SINOPSIS

49 6 11
                                        

"Tumben banget lo mau nemenin gue ke toko buku."
Mikha mengedikkan bahu. "Lagi pengin aja, lagian gue juga pengin coba jadi anak nerd kayak lo."
Rianna menyenggol tubuh Mikha, dia tertawa. "Sori habis satu-satunya orang yang gue kenal suka menghabiskan waktu ditoko buku itu lo. Jadi, toko buku itu lambang nerd buat gue."
"Which is totally wrong"
"I know, I know."
Mereka menitipkan ransel kepada petugas, lalu mulai menjelajah toko buku yang ada didalam mal dekat sekolah.
Mikha kalau ngomong memang asal.
Terlepas dari namanya Mikha Novello Brahmantyo, dia sama sekali bukan cowok suka novel. Bahkan kalau boleh dibilang, namanya itu sama sekali tidak menggambarkan cowok yang wajahnya hmmm bisa dibilang "cowok banget"
Campuran Manado-Australia-China menciptakan wajah unik Mikha. Kulitnya kecoklatan, rambutnya yang khas dengan jambulnya, dan lesung pipinya yang manis itu, siapa yang berani menolak cinta Mikha?
Selain itu, dia punya sepasang mata coklat hasil darah Australia.
Semua itu terangkum dalam diri Mikha Novello Brahmantyo. Entah kenapa Om Lans dan Tante Yvo menamai anaknya Mikha Novello Brahmantyo.
"Ri, nih coba dilihat." Mikha menyodorkan sebuah novel bersampul ungu berjudul Boy Friend. "Sinopsisnya mirip banget sama kita," katanya lalu tertawa. Rianna membalik buku itu kemudian membaca sinopsis yang kata Mikha mirip dengan kita.
Apa maksudnya?
Rumahmu hanyalah selemparan batu dari rumahnya.
Oh ini maksudnya.
Mikha dan Rianna bertetangga, rumah mereka benar-benar selemparan batu. Dia A12 Rianna A13. Balkon kamar mereka berdekatan. Dan, Mikha sering kali loncat hanya untuk minta jawaban PR.
Efisien sekali bukan?
Setiap malam kamu selalu menghabiskan waktu bersamanya.
Ini nggak persis-persis amat sih.
Mikha dan Rianna nggak setiap malam menghabiskan waktu bersama. Dia populer, for your information. Temannya banyak. Rianna hanya salah seorang dari sejuta temannya. Mereka nggak sedekat itu.
Tawamu diam-diam selalu menundang senyumnya.
Idih.
Ini sih, apalagi. Tawa Mikha nggak pernah mengundang senyum.
Boro-boro tersenyum. Meringis aja nggak pernah. Rianna heran dengan orang yang bisa berlama-lama hangout dengan Mikha. Dia kan, payah banget kalau sudah bercanda.
Dan tanpa kamu sadari hidupnya mempengaruhi hidupmu.
Perlu lagi Rianna jelaskan?
Setiap dia menangis
Halah.
Kamu selalu ingin menghapusnya.
Setiap dia tertawa, kamu ingin jadi si pembuat tawa itu.
Sadarkah kalau persahabatan kalian mengundang perasaan lain?
Setelah selesai membaca sinopsis novel itu, Rianna melirik Mikha yang sedang membaca sinopsis novel-novel lain.
Suka sama Mikha?
Dia memang ganteng sih. Semua orang termasuk Papa, Mama dan adik perempuan Rianna, Cavalli. Mama Rianna itu penggemar berat koleksi Roberto Cavalli dan katanya, saat hamil Cavalli Mama selalu mengidam beli koleksi si desainer senior asal Italia itu menganggap Mikha itu maha segalanya.
Mahaganteng.
Maharamah.
Mahasopan.
Mahabaik.
Dan, satu-satunya yang melihat Mikha dari kacamata Rianna itu cuma mas Manda atau Mada. Nama yang paling normal yang ada dikeluarga Rianna, tapi percaya deh, kalau tahu latar belakang nama Manda pasti tertawa. Dan itulah salah satu dari sekian banyak alasan Rianna kenapa Rianna lebih suka curhat apapun ke mas Manda daripada Valli.
Mas Manda itu netral dan menganggap Mikha itu biasa saja.
Sama seperti Rianna.
Ingat.
Mikha itu biasa saja.
Ya, kecuali kalau dia sedang seperti itu. Tersenyum dengan senyuman lucu yang sejujurnya membuat Rianna sedikit mengakui kegantengannya.
Sedikit.

Hai finito le parti pubblicate.

⏰ Ultimo aggiornamento: Apr 17, 2016 ⏰

Aggiungi questa storia alla tua Biblioteca per ricevere una notifica quando verrà pubblicata la prossima parte!

SINOPSISDove le storie prendono vita. Scoprilo ora