WARNING -YAOI- (18++)
"Hoaaammmh..." gue menguap lebar sambil merenggangkan otot-otot gue. Gue tatap jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, wah... gue telat nih!
Gue berlari keluar kamar dan nemu sepupu gue yang lagi baring asoy di depan TV, "Woy... loe liat bonyok gue gak?" Tanya gue sambil garuk-garuk selangkangan gue.
"Udah berangkat kerja," jawabnya ketus.
"Waduuh... padahal hari minggu. Eh mereka nitip uang kaga?" Tanya gue lagi sambil deketin tuh sepupu gue yang pendiam pake banget.
"Gak..." jawabnya malas.
"Ebuset... gimana gue mau weekend kalau begini! Masa iya bonyok gue gak nitip uang sama sekali sama loe bro?"
"Gue bilang enggak juga."
Gue manyun, menatap kesal sepupu gue yang sebenarnya ganteng ini, namanya Ken. Kulitnya putih mulus dan bersih, rambut warna putih kuningan.. tatapan tajam yaaah... pokoknya banyak hal yang bikin cowok umur 20 tahun ini terlihat begitu cool. Sedangkan gue sendiri Ray, 18 tahun. Kata orang sih gue masuk golongan cowok cute, rambut ku hitam, kulit gue putih juga, dan rambut sedikit jabrik, hehehe.... Tapi jangan salah, gue punya body yang waw! Secara gue kapten Basket, dan hampir menguasai segala bidang olah raga jadi badan gue rada berotot walau sedang, gak nyembul kaya para bina ragawan biasanya. Serem juga gue kalau punya badan segede itu.
Gue mulai muter-muter otak, kemudian gue dapat ide! Gue pasang wajah memelas, "Oni chan~ ngutang dulu ye? Perlu banget nih duit hari ini," bujuk gue sambil gelayutan di tangannya.
"Ogah..." jawabnya singkat.
Gue mendenguh kesal atas perlakuan Ken, dia kan sudah kerja dan numpang di rumah gue pula. Harusnya dia kasih gue kemudahan, "Kata nyokap loe, loe gak boleh kemana-mana. Gue dapet tugas jaga loe seharian," lanjutnya dengan tatapan masih fokus ke TV tanpa noleh ke gue.
"Loe pikir gue bayi apa pake dijagain segala," kata gue kesal kemudian pergi ninggalin dia.
Gue masuk ke kamar mandi, kemudian mendengus kesal. Kayaknya hari sial gue nih, padahal sekarang anak-anak pasti sudah enak-enakan ngumpul dan jalan bareng. Lah gue udah telat pake acara gak ada duit pula. Nasib, nasib.... Gue buka semua pakaian gue dan hanya meninggalkan CD gue. Gue hidupin shower dan mengguyur tubuh sexy gue wehehehe.
Gue tatap tubuh indah gue dan mengagumi akan kesempurnaan yang Tuhan titipkan sama gue, cukup beruntung sih jadi gue kalau dipikir-pikir, jadinya bete gue hilang setelah mensyukuri apa yang gue punya hehe.
Gue gosok seluruh badan gue dari wajah sampai kaki dengan sabun, tak lupa junior kesayangan gue digosok-gosok eh malah kelanjutan jadi dipijit-pijit dan uh uh wkwkwk..
Kemudian gue ambil shampoo dan menggosok rambut gue sampai berbusa, namun tiba-tiba air mati. Waduh bagaimana ini? Mana di penampungan air kosong melompong!
Akhirnya gue memutuskan teriak-teriak, berharap Ken dengar dan mau bantu gue. Tapi nihil, jelas saja karena jarak antara kamar mandi dan ruang TV cukup jauh. Akhirnya gue keluar dengan apa adanya yaitu CD yang menutupi senjata gue walau tercetak jelas karena CD gue lagi basah, rambut gue juga masih berbusa dan teriak-teriak depan Ken, "Woi... bisa benerin keran gak? Airnya gak jalan. Mana mandi gue gak kelar."
Dia menoleh ke arah gue dengan malas namun kemudian shock melihat keadaan gue, matanya yang sipit jadi besar terbelalak, mulut sedikit terbuka. Gue yang kesal karena gak diladenin malah mendekat dan jongkok depan dia kemudian mengayuhkan tangan, "Woi... loe ngelamun ya? Gue ajak ngomong juga."
"Loe kenapa kaya gini?"
"Gaaahhh! Gue bilang kan tadi gue lagi mandi abang tapi airnya mati!" teriak gue frustasi.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
My Cousin Is A Pervert
Hayran KurguOne shot story Genre : yaoi , comedy, sex Mohon yang baca 18+++ Content Dewasa (Author masih pemula jadi buat yang one shot saja kalau nanti bisa buat banyak chapter diusahain update lagi) Yang Fujoshi dan fudanshi mari mendekat dan baca.. Yang buka...
