Wah sedikit revisi! Hehehe maaf ya!
Wah ini first time aku buat story di wattpad yeyy!!
Jadi aku minta kalian nulis saran yaaa!
HAPPY READING! :*
Jangan lupa vote dan comment yaaak!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~ Aca's Pov ~
"Aca sayanggg? Ayo bangun!" Bisik lembut mama di telingaku tiba-tiba.
"Masih males bangun nih ma, masih ngantuk" Sahutku malas.
"Ayo bangun sayang, ini hari pertamamu masuk SMA lho?! Kamu nggak ingat?" Jawabnya dengan lembut.
"Ah iya ya? Aku jadi semangat maaa!" Sahutku senang sambil beranjak untuk siap-siap. Oh yaa, namaku Anastasya Angelin Thomson. Biasanya sih dipanggil Aca. Dan nama mamaku adalah Veronica Thomson.
Setelah siap-siap, aku langsung mennuruni tangga. Dan disambut meriah oleh keluargaku. Ah senangnyaaaa!
"Good morning sayang!" Kata mama dan papa bersamaan, lalu diikuti ketawa kecil dari aku dan kakakku.
"Good morning Mama Papa! Ciye tadi barengan ngomongnya" Sahutku senang lalu kucium kedua pipi orang tuaku bergantian. Oh ya, nama papaku itu Jack Thomson. Yap papaku ini sangatlah cuek, dingin. Tapi kalo sama keluarga sih, enggak sama sekali. Ia juga orang yang sangat hemat, walau perusahaannya itu terbesar ke-2 di Indonesia. Dan itulah yang kusukai dari Papaku.
"Good morning My Angel! Ciye sudah SMA sekarang" Kata kakakku. Ohya nama kakakku itu Fernandes Harry Thomson. Bagus bukan? Ah emang paling bagus sedunia, bagiku. Selain itu, kulitnya tergolong putih, walau dia sering di bawah terik matahari. Tapi kakakku ini sikapnya dingin banget, entah kenapa!? Mangkannya banyak cewek yang nyerah buat ndeketin Kak Fernan.
"Ih daritadi kok melamun aja? Ya kakak tau kalo kakak itu gan...teng awhhhh... sakit tau Ca... Awhh!" Kata Kak Fernan kesakitan.
"Oh i-ya, Go-od Morning juga Kak Fernan!" Sahutku terbata-bata tapi juga tak kalah senang dong. Lalu kulanjutkan untuk sarapan karena sudah disuruh papa daritadi hehehe.
"Eh iya Ma, Pa, Kak? Aku berangkat dulu ya! Udah gasabar nih!" Kataku sambil beranjak mengambil peralatan sekolah, termasuk peralatan MOS hari pertama.
"Iya, hati-hati yaa sayang!" Kata mama dan papa barengan lagi.
"Hati-hati ya Acaaaa! Jangan ngebut loh!" Kata Kak Fernan juga tak mau kalah, sambil melambai lambaikan tangan.
Lalu kubelah jalanan Jakarta dengan Audi merahku, menuju Orestad High School dengan tergesa-gesa.
Sesampainya di depan sekolah, kumelihat Pak Bin (Pak satpam) sedang menutup pagar sekolah. Berarti tandanya? Aku sudah hampir telat!? Lalu kulajukan cepat, dan akhirnya? Berhasil memasukinya dan kuparkirkan di tempat yang telah disediakan.
"Waduh! Lain kali jangan telat lagi!" Kata Pak Bin tegas dan aku langsung berjalan menuju lobby.
"Ya pak" Kujawab singkat lalu ku berikan senyuman bermakna terima kasih.
"Oh non, ma-af i-ni kan Non A-ca?!" Katanya seperti orang ketakutan.
"Ah ya pak, rahasiain semua ya! Saya masuk dulu" Langsung ku berlari meninggalkan Pak Bin dan menuju kelasku cepat-cepat karena keadaan sekitar sudah mulai sepi.
"Apa ini kelasku?" Tanyaku dalam hati. Kulangkah kan kaki menuju ruangan bernuansa biru tersebut. Dan tiba-tiba...
"Hey! nama kamu siapa?" Tanya seorang cewe dengan ramah namun mengagetkanku.
"Aca" Jawabku singkat tapi pasti dan kuberikan senyuman kecilku.
"Eh namaku Baby Greezy! Salam
kenal ya! Panggil saja B-A-B-Y yaitu Baby Hehehe. Namamu siapa?" Kata Baby seketika berada di sampingku. Dan menjulurkan tangan yang bertanda ingin berkenalan.
"Alay banget." Kataku dalam benak.
"Iya, Aca" Kataku singkat lalu ku julurkan tanganku juga. Namun sebentar. Karena aku tidak terlalu suka berbicara panjang lebar.
"Eh ayo ayo! Kita sudah ditunggu di luar sama senior" Kata salah satu anak cowok. Lalu kita tergesa-gesa berlari menuju lapangan, karena letak lapangan dengan kelas sudah termasuk jauh.
"Hey kelian lama banget! Gue udah nunggu lama! Gatau apa? Kalian itu telat banget!!" Kata kakak seniorku, namun cewek. Aduh galak banget.
"Maaf kak." Hanya itu kalimat yang keluar dari anak kelasku.
"Karena ini hari pertama, kakak maafin!" Jawabnya dengan tenang.
"Kasih hukuman aja." Sahut seseorang gagah dengan sangat dingin.
