Hi

51 6 0
                                        

Alexa Dianra Raina
Dipanggil Rain saat ini aku duduk di bangku kelas 11 . Aku sekolah di SMA Nusa Harapan . Sejak kecil aku dikenal sebagai orang yang riang .

Pagi yang cerah membuat ku sangat bersemangat untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasa , setiap pagi 2 sahabat konyol ku , Mili dan Audrey selalu menungguku di depan gerbang sekolah . Sambil melihat wajah mereka yang datar , aku pun turun dari mobil dan menghapiri mereka

"Pagi"(dengan nada datar) sapaan bagaikan sarapan pagi bagiku karena kata itu yang selalu ku dengar setiap pagi dari mulut mereka. Akupun langsung melanjutkan langkah ku menuju kelas bersama mereka. Bangku barisan ketiga dari depan dan kedua dari kanan adalah bangku ku. Kududuk sambil mengeluarkan buku dari dalam tas ku.

#istirahat
"Rain, aku nitip mie ayam yah ingat tapi nggak pake sayur " pintah Mili "aku es jeruk aja deh Rain" lanjut Audrey "Hm m!!" jawab ku dengan nada bosan. "Mbak , mie ayamnya 2 yah 1 nggak pake sayur sama es jeruknya 1" berjalan ke meja makan favorit ku bersama sahabat sahabat ku membuat ku heran melihat kedua sahabatku dari jauh itu senyum senyum tanpa sebab.

"Hei! Kalian gila yah... ngapain kalian senyum senyum gitu??!" tanyaku heran "Rain..in..kamu liat nggak cowok yang pegang gitar itu?" tanya Mili "Iya , emang kenapa?" . "Dia tuh cowok idaman cewek cewek tau... udah gantengnya ngalahin Adam Levine... pintar... ramah lagi. OMG.... beruntung banget tuh jodohnya!!" , "hah! Muka gitu kamu bilang ganteng ? Hei... bangun dong mil... " tentang ku dengan nada heran sambil memukul mukul pipi Mili dengan pelan "eh...kamu tuh Rain yang bangun ,cowok seganteng gitu kamu bilang ngak ganteng ... "lanjut Audrey
"Terserah kalian deh..." jawab ku sambil memulai makan siang ku

#pulangsekolah
"Rain .. kamu di jemput atau mau pulang sama kita?" . "Ngak deh Rey,Mil , soalnya aku mau di jemput trus langsung nganter Papa ke bandara..." tolak ku, "oke kalo gitu kita duluan yah... dah..." jawab Mili sambil menutup kaca mobilnya dan keluar melewati gerbang sekolah.

"Hai! Belum pulang? " tiba tiba suara cowok itu membubarkan konsentrasiku ku yang sedang serius bermain game Get Rich "Hah! Ya.. eh.. i..iya aku belum pulang soalnya jemputan nya belum dateng.." jawab ku gugup. Melihat muka cowok itu , aku merasa sudah tak asing dengan nya... *hmmm kayaknya dia deh cowok yang di bilang Mili dan Audrey idamam cewek cewek* pintaku dalam hati . "Ooo..sama dong aku juga lagi nunggu jemputan . Oh iya, kalo boleh tau nama kamu siapa??" tanyanya "em.. namaku Raina panggil aja Rain" jawab ku masih gugup . Tak tau mengapa jantungku berdegup kencang dan membuat ku salah tingkah saat dia berdiri semakin dekat pada ku. "Oh Rain... kenalin nama ku Reza bisa juga dipanggil Eza , kamu kelas 11.1 kan?" tanyanya lagi "kamu tau dari mana" jawabku bingung "Oooo... hahaha.. kamu nggak perlu tau aku tau dari mana " lanjutnya dengan muka licik .
Pip..pip... suar klakson mobil Ayah ku pun mengakhiri percakapan kami. "Eh.. aku duluan yah... jemputan ku udah dateng.." kata ku sambil berjalan menuju mobil. Di mobil , aku terus memandang cowok itu hingga tak terlihat lagi karena mobil Ayah sudah menjahui gerbang sekolah.

#rumah
Kamar kesayangan ku yang bernuansa biru membuat ku lebih betah tinggal di kamar dibanding pergi nongkrong di mall mall seperti anak muda jaman skarang. *Eza kalo diliat liat lumayan juga yah .. alisnya yang tebal bikin matanya semakin indah.. senyumnya manis lagi, eh.. ngapain yah aku pikirin dia , haha* pikirku dalam hati sambil ketawa kecil seperti orang gila.

"Rain.. makan siang!!!" teriak Mama dari lantai bawah

"Iya Ma... tunggu.." jawabku sambil beranjak dari tempat tidur dan mengganti pakaian.

#sekolah
Hari ini adalah jadwal olahraga kelas ku . Pak Mario , guru olahraga kelas 11 memberikan materi tentang berlari jarak pendek kali ini , secara otomatis kami di suruh berlari dan itu membuat kami lelah dan haus. Setelah membeli minuman segar, aku , Mili dan Audrey pun kembali ke kelas . Diperjalanan tiba tiba tak sengaja aku bertabrakan denga seorang cowok dan membuat minuman ku membasahi baju ku. Dan saat kuliat wajah lelaki itu , aku merasa tak asing lagi .

Ya , dia adalah Emir . Teman kelas sekaligus tetangga ku. Emir adalah cowok yang bisa di bilang tampan.. matanya yang biru dan kulitnya yang putih bersih seperti bule membuatnya menjadi benar benar tampan. Di tambah lagi dengan prestasinya yang cukup membanggakan.

Come Than GoneWhere stories live. Discover now