Seorang gadis sedang termenung dihalaman taman kampus, tersenyum mengingat kehidupannya yang sekaran. Entah apa yang membuatnya merasa bahagia.
1tahun lalu...
Seorang gadis tengah tersenyum menatal layar gadgetnya. Betapa tidak, dia baru saja mengadd seorang diakun sosialnya yang menurutnya tampan. Katakanlah dia konyol karna terlalu tertarik pada ketampanan wajah orang itu, padahal dalam kamusnya dia tak samasekali tertarik pada pria tampan, yang dia harapkan adalah pria biasa saja.
Akun sosial:
From.Vino
"Ya.. trims dek nasehatnya. Udah aq konfrim akun mu"
From.Febri
"😊, masama... trims juga kak.vin"
From.Vino
"Duh... berasa tua kalok dipanggil gitu"
From.Febri
"Kan emang lebih tua kakak"
Dst...(gitu deh chatnya)
Sedangkan ditempat lain, seorang lelaki tersenyum juga menatap layar gadgetnya. Tak pernah dia merasakan ketertarikan dan tersenyum begini hanya karna chat seorang gadis, gadis yang tak sengaja memberinya saran dig group setelah dia curhat tadi. Berniat hanya menumpahkan perasaannya, dia malah berkenalan dengan seorang gadis bernama Febriyani. Entah kenapa dia merasakan kenyamanan disana.
End.
Sekarang...
"Dorrr...."seorang pria sedang mengejutkan gadisnya yang sedaritadi melamun. "Aduhhh... ihhh.. kak.vin jangan usil dong. Tu hp q kan jadi jatoh" dengan pipi mengembung dan mempoutkan bibirnya.
"Hehehe... pis..✌ maaf princess... nih aq bawain minumnya. Dari tadi aq panggil-panggil gak nyaut sih. Lagian ngapain kok Dari tadi senyum-senyum. Ngebayangin apa hayo.." sambil menggoda sang gadis pria Itu merebahkan kepalanya dipangkuan gadisnya. Yah semenjak beberapa bulan lalu mereka sudah resmi berpacaran, tepatnya 5 bulan yang lalu.
"Hehehe trims... sayang.. huft udah haus banget dari tadi. Lgian kepo banget.. orang senyum gak boleh 😛"kata Febri.
"Iya deh Iya... terserah.. tapi jangan banyak senyum, nanti banyak yang suka sayang" sambil mencubit pipi tembam Febri.
Febri hanya memutar matanya malas.. yah beginilah sifat kakak a.k.a pacarnya yang sungguh menyebalkan. Mampu bersikap cuek dengan orang lain dan akan berubah crewet saat dengan dia.
"Hey.. kau melamun lagi???, ada yang sedang kau fikirkan?"tanya Vino.
"Tidak...😊" sambik tersenyum dan mengelus muka Vino.
"Tapi Feb, kau slalu begini tiap ada fikiran. Ayolah sayang ... jangan seperti ini lagi, aq takut kau sakit lagi" Vino menatap Febri penuh kecemasan.
"Heyy.. sudah q bilang, aq tak apa, bagaimana... ? Apa kau sudah minum obatmu?, sudah makan?, kapan kau akan checkup dan terapi lagi?" Tanya Febri beruntun.
"Calm down babe... Hey tenang aq sudah lakukan semua, mm tapi mungkin untuk terapi masih bulan besok" kata Vino.
"Selama Itu?? Bukankah harusnya tiap bulan? Tanya Febri menyelidik.
"Tidak sayang... masih bulan besok, dokter bilang pada q jika bulan ini aq tak mengalami gejala kelelahan atau drop aku tak perlu terapi." ujar Vino meyakinkan.
"Mm... begitu"kata Febri.
"Tak usah seperti Itu, aq tau kalau aq Itu tampan" ujar Vino percaya diri.
"Huuh... percaya diri sekali kau Vin, aq tak memikirkanmu. Aq hanya memikirkan, bsk aq akan Kemana saat libur" kata Febri sambil mencubit pipi Vino gemas, sedangkan yang dicubit hanya meringis dan tersenyum. Mengistirahatkan raganya yang lelah tanpa menjawab perkataan sang pujaan hati. Yang ada dibenaknya hanya satu, berapa lama ia hidup dan Mampu merasakan kebahagiaan ini selamanya.
YOU ARE READING
DAVIN
RandomFebri .... sejak mengenalnya entah kenapa hidup q lebih berwarna. Semua senyum, kesedihan, dan perasaan ini sungguh sangat terasa. Vino .... aq bersyukur memilikinya, mengenalnya. Aq harap Tuhan memperpanjang waktuku, umur q agar aq dapat menghapus...
