Melupakan..
Bukankah hal itu terjadi karena adanya sebuah keinginan?
Keinginan untuk menutup sebagian atau bahkan keseluruhan. Entah itu menjadi baik atau tidak. Namun sayang, kadang makna baik terjadi bukan dalam arti yang sebenarnya. Karena ketika kita memilih untuk melupakan maka makna menjauhi dan menjaga jarak menjadi makna yang terjadi. Dan itu kita lakukan kepadaNya. Dzat penguasa hidup dan mati manusia.
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudiaan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Q.S Al-Baqarah: 28)
Diri ini lemah.. Ya!
Maka kau membutuhkan kekuatan untuk membantumu bangkit dan berlari.
Diri ini kerdil tak perkasa.. Ya!
Maka kau membutuhkan penguasa untuk membantumu berpegang padanya saat kelemahan diri merambat untuk menguasai.
Mencari penguat saat diri melemah..
Mencari tempat bersandar saat yang lain tak mengulurkan tangan.
Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnga Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S Al-Baqarah : 186)
Apa yang kau cari saat dzat yang dekat berada dalam jangkauan?
Mengapa kau seakan buta pada apa yang seharusnya kau lihat?
Mengapa kau seolah tuli pada sesuatu yang seharusnya kau dengar?
Bukankah Allah sudah cukup sebagai saksi saat kebaikan diri bahkan aib pribadi. Mengapa kau palingkan wajah pada hal lain yang sejatinya iapun tak kuasa akan dirinya sendiri..
Just rememmber it.
as long as we have Allah, we have everything!
Just الله Who we need..
VOUS LISEZ
Be STRANGERS!
AléatoireTerasing. Ya terasa begitu sangat terasing. Semua hal terlihat begitu berbeda. Tidak hanya berbeda tapi asing dalam pengenalan.. Pandangan mata seolah menerawang Lirikan tak bersahabat menjadi pengenalan di awal jumpa. Kesetaraan? Aku rasa tak menye...
