Chapter 1

103 5 2
                                        

Kring.... Kring...

Suara alarm? Semalem gue nggak pasang alarm. batinku.

"Hey, bangun pemalas, lo harus photoshot lagi kayaknya, si kembar kesini nyerahin map coklat." kata kak Kevin.

"What, map?" tanyaku kaget langsung loncat dari tempat tidur.

"Iya, map."

Oh, iya nama aku Alluna Alexa David, aku seorang model internasional, artis, penyanyi, dan seorang produser. Tapi, aku nggak tua kok, umur aku baru 19 tahun, mungkin terlalu muda.
Yang tadi itu Abang aku, namanya Kevin Alexander David. Dia pemegang perusahaan bokap aku. Abang aku itu jonesnya udah lama sampai umur 25 tahun aja belum dapet pacar.

Manager aku adalah si kembar, Berlyan dan Bryan, mereka temen aku sekolah, tapi lebih tua dari pada aku. Bisa dibilang aku golongan anak pinter. Waktu SD, anak lain pada 8 tahun, aku masih 6 tahun. Di SMP aku masuk accel, begitu juga di SMA.

"Halo, aku berangkat pagi ini, sekitar jam 10, tolong siapin jet untuk pagi ini okey." ujarku

"........"

Setelah terputus aku langsung turun dari lift, menuju dapur.

"Yuhuuu, apa ada yang udah buatin gue sarapan?" Teriakku sambil berlari ke dapur.

"Udah bangun lo? Sini cepet gue lagi masak ni," Suara wanita menjawab pertanyaanku.

"Ooh, si serigala udah dateng ya? By the way, masak apaan?" Tanyaku sinis.

"Enak aja lo bilang gue serigala, nama gue Berlyan. Gue masak nasi goreng pedas, pake udang dan cumi cincang. Nggak pake saus dan kecap, kolnya dibanyakin." Katanya lebih sinis.

"Ciee udah hapal aja nih, kesukaan adik iparnya." Ledekku.

Aku tau kalau Abang aku suka sama manager aku, begitu juga sebaliknya.

"Udah deh Luna, lo nggak usah ledekkin si Berlyan, kita cuma temen kok." Kak Kevin nyambar.

"Belain aja terus ni wanita lo. Udah, ah gue mau naik, makan di atas aja, nggak mau jadi nyamuk." Ujarku seraya berlari ke lift.

"Heyaa!!!" Nada teriak Kak Kevin menggunakan bahasa Korea.

Kevin P.O.V

"Tolong jaga dia dari kejauhan, ini yang kesekian kali, jadi aku percayakan pada mu."
"........"
"Tujuannya ada korea dan L.A,setelah itu ke korea lagi untuk liburan." Tegasku
"......."
"Oke"
"Tolong jangan sampai dia dekat dengan orang itu lagi,seperti 14 tahun yang lalu."
"......."
"Dia berangkat pukul 11 pagi ini,jadi lebih baik kamu berangkat sekarang."kataku
"........"
"Oke"
Kali ini adikku membuat khawatir lagi,setelah kehilangan ingatannya saat usianya 5 tahun,yang diperkirakan dokter tidak akan kembali,itu membuatku takut kehilangan dia lagi. Banyak sekali orang yang mau membunuhnya karna ingin menjatuhkan ayahku.

#Alluna pov#

"Lama banget sih nyampe nya, gue udah bosen main game, nonton drama disini." Omelku
"Sabar dikit kek lo naa, tu coba kaya Berlyan bocan."kata Bryan
"Gue ngak bisa tidur kamvret, kalo bisa dari tadi juga tidur dongkol." kata ku meledeknya.
"kemarin ELLE muji-muji lo tau."kata Bryan.
"Emang dia bilang paan?" aku mulai penasaran.
"Dia bilang,mata khas korea lo pas banget di paduin sama kulit indonesia lo, katanya banyak model yang mau kulitnya kaya lo." jelasnya.
"Jelas lah,ini keturunan korea dari bokap gue." Kataku menujuk mataku yang kekoreaan
"Gue tau, oh iya kok gue ngak pernah liat bokap lo? Ke mana lagi sekarang?." Tanya Bryan padaku
"Sekarang lagi di Prancis, besok juga kalo balik ke indonesia langsung ke Lombok lagi."balasku

Forever and alwaysWhere stories live. Discover now