Maafkan jika ceritanya kurang menarik. Ini hanya imajinasi yang tiba -tiba terlintas . Dan juga ini cerita pertamaku berbau boyslove.
Happy reading~
AKU LAGI MEREVISI DARI BAB 1 MEMPERBAIKI KETYPOAN DAN KETIDAK SINKRON ANTAR BAB, SEKALIGUS MENGINGAT KEMBALI JALAN CERITANYA YANG TERLUPAKAN.
.
.
SO JI SUB POV
"saya mohon pak presdir Ji, saya akan melakukan apapun"
"saya bilang tidak ya tidak, saya sudah memberikan anda waktu untuk pelunasan." Ucapku dengan nada dingin.
"saya tidak tau akan tinggal dimana nantinya"
"aish.. apa tuan park hae won lupa, anda sudah membuat perjanjian dengan saya. Saya rasa saat perjanjian itu dibuat sudah jelas semuanya" ucapku yang berusaha mengingat kembali apa isi surat perjanjian itu.
"saya mempunyai seorang putri, saya akan menyerahkan putriku." Ucap pria paruh baya yang kini tengah memohon untuk memberikan satu kesempatan lagi kepadaku.
"apakah begini seorang pebisni melakukan pelunasan terhadap hutangnya. Tolong segera anda angkut pakaian anda dari rumah ini, karena sekarang rumah ini sudah berganti kepemilikannya mulai sekarang." Aku tidak akan memberi ampun bagi siapa saja yang melanggar peraturan dan kesepakatan yang telah aku buat sebelumnya.
"presdir aku mohon..." pria paruh baya itu lalu berlutut dan memegang kakiku dengan memohon.
"tolong lepaskan tangan anda pak park hae won." Aku berusaha mengatur napasku agar emosiku tidak keluar. Aku masih menghargai orang yang lebih tua dariku.
"saya sudah mengatakan kepada bapak sebelum tanda tangan, seharusnya bapak berpikir ulang untuk berurusan dengan saya" aku lalu tersenyum dengan menampilkan smirk iblisku.
Pak park hae won melepaskan tangannya dariku dan kemudian berkata "aku menyesal telah berurusan dengan iblis itu"
aku berjalan meninggalkannya, lalu aku teringat ada satu kalimat lagi yang ingin aku katakan kepadanya "jangan pernah membicarakan kejelekan saya dibelakang, saya sangat membencinya. Lebih baik anda mengatakan langsung kepada saya" ucapku dengan ekspresi senang. Dan kembali berjalan menuju mobil sedan hitam mewah yang sedari tadi terparkir didepan rumah pak park hae won.
"sebelum kekantor, aku ingin singgah dulu untuk minum kopi" ucap ku kepada sekretarisku yang kini tengah sibuk menyetir.
"baik tuan"
Setelah menempuh 15 menit, aku singgah ditempat biasa meminum kopi. Seperti biasa aku, hanya memesan black coffe tanpa gula, minuman favortiku sejak dulu dan juga lebih suka membeli segala sesuatu sendiri ketimbang menyuruh orang lain. Setelah pesananku tiba, aku berjalan kembali menuju mobil, namun tiba - tiba ponselku berbunyi, aku lalu melihat bahwa sekretaris hyo rin menelponku.
"maafkan saya mengganggu anda presdir, ada rapat mendadak dengan para petinggi lainnya, mengenai kebocoran dana" mendengar kebocoran dana, tentu saja darahku kembali naik, siapa yang berani menyentuh uangku seenak jidatnya.
"aishhh.. saya akan segera kesana dalam 15 menit" aku pun berjalan cepat ingin segera kekantor.
BUGHH..
Karena aku yang sedang sibuk menelpon tanpa sadar menabarak seseorang dari arah berlawanan, dan akhirnya sukses membuat jasku diwarnai kopi hitam.
"kyaa ini sangat kotorr.. apa anda berjalan tanpa melihat ? lihat bajuku tertumpah kopi." Sebelum aku berkata, pria ini lebih dahulu memarahiku.
"apaa? Anda juga berlari tanpa melihatku." Jawabku yang tak mau kalah, emang benar pria ini juga sedang menelpon saat menabrakku.
"aishhh.. aku harus mandi segera. Iya mandi, ada begitu banyak kuman yang nanti tumbuh dibajuku" ucap pria ini hampir berbisik saking pelannya, dan yang membuatku lebih terkejut ia mengeluarkan sarung tangan seperti dokter dan mengambil sapu tangan untuk membersihkan noda kopi yang menempel dibajunya.
"itu hanya kopi kenapa berlebihan segala,lagian itu bukan kotora..." tiba - tiba saja ia mengambil sapu tangannya yang baru lalu memberikannya kepadaku.
"sudahlah, jangan ribut, bersihkanlah. Aku yang salah. Puas" ucap pria itu lalu pergi meninggalkanku yang masih memandanginya.
aku sampai tidak bisa berkata apa - apa melihat kelakuannya yang aneh ini. "ah sudahlah"ucapku
"heii sapu tanganmu" ucapku yang barusaha untuk mengembalikan sapu tangannya. Aku baru teringat ini sapu tangan miliknya. Malas berurusan panjang dengannya aku kembali berjalan menuju mobil.
setibanya di mobil, sekretarisku terkejut melhat jas dan kemejaku terkena tumpahan kopi.
"saya akan menyiapkan jas dan kemeja yang baru buat anda"
"hmmm.. cepat kembali kekantor. Ada rapat mendadak." Ucapku dingin, dan berusaha membersihkan noda kopi yang masih menempel dipakaianku.
"aku harap aku takkan pernah bertemu lagi dengan pria aneh itu" ucapku dengan nada pelan lalu menggeleng - gelengkan kepala.
"apa ada yang salah tuan ?" ucap sekretaris kim.
"tidak ada" ucapku singkat dan berusaha untuk tidak mengingat kejadian yang aneh barusan.
Tbc
YOU ARE READING
Mr. Perfect & Clean Boy (BL)
RomancePERHATIAN : Cerita di repost ulang untuk di revisi. Jika tidak suka dengan cerita aku buat "silahkan untuk tidak membaca" Seorang CEO "PELIT" dan juga terkenal "PERFECTIONIST" bertemu dengan Seseorang pengidap "OCD" (OBSSESIVE COMPULSIVE DISORDER) e...
