Prolog

71 4 1
                                        

Cahaya senja menerpa rerumputan hijau segar di taman belakang sekolah dengan sempurna. Sempat menyilaukan mata seorang gadis. Namun, ia tak pernah gagal menatap kedua sobatnya dari tempatnya berdiri sekarang.
Terlalu panjang untuk menceritakan semuanya. Yg jelas, saat ini, ia sangat merindukan kedua sobatnya itu. Ingin menumpahkan rasa bimbang dihatinya.
Ia hendak bergabung bersama mereka di bawah pohon beringin itu. Namun, kedua sobatnya itu sedang bertatapan mesra, saling berbagi cerita dengan volume yg sangat rendah, seolah-olah hanya mereka saja yg boleh tau.
Ia mengambil langkah pertamanya, hendak duduk bersama mereka...
Tiba-tiba, sebuah kecupan hangat mendarat di pipi teman laki-lakinya itu.
Ini adalah momen romantis mereka dan ia tidak ingin mengganggunya. Ia mundur selangkah.
Pertemanan ini memang sudah berubah. Ia harusnya menyadarinya sejak dulu.
Ia pun melangkahkan kakinya sekali lagi, mundur selangkah...
Dua langkah..
Tiga langkah....
Ia berlari meninggalkan taman ini dengan perasaan kosong.
Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?

DilemmaWhere stories live. Discover now