Jam menunjukan pukul setengah 7 pagi, seorang gadis sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Tidak lupa dia mengambil name-tagnya yang bertuliskan 'Vina Varisha'. Ya, dia bernama Vina. Ini adalah hari keempat ia sekolah setelah 3 hari yang lalu menjalani mos di SMA 09. 3 hari yang sangat mengesankan dan cukup melelahkan baginya. Hari ini adalah pembagian kelas, itu artinya ia harus berpisah dengan teman-temannya saat mos. Vina pun berangkat bersama supir pribadinya Pak Rusli.
Tepat pukul 06.45 pagi, Vina sampai di sekolah.
Vina segera menyusuri tiap kelas untuk mencari namanya dan dia menemukan namanya, di kelas 10-1. Ia memasuki ruangan kelas, terdapat beberapa anak yang sibuk dengan kegiatan sendiri, dan tentunya sangat asing baginya. Ada satu tempat duduk yang masih kosong disana, di barisan kedua. Dia menaruh tasnya dan duduk disana sambil memainkan smartphonenya. "Em hai" sapa gadis yang tiba tiba menghampirinya "eh ya?" Jawab Vina. "boleh duduk disini?" Tanya gadis itu sambil menunjukkan kursi disebelah Vina. "Oh iya boleh kok, kebetulan belum punya temen sebangku hehe" jawab Vina ramah. "Oke makasi ya" jawab gadis itu sambil menaruh tasnya dan duduk disebelah Vina. Keheningan pun terjadi beberapa saat di antara mereka berdua, mereka sama sama sibuk dengan smartphonenya. "Oh ya, kita belum kenalan loh, nama lo siapa?" kata Vina yang akhirnya memecah keheningan. "Eh ya, nama gue Dira Kalina, panggil aja Dira, nama lo siapa?" Kata Dira sambil menjulurkan tangannya. "Nama gue Vina Varisha, panggil aja Vina" jawab Vina sambil menjabat tangan Dira. Akhirnya mereka pun mulai bersenda gurau dan berbagi cerita.
"Kriiinggg" bel sekolah pun berbunyi pertanda kelas akan dimulai, murid yang masih diluar berbondong-bondong memasuki kelas. Guru pertama pun masuk, guru biologi, bernama Bu Lita. Bu Lita mengenalkan dirinya dan mempersilahkan murid muridnya untuk memperkenalkan dirinya juga didepan kelas. "Ibu panggil lewat absen ya, yang pertama Aldi Mahendra silahkan maju dan memperkenalkan diri" kata Bu Lita. Seorang laki-laki berperawakan tinggi dan berwajah tampan yang dengan mudahnya bisa memikat hati siapa pun untuk memilikinya, berdiri dari tempat duduknya dan maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri. "Nama saya Aldi Mahendra, kalian bisa panggil saya Aldi, terimakasih" jelasnya. "Iya terimakasih, silahkan duduk" kata Bu Lita. Satu persatu murid yang lain pun mulai memperkenalkan dirinya. "Yang terakhir, Vina Varisha" sebut Bu Lita. Vina pun maju ke depan kelas dan memperkenalkan dirinya "Halo, nama saya Vina Varisha, kalian bisa panggil Vina, terimakasih". Vina memiliki wajah yang sangat cantik dan badan yang semampai, sehingga banyak laki-laki yang melihat Vina terlalu serius, dan Vina agak merasa risih karena ditatap banyak laki-laki dikelas seperti itu. Kecuali laki-laki yang duduk dipojok kelas, dia seperti mengacuhkan Vina yang sedang memperkenalkan diri, dia adalah Aldi. Dan entah mengapa, Vina ingin sekali dilihat Aldi, entah dia mulai menyukainya, atau hanya mengaguminya. Tapi Aldi adalah orang pertama yang ia kagumi saat masuk SMA ini. Hanya menganguminya.
Bu Lita mulai menerangkan materi awal, belum menerangkan sepenuhnya, hanya memberi gambaran materi yang akan dipelajari nantinya. Vina sangat menyukai biologi, perhatiannya tidak terlepas dari Bu Lita, hingga akhirnya bel istirahat pun berbunyi. "Dir, bawa bekel ga?" Tanya Vina kepada Dira. "Bawa kok gue, lo bawa?" Tanyanya. "Iya sama, gue juga bawa, gue kira lo mau ke kantin atau gimana gitu, nanti gue sendiri makannya kalo lu ke kantin" jawab Vina memelas. "Haha engga kok, udah ah ayo makan" ajak Dira. Mereka berdua memakan bekalnya sambil berbagi cerita satu sama lain. Saat sedang bercerita, tiba tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri mereka berdua, berperawakan agak gemuk, dan tinggi. "Wiihh ada yang bawa bekel nih, bagi bagi donggg" ujarnya. "apa sih ni anak sok asik banget gilaa" pikir Vina dalam hati. "Eh iya sini, gabung aja kali" kata Dira. "Ih ini lagi si Dira make nyuruh gabung, udah tau dia gemuk, makan tempat dah nih" ujar Vina dalam hati. "Kenalan dulu donggg!!" Kata laki-laki tersebut sambil menjulurkan tangannya ke arah Vina. "Hallo, gue Vina" jawab Vina sambil menjabat tangan dengan laki-laki itu. Dan laki-laki itu juga melakukan hal yg sama dengan Dira. "Terus nama lo siapa?" Tanya