Akhirnya Park Yoochun sadar, ia bukan Tuhan ataupun Dewa. Ia manusia yang hanya dapat berencana dan berkaca. Kegagalannya dalam memvaksinasi puluhan virus dalam sekejap membuat segalanya menjadi rumit. Virus baru, kota mati, dan masyarakat menjadi g...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Suara derap langkah menggema di koridor sebuah gedung pencakar langit terbesar di Seoul, Korea Selatan. Sekelompok pria dan wanita berpakaian serba putih yang seragam berjalan cepat disana. Air muka yang tampak tenang itu terlihat sedikit tegang dan kaku.
Beberapa dari mereka menenteng sebuah koper berisi tabung-tabung kecil berisi liquid berwarna hijau keruh. Sedangkan seorang di antara mereka membawa setumpuk dokumen yang ditata apik.
Terlihat seorang pria yang berjalan paling depan—menandakan jika dialah pemimpin rombongan tersebut. Berbelok ke koridor sebelah kanan dan menemukan sebuah pintu berdaun dua terbuat dari baja yang telah didesain khusus.
Laki-laki paling depan itu berdiri di depan sebuah monitor kecil di samping sebuah pintu berdaun dua. Sebuah sinar kecil secepat kilat menyambar—tepat mengenai wajahnya. Kemudian, monitor tersebut mulai memindai data dari analisa kornea mata laki-laki itu.
BIIIP
Dan, pintu pun terbuka lebar.
.
.
.
01
.
.
.
"Park Yoochun-ssi, aku harap kerjasama kita kali ini dapat memuaskan dan menuai hasil yang besar."
"Tentu saja, Hwang Joo-ssi."
Lelaki yang tadi memimpin rombongan itu adalah Park Yoochun. Pewaris tunggal dari perusahan yang bergerak pada bidang farmasi dan perkembangan teknologi terbesar di Korea Selatan bernama Shinki Inc. yang telah dirintis oleh keluarga Park—yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang farmasi dan kedokteran.
Kini proyek terbesar yang sempat terhenti beberapa puluh tahun mulai digerakkan kembali. Proyek pembuatan vaksin penyembuh berbagai penyakit pada manusia yang bereaksi sangat cepat dalam hitungan hari bahkan jam. Proyek—atau mungkin megaproyek yang apabila berhasil dirancang akan diedarkan ke seluruh penjuru dunia dengan harga yang sangat tinggi juga dalam stok pasaran yang dibatasi.
Taktik jitu dalam pemasaran sangatlah penting untuk meraup keuntungan yang lebih besar.
Yoochun—sosok lelaki tampan berpipi chubby dan berkacamata—kali ini sukses memimpin rapat para pemegang saham dan investor. Senyum menghiasi bibirnya. Matanya menerawang jauh menghadap sebuah ruang paling khusus di gedung itu.
Sebuah ruangan yang berukuran delapan kali delapan meter. Di dalamnya terdapat beberapa rak berwarna putih yang diatasnya ada puluhan tabung reaksi berisi liquid berwarna-warni. Sebuah mesin dan komputer canggih yang dirancang khusus pun tersedia di dalam ruangan tersebut.
Tiga orang pekerja juga sedang berada di dalamnya. Hanya di ruangan itu, siapapun yang masuk ke dalamnya diwajibkan untuk mengenakan seragam laboratorium khusus yang disediakan oleh perusahaan. Seragam yang dirancang untuk menjaga laboratorium khusus itu agar tetap higienis dan terbebas dari kuman juga bakteri yang berada di udara luar.