Tak jauh dari pria akan kesibukannya yang terus bersikutat terhadap kerja deadlinenya, ditambah untuk terus menatap buku bukunya.
Lomba yang diikutinya di suatu sekolah, melihat sesosok wanita yang anggun akan fashion yang syar'iNya. Tidak biasanya dia melihat sesosok wanita yang berpakaian syar'i langsung terkagumi dan bahkan acuh tak acuh.
Selesainya lomba alhamdulilah menduduki peringkat ke-2 di korwilnya. Seusainya keluar ruangan, sosok wanita tadi pun terlintas dalam fikiranNya dan tak lama dia kembali ke sekolah dengan wajah yang amat seperti bunga bangsa yang memenangkan peperangan. Di kelas, dia pun menceritakannya pada teman sekelas tentang kejadian tadi. Tak ada yang lain selain meceritakannya yang lebih awal tentang wanita tersebut pada rekan sebangkunya.
Oh iya sejak tadi pun saya tidak menyebutkan namanya. Namanya irsyad ibrahim dengan panggilan irsyad.
Ia pun menggambarkan sosok wanita tersebut pada teman sebangkunya. "Dia berjalan dan aku pun melihatnya sekilas seusai dia masuk kedalam ruangan, sering aku melihat wanita yang berpakaian syar'i seperti itu tapi baru kali ini aku merespon fikiranku karna beberapa kali datang dalam bayangku." Tuturnya yang gemetar.
"Kau sudah tahu namanya belum?".
"Aku pun belum sempat mencari tahunya. Yang aku fikirkan saat itu hanya melihatnya sekilas dan aku harus fokus pada perlombaannya! Gila saja kau aku harus mencari tahu dengan menanyakannya ke seluruh penjuru sekolah."
***
Waktu tepat jam 2 siang terik matahari yang bertengger tepat di atas kepala dan keramaian sekolah pun mulai memudar karna semua bergegas pulang.
Sesampainya di rumah, pertama kali tempat yang aku kunjungi adalah kamar dan berbaring di sela sela sejuknya putaran baling balingnya kipas.
**
Saat aku lengah di dalam hanyutnya kenyamanan, seseorang mengagetkan ku dengan perkataan 'dor', yaRabb bikin kaget saja teman ku ini, Fandi.
"Udah mblo, jangan difikirin, cewe mulu lo difikirin tapi punya mah kagak." Senyum lebarnya yang jahat.
"Lho kau tahu apa yang difikirkan aku?" Bingung menatap mata tajamnya.
"Haha normal laki laki bengong pasti mikirin cewe." Tawanya,
Aku pun mengalihkan muka ku pada jendela.
"Tapi ini beda fan, baru kali ini aku terpaku oleh sosok wanita tadi."
"Maksudnya?"
"Tadi aku kan Lomba, dan aku melihatnya di ruangan tempat iya lomba. Dia sosok wanita yang mungkin beda dari banyak wanita yang berpakaian syar'i yang kulihat diberbagai tempat, tapi entah mengapa aku mulai meresponnya."
"Haaa... kau terlalu banyak membaca buku kahlil gibran dan kau terjerat syair syair suci cintanya." Aku terkekeh. Fandi tertawa sambil menarikkan alisnya dihadapanku.
Mungkin aku terlalu berlebihan dalam merespon perasaan ini.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Dalam Do'aku Ada Nama Mu
SpiritualSebuah pertemuan tidak dapat juga dikatakan sebagai percintaan. Tapi melainkan apa yang akan menjadi harapan kita. Aku, dan apa yang akan menjadi pertemuan kita ya ukhti, semoga itu dari Allah SWT. "Ya ukhti, salah kah aku menyelipkan namamu dalam d...
