Hey Mentari, apa kabar?
Rasanya sinarmu sangat menyilaukan pandanganku
Hingga aku tak dapat melihatmu
Aku merindukanmu.
Kemarin aku melihat mu dalam indahnya senja, berbalut warna jingga disetiap sisinya, hingga pada akhirnya kau hilang di ambil malam, dan aku menunggu hinga terbit fajar.
Namun ternyata hari ini mendung,
Aku tak dapat melihatmu
Awan terlalu menyelimutimu,
Dan hujan telah menggantikan peranmu.
Hingga senja aku masih tak bisa melihatmu
Awan hitam terlalu pekat bergulung berjajar disekitarmu
Aku rindu karena tak melihatmu,
Tetapi aku menunggu dan
selalu menunggumu.
Untuk seseorang di ujung kota sana. Aku merindukanmu dengan sangat.
YOU ARE READING
Oh Rain, I Love You!
PoetryBiarlah deretan kata yang bercerita, seperti jingga yang menggambarkan senja. Seperti rintik menciptakan pelangi.
