tidak apa anaku"
"oohh kecelakan? Aku tidak ingat apa-apa eoma aku hanya ingat aku sedang berjalan di trotoar itu saja.
...
Sementara di ruangan lain namun masih tetap di gedung RS yang sama terlihat dua orang tengah terbaring dan terduduk di pojok ruangan.
Terlihat seorang pria tengah terduduk di samping ranjang seorang gadis yang terbaring dengan berbagai alat di tubuhnya " kenapa kau melakukan ini eunji? Harusnya kau katakan jika kau tidak menyuki semua ini, bukan malah mencelakai dirimu seperti ini"
Tiba tiba terdengar bunyi derit pintu pertanda seseorang datang
"bagaimana kau sudah selidiki semuanya tuan kim? Apa kau sudah pastikan tidak ada liputan apapu tentang kecelakaan putriku?"
Seseorang yang di tanya terlihat gugup dan bingung atas apa jawaban yang harus ia berikan " nee sajangnim,saya sudah selidiki dan juga pastikan tidak ada yang meliput kejadian itu, namun... "
"namun apa tuan kim?" presdir jung terlihat bingung sekaligus penasaran atas apa yg di katakan oleh asistennya itu.
"itu tuan.. Saya telah selidiki siapa korban yang hampir tertabrak oleh nona.. Dan.. " tuan kim terlihat bingung dengan terus menggantungkan setipa kalimat yang ia katakan.
"Dan apa tuan kim? Apa dia menuntut? Atau dia ingin uang? Ayo katakan tuan kim jangam buat aku bingung seperti ini" presdir terlihat bingung setengah mati dengan perkataan tuan kim.
" bukan presdir bukan semua itu tapi ada yang harus anda ketahuai tuan tentang kenyataan ini, orang yang nona eunji tabrak dia ternyata sodara kembar nona yang tidak kita ketahui selama ini tuan" tuan kim terlihat sangat gugup sekaligus bingun juga dengan apa yg dia ketahui baru baru ini.
" hah.. Apa maksudmu sodara kembar? Siapa yang kembar tuan kim? AKu benar benar tak mengerti dengan apa yang kau katakan"
" saya tidak tahu persis seperti apa presdir tapi akan lebih baik jika anda coba bertanya sendiri pada jangmunim " tuan kim terlihat terus menunduk.
Belum sempat presdir jung menjawab peryataan tuan kim relihat seseorang berjalan masuk dengan jubah putih yang ia kenakan.
" maaf tuan jung bisa ikut saya keruangan sebentar untuk menjelaskan semuanya "
" ohh tentu baiklah doktef saya akan kesana " presdir jung terlihat mengikuti orang tesebut keruangannya.
"silahkan duduk tuan jung "
....
Terlihat ibu hyerim sedang mengupas apel untuk purtrinya.
" kau tidak perlu terlalu keras memikirkan dan mengingat apa yang yang terjadi, yang perlu kau pikirkan saat ini adalah kesembuahan dan kesehatanmu, ini makan apelnya" nyonya lee memberikan kupasan apel kepada putrinya.
"tapi eoma apa kau tau siapa yang menabraku? Apa dia orang jahat atau mabuk? " hyerim terliahat penasaan dengan siapa orang yang nyaris menabraknya.
"entahlah eoma tidak tau siap dia.. Haya saja yang eoma tau katanya dia meninggal di tempat " nyonya lee mencoba menjelaskan dengan semua yang ia tahu.
" apah meninggal eoma? Wahh untung saja yah aku tidak apa eoma " eunji terlihat syok sekaligus tenang karna apa yg ia alami tidak seburuk yg di alami orang dalam mobil tersebut.
Dua hari berikutnya hyerim sudah bisa pulang kerumah karena keadaannya sudah lebih membaik.
" tunggu.. jangmunim apa kau masih ingat saya? Terlihat seorang pria menghampiri ibu hyerim di ambang pintu masu ruang rawat.
" ohh... Kau... " sedang apa kau disini tuan kim?" Ny lee terlihat bingung dan kaget melihat sekertaris mantan suaminya ada di sini.
" saysa kemari ingin meminta waktu anda jangmunim apa kau bisa " tuan kim meminta dengan sangat hati hati.
Ibu hyerim terlihat bingung " ada urusan apa kau ingin bertemu denganku? Apa ada hubungannya dengan presdirmu?
" saya tidak bisa jelaskan sekarang tapi alangkah lebih baik jika kau ikut dengan saya nyonya"
" tapi kemana? " Ny lee terlihat bingung.
"hanya sebentar saja nyonya" tuan kim mencoba membujuk
" baiklah tapi aku harus bertemu seseorang dulu" ibu hyerim mencoba menyembunyikan hyerim dari sekertaris itu.
"baiklah kalu begitu saya tunggu nyonya disini"
...
In room doctor
"Sebenarnya saya sudah berusaha semampu saya tuan jung,, tapi.. " dokter terdengar menggantungkan perkataannya.
" tapi apa dok? Katakan putri saya bisa sadar kan dok? Ayo dok katakan!! " tuan jung terlihat emosi dan marah pada dokter tersebut.
" kemungkina eunji untuk sadar sangat besar.. Namun dia tidak akan bisa seperti semula,, karna kecelakaan itu sangat berdampak buruk bagi tubuhnya,, kemungkinan eunji akan lumpuh total." dokter mencoba menjelaskan dengan perlahan.
" apa maksudmu kau bilang dia bisa sadar tp kenapa dia jadi seperti itu? Tolong katakan adakah yang bisa aku lakukan untuk membuat putriku sembuh seperti semula?" tuanjung kecewa dan tetap memohon.
" mungkin hanya keajaibanlah yang bisa membantunya tuan.. Saya benar benar minta maaf saya sudah berusaha semampu saya tapi apa daya itu yang tuhan imginkan."
Tuan jung pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut dan kembali ke kamar eunji.
"au cari minyeong kau bawa dia kemari aku mohon tolong kau bujuk dia demi eunji" tuan jung tertel ihatamatihatama bersedih
"baiklah tuan saya akan mencari dan membujuknya" tuan kim pun bergegas pergi untuk membujuk Ny lee.
***********************************
Chapter 2 soon
YOU ARE READING
Jangan paksa aku menjadi dia
FanfictionHidupku berubah seketika ketika kenyataan yang tidak ku ketahui harus aku terima. Aku terjebak dengan nama dan kehidupan orang yang pling dekat denganku namun juga paling asing bagiku selama 2 tahun. Bau aroma khas yang sangat familiar membangunkan...
