INVISIBLE TEARS
Title : Invisible Tears { Chapter 9 }
Author : Alena Noona Kim
Genre : Romance, School life, Family life, mix
Cast : Chou Tzuyu TWICE as Herself
Oh Hayoung A PINK as Herself
Cho Seungyoun UNIQ as Himself
Kim Seok Jin BTS as Dr. Jin
Wang Yibo UNIQ as Himself
Chou Yixuan UNIQ as Tzuyu’s father
Rating : 17+
Lenght : Chapter, end ~
“ Tzuyuuuu...”
Begitu melihat korban salah sasarannya telah terluka tak berdaya, tiga orang itu panik dan melarikan diri. Meninggalkan Seungyoun yang tak henti-hentinya histeris sambil memeluk Tzuyu yang terbaring dipelukannya bersimbah darah.
“ S-seungyoun, aku...mendengar L-luizinho me-mang-gil-ku...”
“ Tidak, kau harus bersamaku, Tzuyu...”
Tak terasa, air mata membasahi pipi Seungyoun karena terharu. Yeoja yang dicintainya ini masih sempat-sempatnya memberikan senyuman meskipun dalam keadaan seperti ini. Rasa sakit yang Tzuyu rasakan, tidak membuat wajah indahnya berubah sedikitpun bagi Seungyoun.
“ S-seungyoun...Lui-zinho, ia m-memberikanku s-senyuman”
“ Tidak, kau tidak boleh berkata seperti itu, Tzuyu. Ini aku, aku Seungyoun. Luizinho sudah tidak ada...”
“ T-tapi, aku m-merindukan-nya. B-begitu juga d-dengan-nya...”
Berkali-kali tetesan air mata Seungyoun menetes dipipi Tzuyu yang tengah meringis menahan sakit yang luar biasanya didada. Mata indah Tzuyu sudah hampir terpejam dan darah segar yang terus mengalir dimata luka, membuat Seungyoun panik dan disaat itulah ia bertindak.
“ Bertahanlah...Bertahanlah demi aku...”
Dengan situasi darurat, Seungyoun menggendong Tzuyu hanya dengan kedua tangannya. Meskipun tubuhnya belum stabil akibat rasa nyeri setelah berkali-kali dihajar oleh kawanan berandalan tadi, sudah tidak ia rasakan lagi, demi membawa Tzuyu agar bisa diselamatkan. Selama diperjalanan, Seungyoun tidak tega melihat wajah Tzuyu yang terlihat sangat kesakitan dan wajahnya semakin memucat.
“ Bertahanlah. Bertahanlah. Peluk aku sekuat tenagamu. Aku akan berjuang agar kita bisa sampai ke rumah sakit...Bertahanlah, chagi...”
Sayangnya, jarak rumah sakit dari mereka masih lumayan jauh. Dan jalan yang mereka lalui benar-benar sepi. Hampir tidak ada mobil yang lewat disekitar jalan itu, sehingga Seungyoun tidak dapat mencari pertolongan.
“ Seungyoun, L-luizinho b-bilang, ia akan m-menolongku...”
“ Kumohon, kumohon, Tzuyu. Jangan kau sebut nama itu lagi. Ia sudah tidak ada. Ia sudah tidak ada didunia ini,” Meskipun dengan nada tegas, Seungyoun tetap mengeluarkan air mata saat mendengar ocehan Tzuyu yang menurutnya sudah tidak masuk akal.
“ T-tapi, Luizin-ho ada d-dibelakang...k-kita,”
“ Kumohon dengan sangat, Tzuyu. Jangan berhalusinasi yang tidak-tidak. Aku takut mendengarnya. Kau pasti akan sembuh. Dan kita akan terus bersama...”
Sebenarnya Seungyoun mengerti dengan keadaan dan firasat yang ia rasakan. Tapi ia terlalu takut untuk memikirkan hal yang sangat tidak ingin ia alami. Bagaimanapun juga, ia harus tetap berjuang membawa Tzuyu agar dapat pertolongan dengan layak. Mengenai berhasil atau tidak, itu urusan belakangan. Yang pasti, ia akan mengerahkan semua tenaganya untuk membawa Tzuyu ke rumah sakit. Secepat mungkin.
“ S-Seungyoun...Akh...Aku, s-sudah tidak k-kuat lagi...”
“ Bertahan, Tzuyu. Bertahanlah. Bertahanlah demi aku.Sebentar lagi kita sampai. Lihat, rumah sakit sudah terlihat...”
