"Hey! Berhenti menjahiliku tuan!" teriak Sahara
"Baiklah putri." balas Elion terbahak
------------------------------------------------------
Namaku Sahara. Ya Sahara saja, memang pendek, aku tak tahu mengapa kedua orang tuaku memberi nama itu. Tetapi kupikir pikir itu nama yang bagus err.. Kalau tidak salah itu adalah nama gurun terluas yang terletak di Afrika.
------------------------------------------------------
"Elion! Tolong berhenti menjahilinya!" teriak ibu Elion
"Aku sudah tidak menjahilinya lagi bu." balas Elion
"Ya, tetapi kau akan mengulanginya lagi, bukan kah begitu Tuan Elion bla bla bla?" kataku
"Tentu saja tidak! Aku adalah pangeran Elion North, putra dari raja Erick yang ke 7! Aku akan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi!"
"Ohh, aku akan sangat memegang perkataan mu itu!" balasku
"Hey, kalian berdua, bisakah akur untuk sebentar saja?!" teriak kedua orang tuaku dan orang tua Elion secara bersamaan dari ruangan lain.
Aku dan Elion langsung terdiam.
-----------------------------------------------------
Ya, Elion North, dia adalah seorang pangeran yang.. Menurutku dia menganggumkan dan menyebalkan! Aku menyukai dan membencinya, perasaanku tercampur aduk, aku tak tahu mengapa aku menyukainya, tetapi aku tahu mengapa aku membencinya.
Dan menurutku ini cukup aneh.
------------------------------------------------------
"Hmm, Sahara bagaimana kalau kita bergabung dengan orang tua kita?" Elion mengajak
"Hmm, ide yang bagus. Ayo!" aku menyutujui
------------------------------------------------------
Saat ditengah perjalanan menuju ke ruangan makan keluarga yang luar biasa mewah.Terdengar teriakan dari kedua orang tua Sahara dan Elion. Mereka berdua langsung berlari kearah ruang makan.
Terdengar tawa jahat dari seseorang yang tak dikenal.
------------------------------------------------------
Aku melihat ayah sedang berlutut didepan seseorang dengan jumlah yang banyak yang berpakaian panjang dan serba hitam.
Mata ayah tertuju padaku dan Elion yang sedang terdiam di balkon ruangan yang megah itu, dan memberi isyarat agar aku melarikan diri bersama Elion.
------------------------------------------------------
"Elion! Kita harus melakukan sesuatu! Tolonglah aku tidak bisa meninggalkan ayahku disini!"
*SHINK*
bunyi pedang yang dikeluarkan dari tempatnya
"Aku tak tahu apa yang harus kulakukan! Tetapi ayahmu dan ayahku me-"
*ZHNG*
bunyi tebasan pedang yang dilakukan oleh seseorang yang berpakaian hitam tersebut
Dan kepala dari dua orang raja tersebut melayang keatas kemudian terjatuh dilantai ruangan itu
Istri mereka pun sentak terkejut dan menangis dengan meledak ledak.
------------------------------------------------------
"Katakan dimana mereka! Anak laki laki dan perempuan itu! Jika kalian mengatakan dimana mereka berada, mungkin aku tidak akan menebas kepala kalian!" ancam dari salah satu orang berpakaian serba hitam itu
"Aku tidak akan memberi tahunya! Dan tidak akan pernah!" Teriak ibuku dan menangis dengan pilu
"Baiklah jika itu yang kau inginkan" kata salah satu dari mereka
------------------------------------------------------
Dilanjutkan dengan tebasan di leher ibuku.
Ibu Elion pun mengatakan hal yang sama kemudian dieksekusi oleh orang orang jahat tersebut.
------------------------------------------------------
"Cari mereka! Selidiki tempat ini!" Sang pemimpin memerintah
"Elion! kita harus meninggalkan tempat ini!" kataku dengan air mata yang bercucuran
"Tetapi mereka dimana mana! Kita mungkin akan tertangkap, Sahara!" balas Elion dengan air mata yang membasahi pipinya
"Aku tahu jalan rahasia di kerajaan ini, ikuti aku!" kata ku
"Baik." balas Elion
------------------------------------------------------
Kami melewati lorong bawah tanah yang gelap itu, untungnya aku membawa lilin yang menerangi jalan tersebut dengan Elion disampingku.
Aku masih menangis mengingat kejadian tersebut.
Begitu juga Elion.
------------------------------------------------------
Mereka berjalan hingga ke ujung lorong bawah tanah tersebut dan membuka pintu besi yang terdapat disana, yang membawa mereka ke bagian belakang kerajaan itu. Matahari baru terbit saat itu.
------------------------------------------------------
"Aku kelelahan." kataku dengan mata yang bengkak setelah menangis selama beberapa waktu tadi
"Aku juga." balas Elion
"Sepertinya kita sudah aman dari mereka." Elion menambahkan
"Aku pikir juga begitu." kataku
"Kita harus pergi kerumah bibiku yang tak jauh dari sini, kupikir kau harus ikut bersama ku." Elion mengajak
"Aku setuju."
------------------------------------------------------
Mereka berjalan kaki selama beberapa jam dengan badan yang kelelahan dan akhirnya tiba di tempat bibinya Elion.
------------------------------------------------------
"To Be Continued"