"Jangan, gausah! Kasihan mereka! Ini kan masih hari pertama!" Bela seseorang yang tak kalah gagahnya.
"Halo adik-adik! Kenalkan, namaku Citra. Ini dia orang terdingin, namanya itu...." Tiba-tiba suara Kak Citra terpotong. Karena...
"Gausah ngasih tau nama gue." Jawab seseorang yg sangat misterius dengan sangat dingin.
"Okelah! Dan yang terakhir, namanya itu....." Tiba-tiba pembicaraan Kak Citra terpotong lagi. Karena...
"Namaku Jonathan! Ok kita sekarang mulai! Kalian dilarang membantah apapun perkataan kami. Jangan khawatir, kami ini sebaik malaikat." Kata Kak Jo ramah.
Lalu kami menyetujui perkataan senior dan melanjutkan kegiatan MOS hari pertama.
*Kring~Kring*
"Akhirnya istirahat datang" Batinku.
"Eh ayo ke kantin Ca! Aku udah laper nih." Kata Baby
"Ayo" hanya satu kata saja yang keluar dari mulutku.
Sambil berjalan menuju kantin, aku sangat bosan mendengarkan ocehan dari Baby.
"Eh itu kakak kelas ganteng siapa ya?!"
"Caaaa! Ada kakak kelas ganteng aduh! Gemes gue!"
"Loh kok dia nge say 'hi' ke kamu? kok gak ke akusi?"
"Halo kak!?"
Dan lain-lain.
"Lo kenapa si?" Tanyaku dingin.
"Ih jadi kamu daritadi ga ndengerin omonganku Ca? Ah sedih banget gue." Jawabnya melas.
*Pyarrrrrrr* suara mangkok pecah pun membuat suasana buruk.
"Awh... Panas... Awwhhh sakittt!" Kataku lirih.
"Alay" Katanya tanpa memandangku, lalu berjalan dengan santai.
"Mas, nanti saja aja yang membereskan" Teriak salah satu Bapak-bapak yang berjualan di kantin dan diikuti isyarat 'Ok' dari seseorang itu.
"Ih itu kayaknya yang ngemos in gue? Sapa sih namanya? Sok-sok an banget. Kok dia juga jahat gitusi? Dasar manusia gapunya hati. Dasar manusia gapunya otak, minta maaf apa gimana kek? Huf kesel gue, ganteng-ganteng tapi jahat." Heranku dalam hati.
"Eh Lo gapapa kan? Sini sini gue bersihin Ca!" Kata Baby khawatir.
"Makasih Baby" Kataku dingin, namun sedikit senyum melintas di bibirky.
Lalu kita makan, dan meninggalkan kantin. Tiba-tiba...
*Brakkkkkkkk* Pintu kelasku tiba-tiba tertutup rapat.
"Wah tandanya? Aku dan Baby telat dong masuk kelas? Aduh gimana nih?!" khawatirku dalam benak.
"Aduhhh Ca! Kita telat nih!" Kata Baby khawatir.
"Ya masuk aja." Raguku.
Lalu kami memasuk i kelas, dan ternyata... Bener dugaanku.
"Eh nama Lo siapa?" Kata seseorang misterius itu pada Baby. Untung bukan aku.
"Ba-by kak" kata Baby gugup.
"Duduk aja!" perintahnya dengan tegas.
"Dan kamu? Ikuti saya!" Perintahnya, lalu aku hanya mengikuti perintah iblis itu dan seketika itulah, aku lemes banget.
~ Iblis's Pov ~
"Kok gue sedikit tertarik ya? Buat ngerjain dia?" Heranku dalam hati.
"Hey kamu! Gue dapet lipstick ini dari temen gue. Dan gue akan ngehias wajahlo supaya tambah cantik." Bisikku padanya. Lalu dia hanya manggut-manggut.
"Apa? Kok dia se dingin ini sih! Gila nih cewe!" Gerutuku dalam hati. Lalu kutak lupa menghiasi wajahnya. Eits tapi lebih tepatnya kayak badut, Hahaha! Pasti imut banget! Dan, akhirnya selesai.
"Cepet kamu berjalan mengelilingi sekolah! Gapake nolak! Karna gue gasuka penolakan!" Bentakku padanya.
~ Aca's Pov ~
Setelah kuturuti, ku berlari menuju kamar mandi dikarenakan banyak orang yang menertawaiku. Dan kulihat wajahku, ternyata sudah seperti badut ancol. Seketika hatiku sakit, rasanya ingin berteriak. Namun tak bisa! Ku hanya bisa menangisi. Yak, hanya menangisi.
"Hiks... Hiks... Kenapa dia setega ini? Mempermalukanku di depan umum? Kenapa dia membuatku sejelek ini? Kenapa dia tega ya Tuhan.. Hiks.. Hiks.." Isakku sambil berteriak di depan kaca.
"Apa ada yang sa-lah deng-an ku ya Tuhan?" Isakku sambil berteriak tak kalah kerasnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yeay Part 1 sudahh selesai! Tunggu Part selanjutnya yaaa!
Happy reading! mwah :*
Jangan lupa vote dan comment nya yaak!
Dan jangan ragu untuk memberiku saran :)
YOU ARE READING
Everything Has Changed
RomanceApakah pantas berlian yang berkilau diganti oleh batu kali yang sangat kotor? Salah satu hal yang paling kutakuti adalah melihat semua kebohongan. Ya setidaknya aku mencoba bertahan, mencoba untuk merelakan. Dimana ada kebahagiaan disitulah ada kes...
