Draupadi Prastita Maheswari
Aku memasang wajah cemberut, menatap bosan lelaki yang kini tengah berdiri menjulang didepanku. Sudah dari limabelas menit yang lalu lelaki ini terus-terusan membujukku untuk mencoba gaun pengantin kami, padahal aku hanya belum mencoba satu baju saja. Dan itu baju yang harus kukenakan ketika resepsi.
"Ayo buruan dicoba" katanya untuk kesekian kalinya, membuatku bosan dan ingin meninggalkan dia sendirian dibutik ini.
"Ogah. Aku udah bilang berkali-kali kan?!" jawabku kesal sambil melipat tangan didepan dada.
"Kenapa?" tanyanya lagi dengan alis terangkat.
Aku mengacak-acak rambut frustasi. Dia kira kenapa aku tidak mau memakai gaun yang satu itu, aku ingin membuat kejutan untuknya. Aku kemudian bangkit dari duduk ku, lantas berdiri menantangnya. Aku berkacak pinggang didepannya, kemudian menghembuskannya perlahan mengurangi rasa kesalku.
"Aku mau buat kejutan buat kamu" Ujarku ketus sambil menggigit bibir bawahku gugup. Seketika itu juga wajah laki-laki dihadapanku ini berubah ceah secerah sinar mentari pagi. Bibirnya menyunggingkan senyuman yang membuatku hampir lupa keberadaanku agar melakukan sesuatu dengan bibirnya itu.
Dia mengacak rambutku gemas kemudian mendaratkan sebuah ciuman dipucuk kepalaku. "Oke aku tunggu kejutan darimu calon istri" ucapnya menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Aku menepis tangannya yang masih setia bertengger di atas kepalaku. "Puas sekarang?" tanyaku jengkel.
"Belum puas Drupa sayang, sebelum malam pertama kita" ucapnya sambil mengerlingkan matanya menggoda. Oke, satu yang harus kalian ingat dari laki-laki ini, dia amat sangat banget mesum. Silakan kalian garis bahawahi bawah pria ini MESUM.
Tapi kalian jangan salah, kami pacaran dengan sehat, tidak pernah macam-macam paling hanya sebatas cium-cium. Cium kening, pipi dan beberapa kali cium bibir. Bagiku itu masih wajar, aku tau kalian pasti ada yang melebihi batas kan?
Di umur hubungan kami yang sudah menginjak tahun ketiga, dia bahkan baru mencium bibirku tidak lebih dari sepuluh kali. Baiklah, kalian bisa biasa saja kan menatapku, tidak perlu terkejut seperti itu juga. Huh.. asal kalian tau dia itu beda, disaat para lelaki diluar sana berlomba-lomba untuk membobol keperawanan sang kekasih dengan embel-embel cinta, Bagas justru menjaga ku selayaknya aku ini barang yang sangat berharga.
Ya, namanya Bagas. Nama lengkapnya Yudhistira Bagas Firdhaus. Kalian pasti tau kan Firdhaus group yang terkenal itu. Dia adalah salah satu anak dari Firdhaus Dajayana, calon mertua ku. Dari sekian banyak usaha yang dimiliki Papanya, aku tidak tau kenapa Bagas justru memilih mengelola yayasan sekolah dan beberapa univertas. Waktu itu dia bilang ingin memajukan pendidikan di Indonesia.
Yah, mungkin memang seperti itu cita-citanya. Dia kuliah dari S1 sampai S3nya juga mengambil jurusan Teknologi Pendidikan. Dan sekarang dia telah mencapai titik balik semua usahanya selama ini, kalian pasti tau sekolah Firdhaus dan Universitas Firdhaus kan? walaupun swasta, tapi kualitasnya patut disamakan dengan sekolah dan perguruan tinggi negeri.
Bagas adalah pria berumur 29 tahun, dan aku baru berusia 24 tahun satu bulan yang lalu. Bagas anak orang kaya, pasti. Dia tampan, jelas. Sedangkan aku? Aku anak tunggal dari seorang TNI berpangkat sersan dua. sedangkan Ibuku seorang guru, yah walaupun beliau sudah sertfikasi tapi apalah kami jika dibandingkan dengan keluarga Bagas?
Dari dulu aku selalu berpikir bahwa setiap manusia itu dipasangkan secara sepadan. Misalnya Ibuku yang berprofesi sebagai guru berjodoh dengan Ayah yang berprofesi sebagai TNI. Secara penghasilan mereka bisa dibilang sepadan, Gaji Ayah diatas 5 juta dan gaji Ibu juga di atas 5 juta. Atau seperti Gendhis, teman seprofesiku. Dia juga tenaga pengajar disalah satu sekolah Firdhaus, sama seperti aku. Tapi dia seorang anak pengusaha kaya raya, jodohnya pun pasti juga tidak akan jauh dari pengusaha kaya raya. Buktinya sekarang dia tengah dipaksa menikah oleh mantan pacarnya yang merupakan pengusaha real estate. Sepadan kan?
YOU ARE READING
Household
RomanceDraupadi Prastita Maheswari Yudhistira Bagas Firdhaus adalah kekasihku sejak tiga tahun yang lalu. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Tapi apa yang akan kamu lakukan ketika satu persatu masalalu kekasih, yang sekarang sudah menjadi suamimu terku...