Vina, yang sebenarnya dia menjawab seperti itu agar obrolannya cepat selesai. "Masa lo lupa?? Tadi kan gue udah perkenalan di depan, parah parahh ngelupain gue gitu aja!!" Ujarnya. "Gila ni anakk, rese banget si, tinggal nyebut namanya aja susah banget" kata Vina dalam hati. "Oke oke, nama gue Adam Saputra, panggil gue Adam, udah inget??" Ujar Adam. "Ohh Adam, oke oke, lu ga makan?" Tanya Dira. "Mau sih, yaudah bentar deh gue ke kantin dulu cari makan, bentar ya" kata Adam dan meninggalkan kelas. Suasana kelas sangat sepi, semuanya lebih memilih untuk makan dikantin, hanya ada Vina, Dira dan beberapa anak kelas lainnya yang sedang mengobrol. Vina menyapu pandangannya keseluruh kelas, dan pandangannya tiba tiba terhenti oleh laki-laki dipojok sana, Aldi. Aldi sedang memainkan smartphonenya, lalu dia menelungkupkan wajahnya ke kedua tangannya yang diatas meja. "Gapunya temen apa gimana si tu anak, malah merenung gajelas gitu" pikir Vina. Lalu dia melanjutkan makannya lagi. "Eh Vin, Adam asik juga ya" kata Dira. "Eh, ehm iya sih, cuma kok gue mikirnya dia malah kayak sok asik gitu deh" kata Vina. "Hah? Sok asik? Engga ah, emang asik kok dia, menurut gue sih gituu" kata Dira yang masih mengunyah makanannya. "Hai guyss, Adam kembali" kata Adam yang tiba tiba sudah kembali dari kantin dan membawa sebungkus somay. Dia menarik satu bangku dan duduk disamping Vina. "Dam, itu Aldi kenapa mojok gitu deh? Lu udah kenalan belum sama dia?" Tanya Vina."gatau gue, gue juga belum pernah ngobrol sama dia. Kenapa emangnya? Naksir ya lo sama Aldi??? cieee baru hari pertama udah naksir cowo aja lo Vin hahahahahhah" ejek Adam. "Ssstttt!!!! Bisa gak sih ngomongnya jangan kenceng-kenceng! Engga gue gak naksir, ya bingung aja, yg lain aja udah dapet temen ngobrol, terus dia malah dipojokan kelas gitu" kata Vina heran. "Yaelaah gak usah sok gengsi deh looo, samperin aja kali!! Aalll........." "Ssssuuttttt!!!" Potong Vina saat Adam akan memanggil Aldi. "Hahahahahaaah tuh kan lo panikk" ejek Adam yang makin menjadi. "Apaansih dam, udah ah" jawab Vina kesal. "Hahahahahha apaansih kalian tuh" celetuk Dira yang ikut tertawa melihat tingkah konyol mereka.
Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 14.20, waktunya pulang. Vina mengirim pesan kepada Pak Rusli untuk meminta jemput, sampai akhirnya, satu pesan masuk ke smartphonenya "maaf Kak, ini tiba-tiba ban mobil bocor, masih agak lama kayaknya kalo mau jemput kakak" yang ternyata itu pesan dari Pak Rusli. Plakkk, sekarang Vina kebingungan mau pulang bagaimana. "Yaelahhh ini gimana lagi pulangnyaa, mana gangerti rute angkot sini lagi" gerutu Vina. "Neng, kenapa neng? Ga bisa pulang?" Tiba tiba suara yg familiar bagi Vina mengangetkannya. Adam, sudah berdiri dibelakang dengan motornya. "Ih! Ngangetin aja lo!" Jawab Vina reflek. "Yaealh biasa kali mba, kenapa? Gabisa pulang? Rumah lo dimana emang? Kalo searah bareng gue aja" tawar Adam dengan nada agak jual mahal. "Mmmm rumah gue di perumahan Bukit Indah" jawab Vina yang agak ragu-ragu. "Nah yaudah sekomplek dah itu mah ama gua, udah buruan naik" kata Adam. "Duhh kalo ga kepepet kepepet amat sih gua gamau bareng dia, cowo rese gini" umpat Vina dalam hati. "Heh malah bengong ni anak!" Kata Adam yang lagi mengagetkan Vina. "Iya iya" kata Vina sambil naik ke motor Adam. Mereka bersenda gurau saat diperjalanan, dan terus terusan mengobrol. "Asik juga ya dia haha" kata Vina dalam hati.
"Thankyou banget ya dam, sorry kalo ngerepotin" kata Vina saat sudah sampai depan rumahnya. "Iya woles, lain kali kalo gabisa pulang bareng gua aja gausah kebingungan depan gerbang gitu, malu maluin haha" ledek Adam yang tiada hentinya. "Iyaaaaaaa, yaudah byee!" Kata Vina sambil meninggalkan Adam, tapi tiba tiba Adam menarik tangan Vina. "Vin tunggu!" Tahan Adam. "Ya?" Jawab Vina heran. "Engga jadi deh hehe, byee!!" Kata Adam yang langsung memutar balikan motornya dan meninggalkan Vina yang kebingungan karna ulahnya. "Gemesin banget tu anak haha" ujar Adam dalam hati.
Akhirnyaa, diriku memberanikan diri untuk nge-Publish cerita kuh.
Jangan lupa Vote🌼
DU LIEST GERADE
Adore You
RomantikKarena terkadang tidak semua hal yang kamu inginkan sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Terimalah apa yang bisa kamu terima dan tinggalkan apa yang tidak bisa kamu terima. Sesimpel itu. Karena, seorang Vina Varisha percaya, semua akan berakhir ind...
