it's always you

8 0 0
                                        




"CHINEEENNNN ~ !!!!!"  teriak seorang siswa tinggi bernama Nakajima Yuto di lorong karena  memanggil temannya yang imut yang berniat membolos piket.

"maaf Yutti, hari ini aku ada perlu" balas temannya sambil berlari ke luar untuk mengejar seseorang.

Sesampainya di pintu masuk sekolah.

"ah,  ada. RYO-CHAAAAANN ~ !!!" teriak lelaki imut yang bernama Chinen Yuri  ketika akhirnya mencapai tempat tujuannya untuk menemui kekasihnya  Yamada Ryosuke.

Lelaki yang dipanggil Ryo-chan pun menoleh dengan wajah datar.

"haahh ..hari ini kau jadi pulang denganku khaan..haahhh..haahh?" lelaki imut yang td dipanggil Chinen bertanya pada kekasihnya.

"tarik  napas dulu!!"

Tiba-tiba ...

"hei,  Yama-chan ayo cepat, lama sekali sih?" teriak Hikaru dari luar pintu  masukyang muncul bersama Inoo dan Yabu. 'muncul deh teman sekelasnya'  batin Chinen.

"hei, Chinen ~ kenapa sih kamu ga pernah ikut kami main? Seharusnya kamu ikut main." Hikaru bertanya pada Chinen

"eh?"

"ah iya! Bagaimana kalau Chinen juga ikut main? Kita mau ke karaoke lho.." tawar Yabu .

"ah iyaa, aku mau!!" jawab Chinen dengan wajah berbinar senang.

"tidak  boleh!!" tiba-tiba Ryo-chan sambil menarik kepala Chinen dari belakang.  "hari ini kita tidak bisa pulang bareng, sudah ya. Kalau ada waktu  nanti aku telpon." Jawab Ryosuke sambil menarik teman-temannya untuk  segera berangkat meninggalkan Chinen sendiri.

"EEHHH?!!"  Chinen menangis sambil membatin 'lagi-lagi seperti ini. Selalu berkata  lain kali. Tapi lain kalinya itu kapan? Ryo-chan yang sangat aku sukai.  Daripada pacar, teman-temannya itu selalu lebih penting.'

"ketemu kau!!" Yuto akhirnya menemukan Chinen untuk menggeretnya kembali ke kelas untuk menyelesaikan tugas piketnya.

Setelah selesai piket, Chinen akhirnya bercerita pada Yuto mengenai masalahnya tersebut.

"dari awal jadian kamu sudah tau itu kan? Sekarang kenapa kamu protes?" tanggap Yuto.

"huweeee  ~ memang sih, tapi dia selalu saja begitu." ucap Chii dengan airmata  menggenang. "memang sih waktu aku menyatakan perasaanku padanya,  Ryo-chan sudah mengatakan konsekuensinya kalau dia akan lebih  mementingkan teman-temannya daripada aku. Dan aku bilang tidak apa-apa.  Tapi aku hanya ingin sekali dinomor satukan daripada yang lain."

"ya sudah, bilang saja padanya."

"tidak  mungkin!! Kalau aku bilang begitu sama saja aku bilang putus padanya!  Kamu tau kan Ryo-chan sudah berapa kali putus karena masalah ini?  Ryo-chan tidak suka dikekang."

"ya  memang sih, apalagi kalian baru pacaran selama 3 bulan. Selama ini  Ryo-chan kan cuma bisa pacaran selama 3 bulan." Ucap yuto dengan wajah  datar. Chinen hanya terdiam mendengarnya.

"ah iya! Bagaimana kalau kamu minta dinomor satukan di hari ulang tahun mu saja?" tiba-tiba Yuto memberi ide.

"eh ?"

"Chii, Jumat besok kamu ulang tahun kan?"

"iyaa !!" sahut Chinen dengan wajah gembira.

'iya  ya kalau dihari ulang tahunku, aku bisa minta dinomor satukan daripada  teman-temannya.' Batin Chinen dengan wajah sumringah.

"sudah-sudah,  ayo piket lagi Chii." Ajak yuto sambil mulai menyapu. Sementara Chii  menghapus papan tulis dengan senyum lebar terukir di wajahnya.

Chinen Pov's

Because there is youWhere stories live. Discover now